Waspadai Gejala Pembengkakan Limpa yang Bisa Berbahaya

(0)
11 Sep 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pembengkakan limpa dapat disebabkan oleh sejumlah infeksi dan penyakitPembengkakan limpa bisa menyebabkan nyeri pada perut kiri atas
Limpa terletak tepat di bawah tulang rusuk sebelah kiri. Organ ini berfungsi untuk menyaring sel darah merah yang tak dapat berfungsi dengan baik, mendorong pembentukan antibodi, dan membantu tubuh melawan infeksi.Limpa umumnya berukuran sebesar kepalan tangan. Namun, organ tersebut bisa mengalami pembengkakan yang disebut dengan splenomegali. Splenomegali atau pembengkakan limpa adalah suatu kondisi yang terjadi ketika organ limpa membesar, bahkan berkali-kali lipat dari ukuran normalnya. 

Gejala pembengkakan limpa

Sebagian orang yang mengalami splenomegali biasanya tidak merasakan gejala apa pun. Kondisi tersebut baru diketahui ketika melakukan pemeriksaan fisik. Meski demikian, ada pula gejala-gejala pembengkakan limpa yang dapat dirasakan. Berikut adalah beberapa kemungkinan gejala yang bisa muncul:

1. Nyeri atau tidak nyaman pada perut kiri atas 

Rasa nyeri ini merupakan gejala umum pembesaran limpa. Nyeri pada perut kiri atas bisa menyebar ke punggung, tulang belikat, hingga bahu kiri yang membuat Anda merasa sangat tidak nyaman.

2. Merasa lebih mudah kenyang 

Anda juga bisa merasa mudah kenyang meski tidak makan atau hanya makan sedikit. Hal ini terjadi akibat limpa yang membesar telah menekan lambung.

3. Anemia atau kurang darah 

Anemia terjadi ketika limpa yang bengkak mengeluarkan banyak sel darah merah dari darah. Hal ini bisa menyebabkan Anda merasa lemas, sakit kepala, sering mengantuk, kulit pucat, detak jantung tak teratur, napas pendek, serta dingin pada tangan dan kaki.

4. Mudah mengalami penyakit infeksi 

Ada kemungkinan limpa tidak mampu menghasilkan sel darah putih yang memadai akibat pembengkakannya. Kondisi ini bisa menyebabkan Anda lebih mudah mengalami infeksi.

5. Mudah mengalami pendarahan

Tak hanya penting untuk sel darah putih dan merah, limpa juga dapat menjaga kesehatan trombosit yang berfungsi untuk membantu proses pembekuan darah. Ketika limpa membesar, pembekuan darah dapat terpengaruh hingga menyebabkan Anda lebih mudah berdarah. 

6. Tidak dapat menyaring darah dengan baik

Jika limpa mulai menekan organ lain, maka kondisi tersebut bisa memengaruhi aliran darah ke limpa. Hal ini bisa menyebabkan limpa tidak dapat menyaring darah dengan baik.Ketika Anda memiliki tubuh yang kurus, Anda mungkin bisa merasakan limpa yang membesar melalui kulit dengan merabanya. Jika Anda khawatir mengalami pembengkakan limpa, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Penyebab pembengkakan limpa

Sejumlah infeksi dan penyakit bisa menyebabkan terjadinya pembengkakan limpa. Kondisi ini dapat bersifat sementara atau berlangsung lama. Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab pembengkakan limpa:
  • Infeksi virus, seperti mononukleosis yang merupakan penyebab paling umum splenomegali
  • Infeksi bakteri, seperti sifilis atau endokarditis (infeksi lapisan dalam jantung)
  • Infeksi parasit, seperti malaria atau toksoplasmosis
  • Sirosis, fibrosis kistik, dan penyakit lain yang memengaruhi hati
  • Berbagai jenis anemia hemolitik yang ditandai dengan kerusakan dini sel darah merah
  • Kanker darah, seperti leukemia dan limfoma
  • Gangguan metabolisme, seperti penyakit Gaucher dan penyakit Niemann-Pick
  • Tekanan pada vena di limpa atau hati
  • Tumor di limpa atau organ lain yang telah menyebar ke limpa
  • Penyakit radang, seperti lupus atau rheumatoid arthritis
  • Penyakit sel sabit.
Pembengkakan limpa dapat terjadi pada siapa saja dan pada usia berapapun. Oleh sebab itu, jika Anda memiliki kondisi di atas, segera konsultasikan masalah ini ke dokter.

Pengobatan pembengkakan limpa

Pembengkakan limpa yang tidak diobati dapat menyebabkan terjadinya infeksi dan pecahnya limpa. Ketika limpa pecah, kondisi tersebut bisa menyebabkan pendarahan ke dalam rongga perut yang mengancam jiwa. Pengobatan pembengkakan limpa dilakukan berdasarkan penyebab yang mendasarinya. Misalnya, jika splenomegali disebabkan oleh infeksi virus maka dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengatasi kondisi tersebut. Selain itu, kegiatan yang dapat meningkatkan risiko pecahnya limpa perlu dihindari.Sementara pada kasus yang serius, dokter mungkin akan menyarankan pengangkatan limpa (splenektomi). Anda tak perlu berkecil hati sebab sangat mungkin untuk menjalani kehidupan normal setelah melakukan pengangkatan limpa dengan mendapat vaksin dan obat-obatan. Pastikan pula untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
penyakitinfeksi bakteriinfeksi virusmononukleosis
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430907/
Diakses pada 28 Agustus 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/enlarged-spleen/symptoms-causes/syc-20354326
Diakses pada 28 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/splenomegaly#treatment
Diakses pada 28 Agustus 2020
Web MD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/enlarged-spleen-causes-symptoms-and-treatments#1
Diakses pada 28 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait