Waspadai Maag Akut dan Kenali Gejalanya!

(0)
28 Aug 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Maag akut tidak boleh disepelekan, sebab gejalanya sangat merugikan!Maag akut dapat datang tiba-tiba, berbeda dengan maag kronis.
Maag akut terjadi saat lapisan lambung mengalami peradangan serta pembengkakan secara cepat dan tiba-tiba. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya rasa sakit luar biasa, tetapi hanya sementara.Kondisi ini berbeda dari maag kronis yang menyerang secara perlahan dan menimbulkan rasa sakit lebih lama. Maag akut juga memiliki jumlah kasus yang lebih banyak, terutama di negara berkembang.  Itulah sebabnya Anda disarankan untuk mengenali penyebab, gejala, dan cara pengobatannya agar bisa terhindar dari serangan maag akut di masa yang akan datang.

Penyebab maag akut

Maag akut terjadi saat lapisan lambung mengalami kerusakan sehingga asam dapat mengiritasi lambung. Berbagai macam hal dapat menyebabkan maag akut, sebut saja obat-obatan kortikosteroid dan antiperadangan nonsteroid, infeksi bakteri (Helicobacter pylori), hingga penyalahgunaan alkohol.Sampai saat ini, para peneliti masih percaya bahwa obat-obatan kortikosteroid dan antiperadangan nonsteroid adalah penyebab maag akut paling umum.Di samping itu, masih banyak penyebab maag akut yang harus diperhatikan, di antaranya:
  • Infeksi virus
  • Stres
  • Penyakit autoimun
  • Penyalahgunaan kokain
  • Gangguan pencernaan, seperti penyakit Crohn
  • Menelan senyawa korosif seperti racun
  • Prosedur operasi
  • Gagal ginjal
  • Menggunakan alat bantu pernapasan.
Mengenal berbagai penyebab maag akut di atas akan dapat membantu Anda untuk menghindarinya di kemudian hari.

Apa saja gejala maag akut?

Maag
Maag akut memiliki gejala yang merugikan kesehatan
Sebagian penderita maag akut tidak merasakan gejala apa pun. Sebagian lainnya bisa mengalami gejala ringan hingga parah. Berikut ini adalah gejala maag akut yang harus diperhatikan:
  • Hilangnya nafsu makan
  • Feses (tinja) berwarna hitam
  • Mual
  • Muntah
  • Munculnya darah di dalam muntah
  • Rasa sakit di bagian atas perut
  • Rasa begah di bagian atas perut setelah makan.
Beberapa gejala maag akut di atas sering kali disalahartikan sebagai gejala dari penyakit lain. Maka tidak mengherankan jika banyak orang yang tak sadar kalau dirinya mengidap maag akut.Itulah mengapa Anda selalu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Mereka akan membantu Anda meneliti gejala yang muncul, guna mendiagnosis penyakit apa yang diderita.

Faktor risiko maag akut

Setiap penyakit memiliki faktor risikonya masing-masing, begitu pula dengan maag akut. Beberapa faktor di bawah ini dapat meningkatkan risiko Anda terserang penyakit maag akut.

1. Infeksi bakteri

Meskipun infeksi bakteri Helicobacter pylori sangat umum, hanya beberapa orang saja yang mengalami maag akut setelah terserang infeksi bakteri tersebut. Kebiasaan buruk, seperti merokok atau pola makan yang tak sehat, dapat mempermudah infeksi bakteri menyerang tubuh kita.

2. Penggunaan obat pereda nyeri secara berlebihan

Penggunaan obat pereda rasa nyeri, seperti aspirin, ibuprofen atau naproxen, dapat meningkatkan risiko maag akut ataupun kronis. Sebab, obat-obatan ini dapat merusak senyawa yang bertugas menjaga lapisan lambung.

3. Usia

Orang lanjut usia (lansia) memiliki risiko terserang maag akut yang lebih tinggi. Sebab, seiring bertambahnya usia, lapisan lambung juga akan semakin menipis. Lansia juga lebih mudah mengidap infeksi bakteri dan penyakit autoimun jika dibandingkan dengan anak muda.

4. Penyalahgunaan alkohol

Alkohol dapat merusak dan mengiritasi lapisan lambung sehingga membuat lambung lebih rentan terpapar oleh asam. Oleh karena itu, mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan maag akut.

5. Stres

Stres yang terjadi akibat prosedur operasi, cedera, luka bakar, atau infeksi parah, dipercaya dapat menyebabkan maag akut.Selain beberapa faktor risiko di atas, masih ada kondisi medis lain yang bisa meningkatkan risiko maag akut, seperti penyakit autoimun hingga HIV/AIDS.Jika Anda memiliki salah satu atau lebih dari kriteria di atas, ada baiknya Anda berkonsultasi ke dokter untuk memeriksa kesehatan organ tubuh Anda, terutama lambung. Dengan begitu, dokter bisa membantu Anda mencegah serangan maag akut.

Cara mengobati maag akut

Maag
Maag akut tidak boleh disepelekan
Maag akut harus segera diberikan penanganan medis. Umumnya, dokter akan memberikan berbagai macam obat-obatan untuk mengatasi gejala maag akut yang sangat mengganggu. Obat-obatan itu meliputi:
  • Antasida

Antasida diberikan oleh dokter untuk menetralisir asam lambung. Obat ini dapat digunakan selama Anda mengalami serangan maag akut.
  • Antagonis H2

Obat-obatan antagonis H2, seperti famotidine dan cimetidine, dapat mengurangi produksi asam lambung dan diminum antara 10-60 menit sebelum makan.
  • Penghambat pompa proton

Golongan obat penghambat pompa proton atau proton pump inhibitor (PPI), seperti omeprazole dan esomeprazole, dapat menghambat produksi asam lambung. Obat-obatan ini hanya boleh diminum satu kali dalam 24 jam, serta tidak boleh dikonsumsi lebih dari 14 hari.
  • Antidepresan

Jangan kaget ketika dokter meresepkan obat antidepresan pada penderita maag. Sebab, jika ahli medis tidak menemukan penyebab dari maag akut yang Anda alami, bisa saja mereka meresepkan obat antidepresan dalam dosis yang kecil.Obat-obatan antibiotik hanya diperlukan jika maag akut yang Anda alami disebabkan oleh infeksi bakteri. Umumnya, antibiotik yang digunakan adalah amoxicillin, tetracyline (yang tak boleh dikonsumsi anak di bawah 12 tahun), dan clarithromycin.Menurut sebuah riset yang dirilis dalam jurnal The Original Internist, terdapat beberapa tumbuhan herbal yang dipercaya dapat mengobati maag akut, seperti anggur Oregon, cengkeh, indigo liar, licorice, barberine, hingga slippery elm.Namun ingat, berkonsultasilah dulu pada dokter sebelum Anda mencoba berbagai obat herbal untuk mengatasi maag akut di atas. Sebab, beberapa dari obat herbal ini dapat mengganggu proses pengobatan medis yang lain.

Cara mencegah maag akut

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Maag akut pun dapat dicegah dengan mengikuti berbagai tips ini:
  • Lebih rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun supaya bisa menghindari infeksi bakteri Helicobacter pylori
  • Memasak makanan hingga matang dengan baik untuk membunuh bakteri yang dikandungnya
  • Hindari alkohol sebisa mungkin
  • Hindari obat-obatan antiperadangan nonsteroid atau jangan gunakan obat ini terlalu sering. Kalau memang perlu, berkonsultasilah pada dokter agar obat ini tak sampai menyebabkan maag akut.
Maag akut bukanlah kondisi medis yang dapat disepelekan karena gejalanya bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Kenali penyebab, gejala, dan cara pencegahannya agar dapat terhindar dari penyakit ini.
penyakitmaaggastritis
Healthline. https://www.healthline.com/health/gastritis-acute
Diakses pada 14 Agustus 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gastritis/symptoms-causes/syc-20355807
Diakses pada 14 Agustus 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/163484#treatments
Diakses pada 14 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait