logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Pria

Gejala Diabetes pada Pria dan Akibatnya Jika Tidak Diobati

open-summary

Gejala diabetes pada pria bisa berbeda dari wanita. Sebab, tingginya kadar gula darah ternyata juga berpengaruh terhadap kerja organ vital.


close-summary

27 Nov 2018

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Kenali gejala diabetes pada pria sejak dini agar dapat lekas dilakukan perawatan

Gejala diabetes yang khas pada pria berkaitan dengan fungsi seksualnya

Table of Content

  • Gejala diabetes pada pria terkait fungsi seksual
  • Akibat gejala diabetes pada pria yang tidak segera diobati
  • Bagaimana cara mengobati gejala diabetes pada pria?
  • Cara mencegah timbulnya gejala diabetes pada pria
  • Catatan dari SehatQ

Gejala diabetes pada pria bisa beragam, bahkan mungkin tak terpikirkan oleh Anda. Salah satu efek diabetes pada pria adalah impotensi. Namun, tentu tidak hanya itu saja gejala kencing manis pada pria yang mengalami penyakit berbahaya ini. 

Advertisement

Ketahui apa saja gejala diabetes pada pria beserta penanganan dan akibatnya jika tidak segera diobati berikut ini. 

Gejala diabetes pada pria terkait fungsi seksual

Memang, pada pria yang mengalami diabetes, gejala umum diabetes seperti sering buang air kecil, sering haus, sering lapar, tubuh sering lelah dan lemas, serta kesemutan di tangan dan kaki juga akan muncul. Namun, ada kondisi khas yang sering menjadi gejala diabetes pada pria, yaitu menurunnya performa seksual.

Apa saja efek diabetes pada pria terkait dengan penurunan performa seksual?

1. Impotensi atau disfungsi ereksi

gejala diabetes pada pria
Impotensi adalah salah satu gejala diabetes pada pria

Tahukah Anda jika 35-75% pria dengan diabetes, pernah mengalami impotensi? Tingginya kadar gula darah juga membuat penderita diabetes berisiko mengalami impotensi dini 10-15 tahun lebih cepat.

Mekanisme terjadinya impotensi sebagai gejala kencing manis pada pria memang cukup rumit untuk ditelaah. Namun, kondisi ini dinilai berhubungan dengan rusaknya saraf, pembuluh darah, serta fungsi otot yang berperan dalam proses ereksi akibat tingginya kadar gula darah di tubuh.

Kerusakan organ-organ tersebut membuat penis susah ereksi, meski memiliki libido atau gairah untuk berhubungan seksual.

2. Penurunan libido

Menurunnya gairah seksual, atau penurunan libido biasanya terjadi pada pria yang sudah berusia lanjut.

Akan tetapi, pria dengan diabetes, terutama diabetes tipe 2, membuat mereka berisiko lebih cepat mengalaminya.

Risiko penurunan libido juga akan meningkat apabila diabetes yang dialami, disertai dengan kondisi kelebihan berat badan.

Turunnya libido, berhubungan dengan menurunnya kadar hormon testosteron di tubuh. Selain memengaruhi performa seksual, penurunan produksi hormon ini juga akan menyebabkan gangguan lain. Misalnya, tubuh menjadi lemas, suasana hati tidak menentu, dan ereksi yang dialami menjadi lemah.

3. Ejakulasi retrograde

Pria dengan diabetes juga dapat mengalami ejakulasi retrograde (retrograde ejaculation), yaitu kondisi ketika air mani yang dikeluarkan, malah masuk ke dalam kandung kemih. Gejala yang dapat dirasakan adalah air mani terasa lebih sedikit saat ejakulasi.

Kondisi ini bisa terjadi karena diabetes yang dialami pria, sudah merusak saraf pada kandung kemih.

Selain berpengaruh pada performa seksual, air mani yang kembali masuk ke kandung kemih juga dapat menyebabkan infertilitas atau ketidaksuburan.

4. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih terjadi apabila saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih, mengalami peradangan atau infeksi.

Pada pria yang terkena diabetes, banyaknya gula yang terkandung pada air seni, membuat bakteri penyebab infeksi lebih mudah berkembang.

5. Infeksi jamur pada penis

Infeksi jamur pada penis juga dapat muncul pada pria yang menderita diabetes. Hal ini disebabkan oleh kelebihan gula dalam darah yang masuk ke urine. Gula berlebih tersebut kemudian menjadi makanan bagi jamur untuk tumbuh subur.

Ciri infeksi jamur pada penis pria yang menderita diabetes bisa berupa kemerahan, bengkak, dan gatal pada kepala penis, timbul bau tidak sedap, muncul gumpalan berwarna putih pada kulit penis, dan timbul rasa nyeri dan tidak nyaman saat melakukan hubungan seksual.

6. Kerusakan sistem saraf otonom 

Diabetes dapat membahayakan sistem saraf otonom (ANS), yaitu sistem yang mengendalikan pelebaran atau penyempitan pembuluh darah, dan menyebabkan masalah seksual.

Pembuluh darah yang rusak oleh diabetes dapat memperlambat aliran darah ke penis. Kerusakan pembuluh darah dan saraf di penis akibat diabetes, dapat menyebabkan terjadinya impotensi.

Baca Juga

  • Arti Less Sugar pada Label Makanan dan Minuman, Tak Selalu Lebih Sehat
  • Ketahui 13 Cara Merawat Rambut Ikal Pria agar Tetap Sehat
  • Tingkatkan Kesuburan hingga Mengontrol Diabetes, Ini Manfaat Jahe Merah untuk Kesehatan Pria

Akibat gejala diabetes pada pria yang tidak segera diobati

gejala diabetes pada pria
Penis bengkok (Peyronie's disease) adalah salah satu dampak dari gejala diabetes yang tidak segera diobati

Gejala diabetes pada pria di atas apabila tidak segera diobati akan berdampak negatif terhadap fungsi seksual. Hal ini tentu menjadi 'mimpi buruk' bagi kaum Adam.

Penelitian oleh Arafa M, et al, bahkan menemukan bahwa diabetes tidak hanya berakibat pada disfungsi ereksi dan penurunan libido, tetapi juga dengan penyakit Peyronie atau penis bengkok.

Mereka meneliti pasien diabetes dengan disfungsi ereksi. Ternyata sekitar 1 dari 5 pasien juga menderita penyakit Peyronie.

Sebuah studi lain oleh Kendirci M menunjukkan bahwa ternyata kondisi diabetes turut memperparah penyakit Peyronie apabila pria telah lebih dulu mengalaminya, jika dibandingkan kerusakan penis pada penderita nondiabetes.

Celakanya, hampir 30% dari penderita diabetes menderita penyakit Peyronie berat, yaitu dengan sudut bengkok lebih dari 60°. Hal ini mungkin berhubungan dengan kondisi diabetes yang mempercepat pembentukan jaringan parut pada penis.

Bagaimana cara mengobati gejala diabetes pada pria?

Menderita diabetes dengan segala komplikasinya bukanlah suatu hal yang mudah. Ditambah lagi jika sudah sampai menyebabkan gejala impotensi, libido rendah, dan penis bengkok.

Itu sebabnya, pria penderita diabetes perlu segera menjalani terapi pengobatan diabetes, utamanya agar kadar gula darah kembali terkendali. Dengan begitu, diharapkan efek diabetes pada pria dapat teratasi.

Pengobatan diabetes umumnya dengan memberikan suntikan insulin. Selain itu, pria penderita diabetes akan diberikan obat-obatan lainnya seperti obat anthipertensi untuk menurunkan tekanan darah.

Pasien juga akan diminta untuk mulai menerapkan pola hidup sehat, seperti makan makanan untuk penderita diabetes dan rutin berolahraga, guna membantu proses penyembuhan.

Studi dalam jurnal Male Sexual Dysfunction menyebutkan bahwa pada penderita diabetes dengan gejala penyakit Peyronie yang gula darahnya terkontrol, terjadi perbaikan pada penis yang membengkok. Besarnya plak yang menyebabkan penis bengkok dan rasa nyeri jauh berkurang.

Sebaliknya pada kelompok kontrol yang tidak dikontrol gula darahnya, plak bertambah besar dan nyeri tidak berkurang.

Dokter mungkin juga akan memberikan obat untuk mengatasi impotensi yang dialami. Salah satu pengobatan disfungsi ereksi yang efektif adalah menggunakan obat golongan Phosphodiesterase-5 inhibitors (PDE5i), seperti sildenafil (Viagra), vardenafil, tadalafil dan avanafil.

PDE5i efektif untuk terapi disfungsi ereksi, baik pada pasien dengan diabetes ataupun prediabetes. Namun yang perlu jadi catatan adalah, pengobatan dengan PDE5i menjadi tidak efektif jika gula darah tidak terkontrol. Sedangkan jika kadar gula darah terkontrol, efek klinis yang dicapai akan lebih baik.

Cara mencegah timbulnya gejala diabetes pada pria

Untuk mencegah terjadinya penyakit pada pria yang satu ini, Anda perlu megetahui faktor risikonya terlebih dahulu. Pada pria, kondisi yang paling sering memicu timbulnya diabetes antara lain:

  • Kebiasaan merokok
  • Kelebihan berat badan
  • Menghindari aktivitas fisik
  • Memiliki tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi

Sehingga, untuk mencegah diabetes, Anda perlu melakukan usaha untuk menghindari faktor risiko tersebut. Anda dapat memulainya dengan langkah-langkah seperti:

1. Mengonsumsi makanan yang sehat dan berolahraga teratur

gejala diabetes pada pria
Olahraga teratur dapat mencegah gejala diabetes pada pria

Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, tidak hanya akan mencegah Anda terkena diabetes, tapi juga gejalanya seperti impotensi. Kurangilah makanan yang mengandung gula,lemak jenuh, perbanyak makan serat, dengan disertai berolahraga secara teratur.

2. Meninggalkan kebiasaan merokok

Rokok akan membuat kadar gula darah semakin meningkat. Sebab, rokok akan membuat tubuh Anda menjadi lebih resisten terhadap insulin. Hal tersebut membuat kadar gula darah akan semakin sulit dikontrol. Karena itu, berhentilah merokok sebelum Anda menderita diabetes.

3. Mempertahankan berat badan yang ideal

Mengurangi berat badan berlebih sedikit saja, sudah bisa berdampak positif pada pencegahan diabetes, maupun disfungsi ereksi. Dengan berat badan yang ideal, produksi hormon testosteron di tubuh pun akan meningkat, membuat aliran darah ke penis menjadi lebih lancar, dan ereksi pun bisa terjaga.

Catatan dari SehatQ

Mengenali gejala diabetes pada pria sedari dini, akan membantu Anda mendapatkan perawatan lebih cepat dan tepat. Jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter apabila Anda sudah mulai merasakan kemunculan gejala-gejala tersebut.

Gunakan layanan live chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk mendapatkan saran medis yang tepat dan cepat. Download aplikasi SehatQ di App Store dan Google Play sekarang juga. 

Advertisement

diabeteskomplikasi diabetesdiabetes melitus tipe 2disfungsi ereksidisfungsi seksualkesehatan pria

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved