logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Waspadai Ciri-Ciri Mata Iritasi Softlens

open-summary

Iritasi softlens tidak hanya sekedar mata merah saja, tetapi juga bisa meliputi rasa sakit dan pembengkakan pada mata. Lensa kontak yang tidak sering dibersihkan dan dipasang dengan cara yang salah bisa menimbulkan iritasi pada mata.


close-summary

2 Des 2019

| Anita Djie

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Iritasi softlens mungkin terjadi karena penggunaan lensa kontak yang salah

Cara menggunakan softlens yang tidak tepat dapat menyebabkan mata iritasi

Table of Content

  • Apa ciri-ciri mata iritasi softlens?
  • Mengapa softlens bisa menyebabkan mata iritasi?
  • Apa yang harus dilakukan jika mengalami gejala iritasi softlens?
  • Cara mencegah iritasi softlens dapat terjadi

Iritasi softlens dapat terjadi akibat penggunaan lensa kontak yang salah atau kotor. Kenali ciri-ciri mata iritasi akibat softlens agar Anda bisa mendapatkan perawatan yang lebih cepat sehingga mencegah kerusakan mata.

Advertisement

Meski lensa kontak dapat membuat penampilan lebih menarik, pemakaian yang berlebihan, kurang higienis, atau yang tidak benar dapat menyebabkan iritasi softlens.

Adapun ciri-ciri iritasi akibat penggunaan softlens bukan sekedar mata merah saja. Yuk, kenali ciri-ciri lainnya.

Apa ciri-ciri mata iritasi softlens?

Ciri-ciri mata iritasi softlens tidak boleh dianggap sepele dan harus segera dikenali dan diatasi untuk menghindari kerusakan parah pada mata.

Berikut adalah ciri-ciri mata akibat softlens yang perlu diwaspadai:

  • Pembengkakan di mata.
  • Mata merah.
  • Sakit pada bagian mata.
  • Rasa gatal atau sensasi panas di mata.
  • Terasa seperti ada sesuatu yang mengganjal di mata.
  • Sensitif terhadap cahaya.
  • Penglihatan kabur.
  • Keluarnya air mata berlebih atau kotoran yang lengket dan kental dari mata.

Jika Anda menggunakan lensa kontak dan mendapatkan gejala seperti yang disebutkan di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Mengapa softlens bisa menyebabkan mata iritasi?

Ciri-ciri mata iritasi softlens dapat timbul ketika Anda tidak memasang atau membersihkan lensa kontak dengan benar.

Namun, kondisi iritasi softlens bisa juga terjadi karena Anda memiliki alergi terhadap lensa kontak yang sedang digunakan.

Lensa kontak yang tidak dibersihkan dengan benar bisa menjadi sarang bakteri atau virus, serta kotoran yang dapat memicu iritasi pada mata.

Pemeriksaan dengan dokter bisa memperlihatkan apa yang menjadi penyebab pasti dari ciri-ciri mata iritasi softlens yang Anda alami.

Apa yang harus dilakukan jika mengalami gejala iritasi softlens?

Ada beberapa cara yang dilakukan saat Anda atau orang lain mengalami gejala mata iritasi softlens, yaitu:

1. Melepas lensa kontak yang sedang digunakan

Langkah pertama yang perlu diambil saat Anda mengalami ciri-ciri mata iritasi softlens adalah melepaskan lensa kontak yang digunakan. Cara ini dilakukan guna mencegah risiko komplikasi akibat mata iritasi yang mungkin terjadi.

Namun, sebelum melepas lensa kontak, biasakan untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Lalu, keringkan kedua tangan menggunakan handuk bersih. 

Cara melepas softlens yang tepat adalah gunakan jari tengah atau jari Anda yang nyaman lainnya untuk menarik kelopak mata bawah Anda. Kemudian, arahkan bola mata Anda ke atas atau ke samping. 

Selanjutnya, gunakan jari telunjuk atau jari Anda yang nyaman lainnya guna mengambil lensa kontak. Kemudian, ambil lensa kontak dengan lembut ke bagian putih mata Anda. 

Cubit softlens menggunakan ibu jari dan jari telunjuk. Lalu, keluarkan lensa kontak dari mata Anda. 

2. Bersihkan mata dengan air

Setelah melepas lensa kontak yang digunakan, Anda dapat membersihkan atau membilas mata dengan air mengalir sebagai cara mengatasi mata iritasi softlens.

Langkah ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada permukaan mata akibat penggunaan lensa kontak.

Cara cuci mata adalah pastikan posisi Anda dekat dengan sumber air mengalir, seperti wastafel.

Kemudian, arahkan kepala Anda ke belakang, buka kelopak mata dan tahan menggunakan salah satu jari. Basahi area mata dengan mengalirkan air hangat bersih. 

Saat proses membersihkan area mata, kedipkan mata beberapa kali dan gerakkan mata Anda ke arah atas, bawah, dan ke samping agar kotoran atau benda asing dapat keluar.

Anda bisa melakukan langkah ini selama 10-15 menit untuk meratakan cairan ke seluruh permukaan bola mata. 

3. Bersihkan lensa kontak

Seusai membersihkan mata, bersihkan juga lensa kontak Anda dan periksa apakah ada kerusakan pada lensa kontak sebelum mencoba menggunakannya kembali.

Caranya, letakkan pada telapak tangan dan basahi dengan cairan pembersih khusus lensa kontak. Gosok perlahan softlens selama 30 detik guna membersihkannya dari sisa-sisa kotoran atau minyak yang mungkin menempel.

Bilas lensa kontak, lalu letakkan softlens pada wadahnya. 

Bila mata Anda kembali mengalami iritasi softlens, hentikan penggunaan lensa kontak dan pakailah kacamata sebagai pengganti softlens untuk sementara waktu.

Kemudian, konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami ciri-ciri mata iritasi akibat softlens.

Cara mencegah iritasi softlens dapat terjadi

Untuk menghindari terjadinya iritasi softlens, pengguna atau calon pengguna perlu melakukan tindakan pencegahan. Beberapa cara mencegah iritasi softlens agar tidak terjadi adalah sebagai berikut:

  • Pastikan Anda memakai ukuran lensa kontak yang sesuai atau yang sudah dianjurkan oleh dokter.
  • Ketahui cara memakai softlens dengan cara yang benar.
  • Cuci tangan sebelum membersihkan lensa kontak.
  • Bersihkan lensa kontak dengan larutan pembersih yang aman untuk mata secara rutin.
  • Jangan gunakan cairan pembersih secara berulang.
  • Selalu ganti kontak lensa kontak beberapa kali dalam beberapa bulan.
  • Selalu lepas lensa kontak sebelum tidur, mandi, ataupun berenang.
  • Gunakan softlens sesuai dengan batas durasi yang sudah dicantumkan pada produk.

Baca Juga

  • OTG adalah Orang Tanpa Gejala yang Bisa Sebarkan Virus Corona
  • Infeksi Virus Marburg Bisa Berbahaya, Kenali Gejala dan Pengobatannya
  • Sering Menggigit Saat Tidur, Apa Bahaya Kutu Busuk?

Apabila Anda mengalami kesulitan untuk menentukan jenis kontak lensa yang sesuai untuk Anda atau belum mengetahui secara benar cara menggunakan lensa kontak, tanyakanlah pada dokter mata untuk menghindari munculnya ciri-ciri mata iritasi softlens.

Yuk, sayangi mata Anda dengan rutin mengecek tanda-tanda iritasi di mata dan segera konsultasi dengan dokter jika Anda mengalaminya.

Advertisement

penyakitmata merahmata iritasi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved