Gejala Diabetes pada Pria dan Dampaknya terhadap Performa Seksual

Kenali gejala diabetes pada pria sejak dini agar dapat lekas dilakukan perawatan
Gejala diabetes yang khas pada pria berkaitan dengan kesehatan seksualnya

Gejala diabetes pada pria bisa beragam. Bahkan mungkin tak terpikirkan oleh Anda, impotensi ternyata menjadi salah satunya. Sehingga pada akhirnya, gejala diabetes bisa berdampak pada performa seksual pria.

Sehingga, bagi pria yang mengalami gangguan performa seksual, janganlah langsung mengonsumsi obat kuat. Coba periksa dahulu kadar gula darah Anda. Jika ternyata kadar gula darah Anda tinggi, mungkin itulah penyebab yang harus diatasi.

Gejala diabetes pada pria yang bisa turunkan performa seksual

Memang, pada pria yang mengalami diabetes, gejala umum seperti sering buang air kecil, sering haus, sering lapar, tubuh sering lelah dan lemas, serta kesemutan di tangan dan kaki juga akan muncul. Namun, ada kondisi khas yang sering menjadi gejala diabetes pada pria yang khas, yaitu menurunnya performa seksual.

Sebab, diabetes bisa menurunkan libido dan memicu impotensi pada pria. Diabetes juga bisa menyebabkan berkurangnya jumlah sperma yang keluar saat ejakulasi. Berikut ini sejumlah gejala diabetes pada pria, yang bisa mengurangi performa seksual pria.

• Impotensi atau disfungsi ereksi

Tahukah Anda jika 35% hingga 75% pria dengan diabetes, pernah mengalami impotensi? Tingginya kadar gula darah juga membuat penderita diabetes berisiko mengalami impotensi 10-15 tahun lebih cepat, dibandingkan pria dengan kadar gula darah yang normal.

Mekanisme terjadinya impotensi sebagai gejala diabetes pada pria memang cukup rumit untuk ditelaah. Namun, kondisi ini dinilai berhubungan dengan rusaknya saraf, pembuluh darah, serta fungsi otot yang berperan dalam proses ereksi akibat tingginya kadar gula darah di tubuh.

Kerusakan organ-organ tersebut, akan menghalangi pria mencapai ereksi, meski memiliki libido atau gairah untuk berhubungan seksual.

• Penurunan libido

Menurunnya gairah untuk berhubungan seksual, atau disebut penurunan libido biasanya terjadi pada pria yang sudah berusia lanjut. Dengan kondisi diabetes, tertutama yang tipe 2, risiko seorang pria untuk lebih cepat mengalaminya akan semakin meningkat.

Risiko penurunan libido juga akan meningkat apabila diabetes yang dialami, disertai dengan kondisi kelebihan berat badan.

Turunnya libido, berhubungan dengan menurunnya kadar hormon testosteron di tubuh. Selain memengaruhi performa seksual, penurunan produksi hormon ini juga akan menyebabkan gangguan lain. Misalnya, tubuh menjadi lemas, suasana hati tidak menentu, dan ereksi yang dialami menjadi lemah.

• Ejakulasi retrograde

Pria dengan diabetes juga dapat mengalami ejakulasi retrograde, yaitu kondisi ketika air mani yang dikeluarkan, malah masuk ke dalam kandung kemih. Gejala yang dapat dirasakan adalah air mani terasa lebih sedikit saat ejakulasi.

Kondisi ini bisa terjadi karena diabetes yang dialami pria, sudah merusak saraf pada kandung kemih. Sehingga, organ ini tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Selain berpengaruh pada performa seksual, ejakulasi retrograde juga dapat menyebabkan infertilitas atau ketidaksuburan.

Gejala diabetes pada pria selain masalah performa seksual

Selain ketiga kondisi di atas, masih ada beberapa gejala diabetes pada pria yang perlu diwaspadai, yaitu:

• Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih terjadi apabila saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih, mengalami peradangan atau infeksi.

Pada pria yang terkena diabetes, banyaknya gula yang terkandung pada air seni, membuat bakteri penyebab infeksi lebih mudah berkembang.

• Infeksi jamur pada kelamin

Infeksi jamur pada kelamin juga dapat muncul pada pria yang menderita diabetes. Hal ini disebabkan oleh kelebihan gula dalam darah yang masuk ke urine. Gula berlebih tersebut kemudian dijadikan asupan bagi jamur untuk tumbuh.

Ciri infeksi jamur pada kelamin pria yang menderita diabetes bisa berupa kemerahan, bengkak, dan gatal pada kepala penis, timbul bau tidak sedap, muncul gumpalan berwarna putih pada kulit penis, dan timbul rasa nyeri dan tidak nyaman saat melakukan hubungan seksual.

• Kerusakan sistem saraf otonom (ANS)

Diabetes dapat membahayakan sistem saraf otonom (ANS), yaitu sistem yang mengendalikan pelebaran atau penyempitan pembuluh darah, dan menyebabkan masalah seksual.

Pembuluh darah yang rusak oleh diabetes dapat memperlambat aliran darah ke penis. Kerusakan pembuluh darah dan saraf di penis akibat diabetes, dapat menyebabkan terjadinya impotensi.

Cara mencegah timbulnya gejala diabetes pada pria

Untuk mencegah terjadinya diabetes, Anda perlu megetahui faktor risikonya terlebih dahulu. Pada pria, kondisi yang paling sering memicu timbulnya diabetes antara lain:

  • Kebiasaan merokok
  • Kelebihan berat badan
  • Menghindari aktivitas fisik
  • Memiliki tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi

Sehingga, untuk mencegah diabetes, Anda perlu melakukan usaha untuk menghindari faktor risiko tersebut. Anda dapat memulainya dengan langkah-langkah seperti:

• Mengonsumsi makanan yang sehat dan berolahraga teratur

Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, tidak hanya akan mencegah Anda terkena diabetes, tapi juga gejalanya seperti impotensi. Kurangilah makanan yang mengandung gula,lemak jenuh, perbanyak makan serat, dengan disertai berolahraga secara teratur.

• Meninggalkan kebiasaan merokok

Rokok akan membuat kadar gula darah semakin meningkat. Sebab, rokok akan membuat tubuh Anda menjadi lebih resisten terhadap insulin. Hal tersebut membuat kadar gula darah akan semakin sulit dikontrol. Karena itu, berhentilah merokok sebelum Anda menderita diabetes.

• Mempertahankan berat badan yang ideal

Mengurangi berat badan berlebih sedikit saja, sudah bisa berdampak positif pada pencegahan diabetes, maupun disfungsi ereksi. Sebab, dengan berat badan yang ideal, produksi hormon testosteron di tubuh pun akan meningkat, membuat aliran darah ke penis menjadi lebih lancar, dan ereksi pun bisa terjaga.

Mengenali gejala diabetes pada pria sedari dini, akan membantu Anda mendapatkan perawatan lebih cepat dan tepat. Jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter apabila Anda sudah mulai merasakan kemunculan gejala-gejala tersebut.

Healthline. https://www.healthline.com/health/recognizing-diabetes-symptoms-men
Diakses pada Oktober 2018

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/311173.php
Diakses pada 4 Maret 2019

Diabetes. https://www.diabetes.org.uk/guide-to-diabetes/complications/sexual-problems-men
Diakses pada 4 Maret 2019

WebMD. https://www.webmd.com/erectile-dysfunction/guide/ed-diabetes
Diakses pada 11 Desember 2019

WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/features/diabetes-erectile-dysfunction#1
Diakses pada 11 Desember 2019

Diabetes UK. https://www.diabetes.co.uk/diabetes-complications/retrograde-ejaculation.html
Diakses pada 11 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes/smoking-diabetes#blood-sugar
Diakses pada 11 Desember 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317012.php#lifestyle-changes
Diakses pada 11 Desember 2019

Artikel Terkait