Kelahiran prematur terjadi apabila bayi dilahirkan saat kandungan ibu masih kurang dari 37 minggu
Bayi prematur berisiko mengalami gangguan pernapasan

Kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Kelahiran prematur seringkali menimbulkan beberapa masalah dan komplikasi. Semakin awal kelahiran prematur terjadi, semakin tinggi pula risiko komplikasi yang terjadi. Risiko ini pun muncul pada bayi prematur 7 bulan, atau yang lahir saat usianya dalam kandungan ibu masih 28 minggu.

Bayi prematur, termasuk bayi prematur 7 bulan, rentan mengalami gangguan kesehatan. Sebab, minggu terakhir kehamilan, merupakan fase yang sangat penting untuk penyempurnaan organ vital, termasuk otak dan paru-paru dan penambahan berat badan.

[[artikel-terkait]]

4 Kategori kelahiran prematur pada bayi

Itulah sebabnya, bayi prematur seringkali harus menjalani rawat inap lebih lama dibandingkan bayi yang lahir normal. Berdasarkan usia kehamilannya, kelahiran prematur dibagi menjadi empat kategori berikut ini.

1. Late preterm:

kelahiran yang terjadi pada usia 34-36 minggu kehamilan

2. Moderately preterm:

kelahiran yang terjadi pada usia 32-34 minggu kehamilan

3. Very preterm:

kelahiran yang terjadi pada usia kurang dari 32 minggu kehamilan

4. Extreme preterm:

kelahiran yang terjadi pada usia kurang dari 25 minggu kehamilan

Gangguan kesehatan yang umum dialami bayi prematur

Anda bisa mengamati kondisi-kondisi berikut ini pada bayi prematur.

  • Tubuh mungil, dengan ukuran badan dan kepala yang tidak seimbang
  • Tubuh diselimuti oleh lanugo atau rambut halus
  • Bayi nampak kurus dibandingkan bayi normal, karena kurangnya jaringan lemak
  • Suhu tubuh yang rendah
  • Adanya gangguan pernapasan
  • Kurangnya refleks menyusu dan menelan, sehingga bayi akan kesulitan makan
  • Bayi kurang aktif dan berat badan lahir rendah
  • Bayi nampak pucat atau kuning

Komplikasi gangguan kesehatan pada bayi prematur

Selain penampakan gejala di atas, bayi prematur juga dapat mengalami komplikasi yang mengancam jiwa sesaat setelah dilahirkan dan komplikasi yang terjadi pada kemudian hari. Berikut komplikasi awal yang dapat terjadi pada bayi prematur:

  • Perdarahan otak dan paru
  • Hipoglikemia dan hipotermia
  • Sepsis neonatorum, yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan sistem pertahanan tubuh yang belum sempurna
  • Radang paru
  • Anemia dan ikterus (penyakit kuning)
  • Kelainan jantung bawaan, yaitu patent ductus arteriosus dan tekanan darah rendah
  • Gangguan pernapasan seperti sindrom gangguan pernapasan (respiratory distress syndrome) karena paru-paru yang belum sempurna dan kekurangan surfaktan, yaitu zat yang membuat paru-paru dapat berkembang.
  • Gangguan sistem pencernaan, berupa enterokolitis nekrotikans

Selain itu, sejumlah kondisi berikut ini juga bisa dialami bayi prematur, sebagai komplikasi lanjutan.

  • Cerebral palsy
  • Gangguan belajar
  • Gangguan penglihatan dan pendengaran
  • Gangguan pertumbuhan gigi
  • Gangguan kepribadian, psikologis, dan tumbuh kembang

Meskipun penyebab kelahiran prematur belum dapat dipastikan, ada sejumlah faktor yang diduga berkontribusi. Oleh karena itu, selalu konsultasikan kondisi kehamilan Anda ke dokter maupun bidan.

Terutama, jika Anda memiliki penyakit kronis penyerta, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes. Cukupi asupan gizi selama kehamilan dan hindari rokok, alkohol, maupun obat-obatan tertentu, untuk mengurangi risiko kelahiran prematur.

Artikel Terkait

Banner Telemed