Waspadai 7 Gejala Kanker Anus yang Sering Terabaikan

Anus berdarah dan gatal bisa jadi gejala kanker anus
Anus gatal adalah salah satu gejala kanker anus

Sel kanker bisa muncul di bagian manapun di tubuh, tidak terkecuali di anus. Meski jarang terjadi, kanker anus termasuk salah satu penyakit yang perlu diwaspadai. Sebab, gejala yang muncul cukup mirip dengan penyakit lain yang sering terjadi, seperi amebeien atau wasir.

Saat seseorang terkena kanker anus, pengobatan yang akan diterima biasanya adalah gabungan antara kemoterapi dan terapi radiasi. Melalui kedua perawatan tersebut, kemungkinan sembuh dari penyakit ini akan meningkat. Namun di sisi lain, risiko terjadinya efek samping perawatan pun akan turut naik.

Gejala kanker anus yang perlu dikenali

Pada beberapa kasus, kanker anus bisa sama sekali tidak menyebabkan gejala. Namun saat terjadi, beberapa kondisi di bawah ini bisa menandakan sel kanker sudah mulai berkembang di anus.

1. Perdarahan di anus

Perdarahan di anus seringkali menjadi gejala pertama yang disadari para penderita kanker anus. Meski begitu, darah yang keluar dari anus umumnya tidak banyak. Jadi, biasanya kondisi ini dianggap sebagai ambeien dan tidak segera diperiksakan ke dokter.

2. Anus gatal

Gatal di sekitar area anus juga bisa jadi salah satu gejala kanker anus yang perlu diwaspadai. Meski begitu, bukan berarti setiap rasa gatal yang muncul di anus menandakan kanker.

3. Benjolan di anus

Munculnya benjolan di sekitar anus merupakan ciri yang biasanya erat kaitannya dengan ambeien atau wasir. Hal ini memang tak bisa dipungkiri. Namun ada baiknya jika Anda segera periksa ke dokter untuk memastikan penyebab benjolan tersebut.

4. Anus terasa sakit atau nyeri

Rasa nyeri atau sakit akibat kanker anus biasanya disertain dengan rasa penuh seperti ingin buang air besar, meski tidak ada kotoran yang akan keluar.

5. Konsistensi tinja tidak seperti biasanya

Meski terdengar menjijikkan, tapi ada baiknya jika Anda memperhatikan konsistensi tinja yang biasanya keluar. Sehingga, saat konsistensinya berbeda dari biasanya, Anda tahu bahwa ada sesuatu yang salah. Pada penderita kanker anus, tinja yang keluar biasanya berukuran kecil dan cenderung berserat.

6. Keluar nanah dari anus

Jika anus sudah sampai mengeluarkan nanah, ditambah dengan rasa nyeri, perdarahan, terdapat benjolan, hingga adanya perubahan konsistensi tinja, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Bisa jadi, itu adalah gejala kanker anus.

7. Pembengkakan kelenjar getah bening

Kelenjar getah bening berperan layaknya tempat berkumpulnya tentara pertahanan yang akan melindungi tubuh dari penyakit. Saat ada bakteri, virus, maupun sel abnormal (termasuk sel kanker) yang melewatinya, mereka akan ditahan di kelenjar tersebut. Hal ini akan memicu terjadinya pembengkakan.

Kelenjar ini terdapat di beberapa area di tubuh, seperti di ketiak, leher, dan juga di sebelah kiri dan kanan di area pangkal paha.

Siapa yang lebih mungkin terkena kanker anus?

Kanker anus biasanya menyerang orang berusia di atas 60 tahun. Setelah usia 35 tahun, penyakit ini lebih sering terjadi pada pria. Namun setelah memasuki usia 50 tahun, kanker anus lebih banyak terjadi pada wanita. Selain itu, beberapa hal di bawah ini juga akan meningkatkan risiko seseorang terkena kanker anus.

  • Aktivitas seks anal
  • Infeksi human papiloma virus (HPV)
  • Gangguan imun, seperti yang dialami pengidap HIV

Bisakah kanker anus disembuhkan?

Kanker anus termasuk salah satu jenis kanker dengan angka harapan hidupn yang tinggi. Jika sel kanker tidak menyebar ke area tubuh lain, kemungkinan penderita kanker anus bisa bertahan adalah sekitar 80%. Sehingga, semakin cepat penyakit ini dideteksi, maka akan semakin baik hasil perawatannya.

Setelah deteksi dilakukan, pengidap kanker anus biasanya akan menerima perawatan menggunakan metode seperti kemoterapi, operasi, dan terapi radiasi. Perawatan bisa dilakukan dengan satu metode atau gabungan dari beberapa metode.

• Kemoterapi

Kemoterapi dapat membunuh sel kanker sekaligus mencegahnya untuk kembali muncul. Pemberian obat kemoterapi biasa dilakukan secara oral (seperti minum obat biasa) atau dengan disuntikkan langsung ke tubuh.

• Operasi

Operasi biasanya menjadi pilihan perawatan apabila sel kanker belum menyebar ke organ lain dan ukuran tumornya masih kecil. Dalam operasi kanker anus, dokter akan mengangkat area yang terdampak sel kanker beserta dengan jaringan-jaringan sehat yang ada di sekitarnya.

• Terapi radiasi

Terapi radiasi merupakan metode penyembuhan kanker menggunakan sinar X yang ditembakkan secara tertarget ke area tumbuhnya sel kanker. Kekurangannya, metode ini juga akan merusak sel-sel sehat di sekitar sel kanker.

Gejala kanker anus seringkali disalahartikan sebagai penyakit lain seperti ambeien atau wasir. Sehingga, jika Anda mengalami gejala-gejala yang mirip dengan yang telah disebutkan di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan diagnosisnya.

Semakin cepat perawatan kanker anus dimulai, maka kemungkinan keberhasilan perawatan yang akan dijalani pun akan semakin baik.

Healthline. https://www.healthline.com/health/anal-cancer
Diakses pada 3 April 2020

WebMD. https://www.webmd.com/cancer/what-is-anal-cancer#1
Diakses pada 3 April 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anal-cancer/diagnosis-treatment/drc-20354146
Diakses pada 3 April 2020

American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/anal-cancer/detection-diagnosis-staging/signs-and-symptoms.html
Diakses pada 3 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/digestive-health/stringy-poop
Diakses pada 3 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/swollen-lymph-nodes
Diakses pada 3 April 2020

Artikel Terkait