Waspadai Berbagai Penyebab Sakit Perut Setelah Makan

(0)
05 Aug 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
GERD menjadi salah satu penyebab sakit perut setelah makanSakit perut setelah makan bisa terjadi akibat keracunan makanan
Pernahkah Anda mengalami sakit perut setelah makan? Kondisi ini seringkali dikaitkan dengan makanan yang dikonsumsi. Padahal, nyeri di perut tersebut bisa juga menjadi tanda dari gangguan pada sistem pencernaan.Perut sakit setelah makan dapat berlangsung sementara atau untuk waktu yang lama. Bahkan, terkadang disertai pula oleh keluhan lainnya seperti kembung, mual, muntah, kram, atau sensasi terbakar. Agar tidak keliru, kenali berbagai penyebab sakit perut setelah makan ini. 

Penyebab sakit perut setelah makan

Terdapat banyak alasan mengapa perut menjadi sakit setelah makan. Meski begitu, umumnya kondisi ini tidaklah serius. Sakit perut yang ringan dapat diobati dengan perawatan di rumah. Sementara, sakit yang sedang atau berat memerlukan pemeriksaan ke dokter. Adapun penyebab sakit perut setelah makan yang mungkin terjadi, antara lain:

1. Makan terlalu banyak

Mengisi perut terlalu banyak dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan sakit perut. Perut pun terasa penuh dan terkadang membuat Anda sulit bernapas. Hal ini bisa semakin parah apabila Anda berbaring.

2. Keracunan makanan

Sakit perut setelah makan bisa disebabkan oleh keracunan makanan. Anda juga mungkin mengalami muntah, diare, lemas, dan suhu tubuh yang tinggi. Gejala keracunan makanan bisa muncul beberapa jam setelah makan, namun bisa juga berhari-hari atau berminggu-minggu. 

3. Angin yang terperangkap

Terperangkapnya angin di saluran pencernaan bisa menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit yang tajam di perut. Minuman manis dan makanan tertentu, seperti bawang, kacang polong, kubis, dan brokoli bisa memicu terjadinya kondisi ini. Selain itu, mengunyah permen karet, mengisap permen, atau makan dengan mulut terbuka juga bisa menyebabkan angin terperangkap.

4. Makanan pedas

Apakah Anda gemar makan makanan pedas? Makanan pedas seringkali dibumbui oleh cabai. Cabai mengandung capsaicin yang dapat menyebabkan sensasi panas atau terbakar. Senyawa ini juga bisa mengiritasi bagian tubuh yang sensitif, termasuk perut, sehingga menimbulkan rasa sakit.

5. Tukak lambung

Sakit perut setelah makan juga dapat terjadi akibat tukak lambung. Pada kondisi tertentu, asam yang dihasilkan oleh lambung meningkat hingga menyebabkan iritasi pada dinding permukaan lambung. Inilah yang dikenal sebagai sakit maag.

6. GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Asam lambung tersebut mengiritasi lapisan kerongkongan dan dapat menyebabkan kerusakan. Selain sakit perut, GERD juga umumnya menimbulkan sensasi terbakar di perut, dada, dan tenggorokan.

7. Sindrom iritasi usus

Sindrom iritasi usus adalah sekelompok gejala yang berkaitan dengan iritasi pada usus dan memengaruhi proses pencernaan makanan. Kondisi ini dapat menyebabkan sakit perut, kram, kembung, diare, atau sembelit namun tidak selalu terjadi setelah makan. Gejala dapat berlangsung selama beberapa hari, minggu, atau bahkan bulan.

8. Alergi makanan

Alergi makanan terjadi ketika tubuh keliru dalam mengenali makanan tertentu sebagai benda asing yang berbahaya, sehingga sistem kekebalan tubuh melepas antibodi untuk melawannya. Susu, ikan, kerang, kacang, telur, dan gandum dapat menjadi pemicu alergi makanan. Ketika mengalami kondisi tersebut, akan timbul gejala reaksi alergi berupa sakit perut, batuk, ruam, gatal-gatal, atau pembengkakan.

9. Sembelit

Sembelit merupakan salah satu penyebab perut sakit setelah makan. Pada kondisi ini, Anda mengalami susah buang air besar sehingga kotoran masih menumpuk di pencernaan. Sembelit pun kerap ditandai dengan nyeri perut dan kembung. Setelah makan, Anda mungkin merasakan sakit perut yang melilit namun sulit untuk BAB.

10. Intoleransi makanan

Intoleransi makanan terjadi ketika sistem pencernaan tubuh tidak menyetujui masuknya makanan tertentu. Lain halnya dengan alergi, tak ada respon sistem kekebalan tubuh yang terlibat dalam kondisi ini. Apabila Anda memiliki intoleransi makanan, maka sistem pencernaan akan teriritasi oleh makanan tersebut atau tak dapat mencernanya dengan benar. Intoleransi makanan pun bisa menyebabkan sakit perut setelah mengonsumsi makanan tertentu, misal susu atau produk susu karena kandungan laktosanya.Ketika mengalami sakit perut setelah makan, Anda bisa minum air hangat atau mengompres perut untuk menenangkannya. Selain itu, hindari makanan pedas dan berlemak karena bisa memperburuk kondisi Anda. Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda nyeri bebas resep agar sakitnya mereda.Akan tetapi, jika sakit perut terus berlangsung untuk waktu yang lama, semakin memburuk, atau disertai gejala lain, sebaiknya segera periksakan diri Anda pada dokter. Penanganan yang tepat dengan segera sangatlah diperlukan.
sembelitgerdkeracunan makanansakit peruttukak lambung
Healthline. https://www.healthline.com/health/stomachache-after-eating#treatment
Diakses pada 21 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321318#medical-conditions
Diakses pada 21 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait