Waspadai Gejala Osteoporosis Ini yang Bisa Dideteksi dari Awal

(0)
29 Sep 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Salah satu gejala osteoporosis adalah kuku jari yang melemah dan rapuhGejala osteoporosis tahap awal biasanya dapat dilihat pada kuku yang menjadi lemah dan rapuh
Osteoporosis merupakan penyakit tulang yang cukup dekat dengat orang Asia, termasuk masyarakat Indonesia. Osteoporosis atau tulang keropos dapat terjadi apabila tulang kehilangan kepadatannya yang bisa berlangsung dengan cepat. Deteksi dini gejala osteoporosis bertujuan untuk mengurangi risiko keparahan. Apa saja gejala osteoporosis?

Gejala osteoporosis di tahap awal, apa saja?

Walau mungkin jarang bisa terdeteksi, gejala osteoporosis tahap awal berikut mungkin bisa dideteksi pasien:

1. Penyusutan gusi

Penderita osteoporosis bisa menunjukkan gejala seperti gusi menyusut. Gejala osteoporosis awal ini berisiko terjadi akibat rahang yang mengalami pengeroposan tulang. Apabila Anda masuk dalam kelompok berisiko osteoporosis dan mengalami penyusutan gusi, Anda disarankan untuk menemui dokter gigi untuk mencari tahu penyebabnya. Apabila penyusutan gusi tersebut merujuk pada osteoporosis, Anda mungkin akan diarahkan ke dokter.

2. Melemahnya kekuatan genggaman

Gejala osteoporosis awal lain yang dilaporkan terjadi adalah melemahnya kekuatan genggaman. Melemahnya genggaman tangan ini dikaitkan dengan menurunnya kepadatan mineral tulang. Melemahnya kekuatan genggaman dapat meningkatkan risiko terjatuh pada pasien.

3. Kuku jari menjadi lemah dan rapuh

Selain gusi yang menyusut dan melemahnya kekuatan genggaman, gejala osteoporosis awal juga mungkin terjadi pada kuku. Penyakit tulang ini berisiko memicu kuku jari menjadi lemah dan rapuh – sehingga Anda patut peka dengan kesehatan kuku. Memang tidak banyak gejala osteoporosis di tahap awal. Namun, jika Anda mengalami tanda-tanda di atas dan memiliki riwayat anggota keluarga yang menderita osteoporosis, Anda sangat disarankan menemui dokter.

Gejala osteoporosis di tahap selanjutnya

Apabila kesehatan tulang makin memburuk, gejala osteoporosis tahap lanjut ini akan dialami oleh pasien:

1. Tinggi badan berkurang

Osteoporosis dapat memicu fraktur kompresi atau melemah dan menekuknya tulang belakang. Menekuknya tulang belakang tersebut dapat membuat tinggi badan menjadi berkurang dan menjadi gejala osteoporosis yang khas.

2. Patah tulang akibat terjatuh

Fraktur atau patah tulang juga menjadi gejala osteoporosis yang umum dialami. Fraktur dapat terjadi karena pasiennya terjatuh atau melakukan gerakan kecil. Bahkan, beberapa patah tulang osteoporosis juga bisa dipicu oleh batuk dan bersin yang keras. 

3. Sakit punggung dan leher

Seperti yang disampaikan di atas, osteoporosis dapat menyebabkan tulang belakang melemah dan menekuk. Kondisi ini dapat menyiksa bagi pasien dan menimbulkan rasa sakit, termasuk di punggung dan leher. 

4. Postur membungkuk

Kompresi pada ruas tulang belakang (vertebrae) juga dapat menimbulkan gejala osteoporosis berupa lengkungan pada punggung bagian atas. Kondisi punggung membungkuk ini disebut dengan kifosis dan dapat menimbulkan sakit pada punggung dan leher. Bahkan, pernapasan pasien juga terganggu karena tekanan berlebih pada jalur bernapasan dan terbatasnya pengembangan paru-paru.

Kapan harus ke dokter jika alami gejala osteoporosis?

Gejala osteoporosis dapat menyiksa bagi pasien dan menimbulkan rasa sakit. Anda sangat disarankan menemui dokter apabila mengalami sakit yang parah – terutama pada punggung, leher, pinggul, atau pergelangan tangan.Rasa sakit di bagian-bagian tersebut dapat menjadi gejala osteoporosis dan memerlukan penanganan medis dari dokter. 

Faktor risiko osteoporosis

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko osteoporosis. Berikut ini beberapa faktor risiko osteoporosis yang perlu Anda antisipasi:
  • Berusia lanjut
  • Wanita
  • Wanita yang mengalami menopause sebelum usia 45 tahun
  • Berasal dari Asia maupun memiliki ras Kaukasia
  • Wanita yang menjalani pengangkatan ovarium sebelum usia 45 tahun
  • Pria yang memiliki hormon testosteron rendah 
  • Wanita yang memiliki hormon estrogen rendah
  • Mengonsumsi obat tertentu yang menurunkan kadar hormon
  • Merokok
  • Memiliki riwayat keluarga osteoporosis
  • Sering mengonsumsi alkohol
  • Kurang melakukan aktivitas fisik secara teratur, terutama latihan kekuatan
  • Tidak mencukupkan asupan kalsium
  • Berat badan rendah
Beberapa penyakit tertentu juga dikaitkan dengan risiko osteoporosis, misalnya:
  • Gagal ginjal
  • Gangguan makan yang memicu malabsorpsi
  • Multiple sclerosis 
  • Leukemia
  • Diabetes
  • Artritis reumatoid
  • Hipertiroidisme atau kelenjar tiroid terlalu aktif
  • Kelenjar adrenal dan paratiroid terlalu aktif

Catatan dari SehatQ

Gejala osteoporosis di tahap awal biasanya sulit terdeteksi. Namun, penderitanya mungkin akan mengalami penyusutan gusi, genggaman tangan melemah, dan kuku menjadi rapuh. Apabila kerusakan tulang masuk ke tahap berikutnya, gejala osteoporosis dapat berupa punggung membungkuk, penurunan tinggi badan, sakit di punggung dan leher, dan patah tulang.
masalah tulangpenyakit tulangosteoporosis
Healthline. https://www.healthline.com/health/osteoporosis-symptoms
Diakses pada 15 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteoporosis
Diakses pada 15 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait