Waspadai Amenorrhea, Salah Satu Kondisi Penyebab Tidak Haid


Amenorrhea merupakan salah satu kondisi penyebab wanita tidak haid. Kondisi ini ditandai dengan tak munculnya menstruasi meski sudah memasuki usia pubertas.

(0)
07 Apr 2020|Rieke Saraswati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Amenorrhea adalah penyebab wanita tidak haidTidak haid bisa saja terjadi pada wanita
Apakah Anda sering mengalami telat haid, bahkan tidak menstruasi selama berbulan-bulan? Atau Anda memiliki anak perempuan yang belum juga datang bulan meski usianya sudah 16 tahun?Dalam dunia medis, kondisi-kondisi tersebut dikenal dengan istilah amenorrhea. Absennya haid memang memiliki penyebab utama, yakni kehamilan. Namun ada hal-hal lain yang juga dapat memicu terhentinya haid.

Apa itu amenorrhea?

Amenorrhea adalah kondisi ketika seorang wanita tidak mengalami haid. Gangguan menstruasi ini terbagi dalam dua jenis berikut:
  • Amonerrhea primer

Kondisi ini terjadi jika seorang belum mendapatkan haid meski sudah berusia 16 tahun.
  • Amenorrhea sekunder

Jenis sekunder merujuk pada keadaan di mana wanita tidak mengalami datang bulan selama tiga bulan berturut-turut semenjak haid terakhir.Amenorrhea sekunder lebih sering terjadi dibandingkan amenorrhea primer. Jenis sekunder biasanya dialami oleh wanita saat hamil atau menopause, namun hal ini bisa juga menjadi tanda adanya masalah kesehatan.

Amenorrhea tak hanya ditandai terhentinya haid

Selain tidak datangnya menstruasi, amenorrhea juga dapat memunculkan gejala lain. Gejala ini bisa bervariasi pada tiap wanita karena bergantung pada penyebab amorrhea itu sendiri.Beberapa gejala tersebut meliputi:
  • Keluar cairan dari puting susu
  • Rambut rontok
  • Gangguan penglihatan
  • Sakit kepala
  • Nyeri panggul
  • Jerawat
  • Tumbuh rambut-rambut di wajah secara berlebihan

Penyebab amenorrhea tergantung pada jenisnya

Menurut ahli, amonerrhea dapat terjadi secara alami ketika seorang wanita hamil, menyusui, dan menopause. Tapi bisa juga muncul karena efek samping obat-obatan atau adanya masalah kesehatan.Mari simak sederet penyebab amenorrhea primer maupun sekunder di bawah ini:

1. Amenorrhea primer

Riwayat keluarga berperan besar dalam terjadinya amenorrhea primer. Adanya kelainan genetik juga terkadang juga bisa menjadi penyebabnya. Contohnya, sindrom Turner, Sindrom insensitivitas androgen, serta kelainan Müllerian.

2. Amenorrhea sekunder

Amenorrhea jenis sekunder dapat disebabkan oleh berbagai hal. Beberapa di antaranya adalah:Selain amenorrhea primer dan amenorrhea sekunder, terlambat menstruasi juga bisa disebabkan oleh:

1. Kontrol kelahiran

Beberapa pil KB juga dapat menyebabkan menstruasi jadi terlewatkan bahkan tidak mengalami menstruasi sama sekali.
Hal ini dapat terjadi dalam beberapa bulan pertama minum pil baru atau jika seseorang memiliki minggu bebas pil setiap bulan.
 
Beberapa metode pengendalian kelahiran lainnya, seperti alat kontrasepsi hormonal, implan, dan injeksi juga dapat menyebabkan amenorrhea.

2. Kekurangan nutrisi

Malnutrisi dapat mempengaruhi bagaimana fungsi hipotalamus dan kelenjar hipofisis, yang dapat menyebabkan amenorrhea. Hal ini perlu diperhatikan terlebih jika Anda sedang melakukan program diet.

3. Berat badan rendah

Memiliki berat badan yang rendah juga dapat mencegah hipotalamus dan kelenjar hipofisis berfungsi dengan baik. Kondisi ini dapat menunjukkan jenis amenorrhea yang dikenal sebagai amenorrhea hipotalamus fungsional.

4. Stres

Stres dapat mempengaruhi kadar hormon dalam tubuh yang merupakan penyebab lain dari amenore hipotalamus fungsional. Seseorang dengan jenis amenorrhea ini umumnya memiliki tingkat depresi dan kecemasan yang cukup tinggi.

5. Olahraga berlebihan

Olahraga yang berlebihan bisa menyebabkan amenorrhea hipotalamus fungsional. Beberapa penelitian memperkirakan bahwa setengah dari wanita yang berolahraga secara teratur mengalami gangguan menstruasi ringan.

6. Gangguan makan

Memiliki kelainan makan, seperti anoreksia atau bulimia, juga dapat menyebabkan menstruasi seseorang terhenti. Tidak adanya menstruasi ini biasanya disebabkan oleh kekurangan nutrisi atau berat badan yang sangat rendah.

7. Berat badan berlebih

Menambah berat badan dengan cepat dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormo. Hal ini dapat memicu adanya amenorrhea sementara.

8. Obat kesehatan mental

Beberapa obat antidepresan dapat memengaruhi cara kerja hipotalamus dan kelenjar hipofisis. Jika mereka tidak menghasilkan hormon dengan kadar yang tepat, menstruasi seseorang bisa berhenti.

9. Sindrom polikistik ovarium

Polycystic ovary syndrome (PCOS) adalah gangguan hormonal yang menyerang 6-8 persen wanita di seluruh dunia. PCOS umumnya ditandai dengan berbagai gejala termasuk:
  • Menstruasi tidak teratur
  • Pertumbuhan rambut yang berlebihan
  • Kesulitan hamil
  • Pertambahan berat badan
  • Jerawat

Seperti apa diagnosis dan penanganan amonerrhea?

Untuk mendiagnosis amonerrhea, dokter perlu melakukan wawancara medis dan tes. Langkah-langkah ini bertujuan menyingkirkan kemungkinan kehamilan maupun menopause.Jika pasien belum mendapatkan menstruasi walau sudah memasuki usia puber, dokter akan menanyakan riwayat medis keluarga dan menyarankan beberapa tes hormon.Sementara untuk mendiagnosis amenorrhea sekunder, dokter akan melakukan wawancara seputar gejala yang dialami, pola haid, obat-obatan yang dikonsumsi, dan gaya hidup. Dokter juga bisa merekomendasikan beberapa tes yang berupa tes kehamilan hingga MRI.Bila Anda telah didiagnosis mengalami amenorrhea, penanganan dari dokter akan bergantung pada penyebab dasarnya. Berikut contohnya:
  • Amenorrhea yang dipicu oleh obesitas, memerlukan program penurunan berat badan agar bisa teratasi.
  • Apabila haid yang terhenti terjadi akibat stres dan depresi, dokter dapat menyarankan psikoterapi atau konsumsi obat-obatan tertentu.
  • Untuk amenorrhea yang terjadi karena kanker ovarium, kemoterapi kemungkinan akan dianjurkan.

Adakah cara mencegah amenorrhea?

Sebagian penyebab amenorrhea dapat dicegah dengan mudah, khususnya yang terkait dengan obesitas maupun pola makan. Serangkaian langkah di bawah ini bisa Anda coba:
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang, seperti sayur, buah, gandum, produk susu, dan minyak sehat seperti minyak zaitun.
  • Jaga berat badan dalam batas angka ideal. Berat badan ideal bisa dihitung melalui indeks massa tubuh. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk memastikannya
  • Olahraga secara teratur. The American College of Sports Medicine menyarankan latihan kardio dengan intensitas sedang setidaknya selama 150 menit per minggu. Misalnya, jogging, bersepeda, atau berenang.
  • Kelola stres dengan baik, seperti melakukan latihan pernapasan, teknik relaksasi (seperti yoga dan meditasi), tidur teratur, hobi yang menyenangkan, mengobrol dengan teman dan keluarga, atau berbicara dengan psikolog (jika perlu).
Amenorrhea dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti kelainan genetik, ketidakseimbangan hormon, gaya hidup, dan lainnya. Apabila Anda merasa tidak haid selama beberapa bulan, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter agar penyebabnya bisa diketahui dengan pasti.Penanganan amenorrhea bergantung pada penyebab di baliknya. Jadi diagnosis yang tepat bisa menentukan kesembuhan Anda dari kondisi tidak haid ini.
siklus haidmenopausegangguan menstruasipubertas
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/215776
Diakses pada 7 April 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/amenorrhea
Diakses pada 7 April 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/amenorrhea/symptoms-causes/syc-20369299
Diakses pada 7 April 2020
NICHD. https://www.nichd.nih.gov/health/topics/amenorrhea/conditioninfo/causes Diakses pada 30 Juli 2020Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322961#when-to-see-a-doctor
Diakses pada 30 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait