Waspadai Pembengkakan Hati yang Ternyata Jadi Gejala Penyakit Berbahaya

Pembengkakan hati merupakan gejala berbagai penyakit berbahaya, seperti penyakit jantung hingga kanker
Pembengkakan hati disebut juga dengan hepatomegali

Berbeda dari perkiraan banyak orang, pembengkakan hati ternyata bukanlah penyakit tersendiri. Kondisi yang dalam istilah medis disebut sebagai hepatomegali ini ternyata lebih tepat disebut sebagai suatu gejala yang menandakan adanya berbagai penyakit lain seperti penyakit liver, gagal jantung, hingga kanker.

Lebih lengkap, berikut ini penyebab, ciri-ciri, hingga cara mengatasinya apabila Anda terdiagnosis mengalami pembengkakan hati.

Mengapa pembengkakan hati bisa terjadi?

Pembengkakan atau pembesaran hati bisa terjadi akibat adanya riwayat penyakit lain yang sebelumnya memang sudah diderita, atau gangguan penyakit yang terjadi secara akut atau tiba-tiba. Beberapa kondisi yang paling umum menyebabkan pembengkakan hati antara lain:

1. Radang hati atau perlemakan hati

Terjadinya radang hati dan perlemakan hati sendiri bisa disebabkan oleh berbagai macam kondisi, seperti:

  • Obesitas
  • Infeksi yang menyerang hati, seperti hepatitis B atau hepatitis C
  • Akibat efek samping obat-obatan
  • Konsumsi alkohol berlebih
  • Keracunan
  • Penyakit autoimun
  • Memiliki riwayat terkena sindrom metabolik (memiliki semua faktor risiko penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi)
  • Kelainan genetik yang menyebabkan terjadinya penumpukan lemak, protein, atau zat lain di tubuh

2. Pertumbuhan jaringan berlebih

Pertumbuhan jaringan hati berlebih, biasanya menandakan dua hal, yaitu adanya kista atau tumor. Tumor hati bisa berasal dari organ ini secara langsung, bisa juga berasal dari organ lain namun menyebar hingga ke hati.

3. Gangguan aliran darah

Saat aliran darah terganggu, maka darah bisa terus menumpuk hingga hati membengkak. Terganggunya aliran darah yang keluar dan masuk ke hati bisa disebabkan oleh beberapa kondisi di bawah ini.

  • Gagal jantung kongestif. Kondisi ini menyebabkan jantung tidak bisa memompa darah dengan baik dari maupun ke seluruh tubuh.
  • Hepatic vein thrombosis. Bayangkan saja, kondisi ini seperti varises, tapi terjadi di hati. Kondisi ini bisa terjadi karena adanya penyumbatan di pembuluh darah hati.
  • Veno-occlusive disease. Kondisi ini muncul saat pembuluh darah kecil di hati, tersumbat.

Mengenal gejala pembengkakan hati

Sebagian orang yang mengalami pembengkakan hati tidak merasakan gejala apapun. Namun saat muncul, gejala pembengkakan hati biasanya terjadi sesuai dengan penyakit yang menyebabkannya.

Secara umum, berikut ini adalah beberapa kondisi yang merupakan gejala pembengkakan hati:

  • Kulit dan bagian putih mata terlihat kuning (jaundice)
  • Otot-otot terasa sakit
  • Badan terasa lelah terus-menerus
  • Gatal-gatal
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Terasa ada benjolan di perut
  • Tidak nafsu makan
  • Kaki terlihat bengkak
  • Mudah memar
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas
  • Perut terlihat membesar

Gejala di atas bisa juga menandakan penyakit lainnya. Sehingga, untuk memastikan bahwa kondisi tersebut adalah benar gejala pembengkakan hati, Anda perlu memeriksakannya ke dokter.

Anda juga disarankan untuk segera menghubungi dokter apabila mengalami kondisi-kondisi di bawah ini:

  • Sakit perut yang parah
  • Demam dan jaundice
  • Muntah berwarna hitam seperti kopi bubuk dan berdarah
  • Sesak napas
  • Feses berwarna hitam dan berdarah

Perawatan dan pencegahan pembengkakan hati

Perawatan untuk mengatasi pembengkakan hati bisa berbeda-berda, tergantung dari penyebabnya. Apabila kondisi ini disebabkan oleh gagal hati atau infeksi hepatitis, misalnya, maka pemberian obat menjadi langkah perawatan yang paling tepat.

Sementara itu, apabila kondisi disebabkan oleh kanker hati, perawatan seperti kemoterapi, operasi, maupun terapi radiasi mungkin dilakukan. Prosedur transplantasi juga dapat dilakukan jika pembengkakan yang terjadi disebabkan oleh kerusakan hati.

Lalu, bagaimana dengan pencegahannya? Sebenarnya, mencegah terjadinya pembengkakan hati bukanlah hal yang rumit. Berikut ini langkah-langkah yang perlu diikuti:

  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seperti sayur, buah, dan biji-bijian
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Mengonsumsi obat, vitamin, maupun suplemen sesuai dosis yang direkomendasikan
  • Menjaga berat badan sehat dengan membatasi konsumsi makanan manis dan berlemak
  • Berhenti merokok
  • Membatasi kontak dengan bahan kimia.

Apabila Anda merasa memiliki gejala pembengkakan hati, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Sebab semakin lama Anda menunda, maka kerusakan yang terjadi akan semakin parah, bahkan bisa menimbulkan kerusakan permanen.

Selalu jalani pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga secara teratur, agar Anda bisa terhindar dari pembengkakan hati. Tidak hanya itu, pola hidup sehat juga akan menjauhkan Anda dari penyakit lain yang membahayakan kesehatan.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/enlarged-liver/symptoms-causes/syc-20372167
Diakses pada 11 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/hepatitis/enlarged-liver-causes#1
Diakses pada 11 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/hepatomegaly
Diakses pada 11 Maret 2020

Artikel Terkait