Iritasi mata dapat disebabkan oleh penggunaan softlens yang salah
Cara menggunakan softlens yang tidak tepat dapat menyebabkan mata iritasi

Anda sering menggunakan lensa kontak dalam keseharian Anda? Sudah tahu apa saja ciri-ciri apa yang muncul ketika mata iritasi akibat pemakaian lensa kontak yang salah atau kotor? Kenali ciri-ciri mata iritasi akibat softlens agar kamu bisa mendapatkan perawatan yang lebih cepat sehingga mencegah kerusakan mata.

Meski lensa kontak dapat membuat penampilan lebih menarik, pemakaian yang berlebihan, kurang higienis, atau yang tidak benar dapat menyebabkan iritasi. Dan ciri-ciri iritasi akibat penggunaan softlens bukan sekedar mata merah saja. Yuk, kenali ciri-ciri lainnya.

Apa ciri-ciri mata iritasi akibat softlens?

Ciri-ciri mata akibat softlens tidak boleh dianggap sepele dan harus segera dikenali dan diatasi untuk menghindari kerusakan parah pada mata. Berikut adalah ciri-ciri mata akibat softlens yang perlu diwaspadai:

  • Pembengkakan di mata.
  • Mata merah.
  • Sakit pada bagian mata.
  • Rasa gatal atau sensasi panas di mata.
  • Terasa seperti ada sesuatu yang mengganjal di mata.
  • Sensitif terhadap cahaya.
  • Penglihatan yang mengabur.
  • Keluarnya air mata berlebih atau kotoran yang lengket dan kental dari mata.

Jika Anda menggunakan lensa kontak dan mendapatkan gejala seperti yang di sebutkan tadi, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Mengapa softlens bisa menyebabkan mata iritasi?

Ciri-ciri mata iritasi akibat softlens dapat timbul ketika Anda tidak memasang atau membersihkan lensa kontak dengan benar. Namun bisa juga muncul karena Anda memiliki alergi terhadap lensa kontak yang sedang digunakan.

Lensa kontak yang tidak dibersihkan dengan benar bisa menjadi sarang bakteri atau virus, serta kotoran yang dapat memicu iritasi pada mata. Pemeriksaan dengan dokter bisa memperlihatkan apa yang menjadi penyebab pasti dari ciri-ciri mata iritasi akibat softlens yang Anda alami.

Apa yang harus dilakukan jika seseorang mengalami ciri-ciri mata iritasi akibat softlens?

Langkah pertama yang perlu diambil saat Anda mengalami ciri-ciri mata iritasi adalah melepaskan lensa kontak yang digunakan. Setelahnya, bersihkan mata dengan air untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada mata karena softlens.

Seusai membersihkan mata, bersihkan juga lensa kontak Anda dan periksa apakah ada kerusakan pada lensa kontak sebelum mencoba menggunakannya kembali. Ketika Anda memakai softlens kembali, lepaskanlah dan konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami ciri-ciri mata iritasi akibat softlens.

Bila mata Anda mengalami iritasi, hentikan penggunaan lensa kontak dan pakailah kacamata sebagai pengganti softlens untuk sementara waktu.

Bagaimana mencegah kemunculan ciri-ciri mata iritasi akibat softlens?

  • Pastikan Anda memakai ukuran lensa kontak yang sesuai atau yang sudah dianjurkan oleh dokter.
  • Gunakan lensa kontak dengan cara yang benar.
  • Cuci tangan sebelum membersihkan lensa kontak.
  • Bersihkan lensa kontak dengan pembersih yang aman untuk mata secara rutin.
  • Jangan gunakan cairan pembersih secara berulang.
  • Selalu ganti kontak lensa kontak beberapa kali dalam beberapa bulan.
  • Selalu lepas lensa kontak sebelum tidur, mandi, ataupun berenang.
  • Gunakan softlens sesuai dengan batas durasi yang sudah dicantumkan pada produk.

Apabila Anda mengalami kesulitan untuk menentukan jenis kontak lensa yang sesuai untuk Anda atau belum mengetahui secara benar cara menggunakan lensa kontak, tanyakanlah pada dokter mata untuk menghindari munculnya ciri-ciri mata iritasi akibat softlens.

Yuk, sayangi mata Anda dengan rutin mengecek tanda-tanda iritasi di mata dan segera konsultasi dengan dokter jika Anda mengalaminya.

NVISION. nvisioncenters.com/contacts/burning-and-irritation/ 
Diakses pada 28 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/contact-lenses-eye-infections#1
Diakses pada 28 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/qa/how-can-contact-lenses-irritate-my-eyes-and-how-do-i-prevent-them-from-doing-so
Diakses pada 28 November 2019

Artikel Terkait