Hati-hati, Hiperlipidemia adalah Kondisi yang Bisa Picu Penyakit Jantung


Hiperlipidemia adalah istilah medis dari kondisi kolesterol tinggi. Tak boleh dibiarkan, penyakit ini bisa memicu risiko Anda terkena penyakit jantung, serangan jantung, serta stroke.

(0)
07 May 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Hiperlipidemia adalah kondisi penumpukan lemak di darahHiperlipidemia adalah penumpukan lemak di pembuluh darah
Hiperlipidemia adalah kondisi menumpuknya lemak di dalam darah. Dalam istilah umum, kondisi ini sering juga disebut sebagai kolesterol tinggi. Namun sebenarnya, orang yang mengalami hiperlipidemia juga memiliki kadar trigliserida yang tinggi.Jika dibiarkan, penyakit ini bisa membuat risiko Anda terkena penyakit jantung, serangan jantung, serta stroke, meningkat. Berita baiknya, hiperlipidemia sangat bisa dikontrol dan disembuhkan baik secara alami dengan menjalani gaya hidup yang sehat serta menggunakan obat-obatan.

Penyebab dan faktor risiko hiperlipidemia

Ada dua faktor utama penyebab hiperlipidemia, yaitu genetik dan gaya hidup. Hiperlipidemia yang disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan disebut juga sebagai hiperlipidemia primer. Orang yang mengalami kondisi ini, bisa mengalaminya karena orangtua memiliki kondisi serupa.Sedangkan hiperlipidemia yang disebabkan oleh gaya hidup disebut hiperlipidemia sekunder. Jarang olahraga dan sering mengonsumsi makanan yang mengandung lemak serta kolesterol tinggi, seperti gorengan dan daging merah, merupakan pemicunya.Sementara itu, gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan sering mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebih juga bisa memicu terjadinya hiperlipidemia. Pun dengan beberapa penyakit di bawah ini, yang dapat meningkatkan risiko seseorang memiliki kadar lemak berlebih dalam darah.Terakhir, kadar kolesterol di tubuh juga bisa dipengaruhi oleh obat-obatan seperti pil KB, obat diuretik, dan obat depresi.

Gejala dan diagnosis hiperlipidemia

Hiperlipidemia hampir tidak menunjukkan tanda dan gejala pada penderitanya. Namun, untuk hiperlipidemia turunan, gejala seperti pertumbuhan lemak kekuningan di sekitar mata dan persendian bisa saja muncul.Kondisi hiperlipedimia bisa dipastikan dengan melakukan tes darah yang disebut pemeriksaan profil lemak atau panel lipid. Hasil pemeriksaan ini akan menunjukkan hasil kadar kolesterol total, kadar trigliserida, kadar kolesterol baik dan kolesterol jahat yang ada dalam tubuh.Kadar kolesterol pada setiap orang bisa bervariasi, tergantung dengan riwayat dan kondisi kesehatan yang dimiliki. Kadar kolesterol dikatakan normal apabila:
  • Kadar kolesterol total berada di bawah angka 200 mg/dL. Kadar kolesterol dapat dikatakan tinggi jika telah melebihi angka 240 mg/dL
  • Kadar LDL normal berkisar antara 100–129 mg/dL. Kadar LDL dianggap sangat tinggi apabila telah melebihi 190 mg/dL
  • Kadar trigliserida dikatakan normal apabila berada di bawah 150 mg/dL. Kadar trigliserida dianggap tinggi jika melebihi 200 mg/dL

Cara menyembuhkan hiperlipidemia secara alami

Meski berbahaya, kondisi hiperlipidemia sebenarnya bisa dikontrol sendiri di rumah. Kuncinya adalah menjalani gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan olahraga teratur. Berikut ini,langkah-langkahnya.

1. Mengonsumsi makanan yang sehat

Agar bisa terhindar dari kondisi hiperlipidemia, Anda harus mengubah pola makan menjadi lebih sehat, dengan:
  • Mengonsumsi lemak sehat yg didapat dari makanan seperti ikan atau alpukat
  • Mengurangi konsumsi makanan olahan yang mengandung lemak jenuh, seperti makanan cepat saji, sosis, bakso, atau makanan kaleng lainnya
  • Hindari makanan yang mengandung lemak trans, seperti gorengan, kue, dan kerupuk
  • Memperbanyak makan omega-3 yang bisa didapatkan dari telur, ikan, kacang-kacangan
  • Meningkatkan asupan serat
  • Memperbanyak asupan sayur dan buah

2. Rutin berolahraga

Rutin berolahraga tidak hanya akan menurunkan kadar lemak dalam darah, tapi juga baik untuk kesehatan Anda secara keseluruhan. Saat Anda kurang olahraga, kadar kolesterol baik kan menurun. Itu artinya, Anda akan kekurangan transportasi untuk mengangkut kolesterol jahat dari pembuluh darah.Tidak usah terlalu lama, Anda cukup berolahraga minimal 150 menit seminggu. Itupun bisa dibagi menjadi beberapa hari. Anda bisa mulai dengan gerakan fisik sederhana seperti bersepeda, berenang, perbanyak jalan kaki, atau perbanyak naik tangga dibandingkan menggunakan lift atau eskalator.Olahraga juga akan membantu menurunkan berat badan menjadi lebih ideal. Jika Anda memiliki kelebihan berat badan, menurunkannya sedikit saja sudah bisa membantu kadar lemak di dalam darah menuju ke angka yang normal.

3. Menghentikan kebiasaan merokok

Kebiasaan merokok bisa membuat kadar kolesterol baik di tubuh menurun dan trigliserida meningkat. Sehingga, untuk bisa mengurangi kadar lemak di tubuh, Anda sebaiknya mulai perlahan-lahan menghentikan kebiasaan ini.

Obat untuk meredakan hiperlipidemia

Apabila perubahan gaya hidup tidak juga meredakan hiperlipidemia yang Anda derita, maka konsumsi obat-obatan perlu dilakukan. Beberapa jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan kondisi ini di antaranya:

Langkah mencegah hiperlipidemia

Untuk mencegah hiperlipidemia, yang harus Anda lakukan intinya adalah dengan menjalani gaya hidup sehat, seperti langkah-langkah di bawah ini.

1. Mengonsumsi makanan yang baik untuk jantung

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, makanan yang baik untuk jantung adalah makanan tanpa lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol. Pola makan yang baik untuk jantung adalah dengan banyak minum air putih, makan sayur dan buah, serat lainnya, serta gandum utuh.Kurangi konsumsi makanan cepat saji, gorengan, dan makanan yang tinggi karbohidrat. Sebaliknya, ganti asupan Anda dengan ikan, kacang-kacangan dan biji-bijian.

2. Menjaga berat badan ideal

Orang yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, memiliki risiko lebih tinggi terkena hiperlipidemia serta penyakit jantung. Menurunkan berat badan, akan membantu menurunkan kadar kolesterol jahat, total kolesterol, dan trigliserida di tubuh Anda.Mencapai berat badan ideal juga akan memperbanyak jumlah kolesterol baik di tubuh, yang bertugas untuk menyingkirkan kolesterol jahat dari pembuluh darah.

3. Rutin berolahraga

Kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu faktor utama terjadinya penyakit jantung. Sebaliknya, dengan rutin berolahraga, kadar kolesterol jahat akan menurun dan kolesterol baik akan meningkat.Idealnya, berolahragalah selama 150 menit per minggu dengan dibagi menjadi beberapa sesi. Tidak perlu yang terlalu berat, aktivitas fisik ringan seperit jalan kaki, bersepeda, dan renang sudah bisa membantu.

4. Berhenti merokok

Rokok bisa memicu penyakit jantung. Sebab, kebiasaan ini ternyata bisa menimbulkan aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah jantung akibat plak yang menumpuk. Merokok juga bisa menyebabkan naiknya kadar kolesterol jahat di tubuh dan memicu timbulnya gumpalan darah yang bisa menyumbat pembuluh darah.Di sisi lain, berhenti merokok akan memicu terbentuknya kolesterol baik dan akan mengurangi risiko menumpuknya kolesterol jahat di tubuh.Hiperlipidemia adalah kondisi yang berbahaya untuk kesehatan Anda. Meski begitu, dengan menjalani cara-cara pencegahan di atas, risiko Anda untuk terkena kondisi ini akan berkurang.Jika sudah terlanjur mengalami hiperlipidemia, pastikan rutin memeriksakan kondisi Anda ke dokter. Jangan lupa untuk selalu jalani gaya hidup yang sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan berolahraga secara teratur.
penyakit jantungsakit jantungkolesterol
WebMD. https://www.webmd.com/cholesterol-management/hyperlipidemia-overview
Diakses pada 23 Maret 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/hyperlipidemia
Diakses pada 23 Maret 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/295385
Diakses pada 23 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait