Waspada Bahaya Merkuri, Ini yang Bisa Anda Lakukan

Bahaya merkuri dapat menyebabkan beberapa penyakit serius yang berbahaya
Ilustrasi tempat yang diselimuti bahaya merkuri

Sudah bukan rahasia lagi bahwa paparan merkuri dapat menimbulkan banyak masalah kesehatan bagi manusia. Namun, bahaya merkuri ini ternyata dapat dicegah dengan langkah-langkah yang cukup sederhana.

Merkuri sebetulnya adalah elemen alam yang bisa ditemukan di udara, air, dan tanah. Merkuri yang beracun biasanya berbentul metilmerkuri yang banyak terdapat pada ikan, kerang, serta binatang lain yang memakan ikan atau kerang tersebut.

Bentuk lain dari merkuri adalah merkuri elemental (metalik) dan merkuri inorganik. Ketika manusia terpapar merkuri dalam dosis tinggi, maka organ tubuh seperti jantung, otak, ginjal, paru-paru, hingga sistem imun manusia bisa rusak.

Bahaya merkuri bagi kesehatan manusia

Kesehatan seseorang bisa terkena bahaya merkuri dalam banyak kesempatan. Namun, efek negatif merkuri biasanya terjadi pada mereka yang gemar mengonsumsi makanan laut yang terkontaminasi metilmerkuri maupun mereka yang menghirup merkuri elemental saat proses pembuatannya.

Metilmerkuri terkenal karena paling dekat dengan manusia dan efeknya yang dapat merusak sistem saraf. Bahaya merkuri ini biasanya merupakan akibat dari akumulasi konsumsi ikan yang mengandung merkuri dalam jangka panjang.

Kerusakan sistem saraf akan menimbulkan beberapa gejala, seperti kebas, gemetar, sering merasa gugup atau cemas, perubahan mood yang drastis, pikun, hingga depresi. Tingkat keparahan dari dampak merkuri ini akan sangat bergantung pada banyak hal, misalnya banyaknya kadar merkuri dalam darah maupun usia seseorang.

Pada orang dewasa, metilmerkuri dapat menimbulkan efek, seperti:

  • Lemah otot
  • Mulut terasa seperti mengandung besi
  • Mual dan muntah
  • Merasa limbung
  • Muncul rasa kebas di tangan, wajah, atau area tubuh lainnya
  • Berkurangnya kemampuan untuk melihat, mendengar, atau berbicara
  • Sulit bernapas, berjalan, bahkan berdiri.

Bahaya merkuri paling dirasakan oleh bayi atau anak-anak karena bisa sampai mengakibatkan gangguan perkembangan, seperti:

  • Skill motorik yang tidak sempurna
  • Kurang koordinasi antara tangan dan mata
  • Kesulitan berbicara dan memahami bahasa
  • Kesulitan berpikir dan memecahkan masalah
  • Kurang peka terhadap lingkungan secara fisik.

Bahaya merkuri bukan bualan dunia medis semata karena hal ini sudah pernah terjadi di Teluk Minamata, Jepang, pada 1932-1968 silam. Saat itu, sebuah pabrik membuang limbah merkuri ke perairan sehingga membuat ikan maupun kerang yang ada di dalamnya mengandung metilmerkuri.

Efeknya baru terasa bertahun-tahun kemudian dan memuncak pada 1950-an. Ketika itu, ditemukan banyak kasus kesehatan berupa orang yang menderita kerusakan otak, kelumpuhan, gangguan bicara, hingga delirium.

Bahaya merkuri juga mengintai ketika benda yang mengandung merkuri tumpah sehingga cairannya menguap dan terhirup oleh manusia. Merkuri yang masuk ke paru-paru dapat menimbulkan masalah kesehatan pada manusia, antara lain:

  • Tremor (tubuh gemetar)
  • Perubahan emosi yang drastis, misalnya gugup dan mood swings
  • Insomnia dan sakit kepala
  • Perubahan neuromuskular, seperti lemah otot, atrofi otot, dan kedutan
  • Kondisi kesehatan mental yang menurun
  • Penyakit ginjal, gagal napas, hingga kematian (pada paparan yang tinggi).

Jika Anda mencurigai diri Anda telah terpapar merkuri, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Membiarkan merkuri meracuni tubuh Anda bisa mendatangkan konsekuensi kesehatan jangka panjang, misalnya infertilitas, cacat pada janin, hingga penyakit kardiovaskuler, seperti serangan jantung dan jantung koroner.

Mencegah bahaya merkuri bagi kesehatan

Meski mengonsumsi makanan laut merupakan faktor terbesar Anda terkena bahaya merkuri, bukan berarti Anda dilarang mengonsumsi seafood. Biar bagaimanapun, makanan laut merupakan sumber nutrisi yang baik bagi tubuh manusia karena mengandung gizi lainnya.

Sebaliknya, ada cara lain untuk menghindari bahaya merkuri ini, yaitu:

  • Makan ikan atau kerang laut dengan tidak berlebihan, apalagi jika Anda tengah hamil.
  • Sebaiknya hindari beberapa jenis ikan yang dikhawatirkan mengandung merkuri. Pasalnya, memasak ikan terlebih dahulu tidak menghilangkan kandungan merkuri tersebut. Jenis ikan yang mengandung merkuri dan harus dihindari adalah makarel, ikan todak, ikan hiu, serta ikan barramundi.
  • Langsung cuci tangan dengan sabun dan air mengalir bila Anda khawatir baru saja terpapar merkuri.
  • Jaga barang-barang di rumah yang mengandung merkuri agar tidak pecah atau tumpah, misalnya compact fluorescent lamp (CFL) maupun termometer air raksa.
  • Hindari aktivitas yang berhubungan dengan merkuri, misalnya melakukan ekstraksi emas di rumah atau tempat yang kurang aman.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyarankan Anda untuk tidak lagi menggunakan barang-barang yang menggunakan merkuri. Penggunaan lampu jenis CFL dapat diganti dengan LED, sedangkan termometer digital dapat menggantikan termometer air raksa.

WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mercury-and-health
Diakses pada 28 Februari 2020

EPA. https://www.epa.gov/mercury/health-effects-exposures-mercury
Diakses pada 28 Februari 2020

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/mercury_poisoning/article.htm
Diakses pada 28 Februari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320563
Diakses pada 28 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/mercury-poisoning
Diakses pada 28 Februari 2020

Artikel Terkait