Warna Vagina Dapat Berubah, Seperti Apa Warna yang Normal?


Mengapa Warna vagina seseorang bisa memgalami perubahan? Warna vagina dipengaruhi warna kulit seseorang hingga aliran darah yang lebih deras saat terangsang. Temukan penjelasan lengkapnya di sini.

(0)
24 Apr 2020|Azelia Trifiana
Warna vagina tiap wanita berbeda-bedaTiap wanita memiliki warna vagina yang berbeda-beda
Hingga kini, perihal organ intim, seperti vagina mungkin masih sangat tabu untuk dibicarakan. Mungkin seseorang pernah terpikir apakah bentuk, ukuran, dan warna vagina miliknya normal? Umumnya, labia yang ada di bagian luar vagina berwarna lebih gelap dibandingkan dengan kulit sekitarnya.Tak hanya itu, warna vagina atau bagian eksternal yang disebut vulva juga bisa menjadi lebih gelap ketika seseorang terangsang. Hal ini terjadi karena aliran darah ke bagian itu meningkat. 

Warna vagina

Ketika berbicara tentang vagina, alias miss V, yang dimaksud adalah vulva, yaitu bagian luar dari vagina yang bisa terlihat dengan mudah. Sementara vagina adalah kanal di bagian dalam tempat meletakkan menstrual cup atau jalan lahir bayi saat proses melahirkan.Warna vagina seseorang bisa berbeda mulai dari merah muda hingga merah kecokelatan. Bahkan, warna vagina seseorang bisa berubah dari waktu ke waktu.Beberapa jenis warna vagina di antaranya:
  • Merah muda

Bagi perempuan dengan kulit terang, warna vagina bisa berwarna merah muda pastel, mengikuti kulit di sekitarnya
  • Kemerahan

Saat terangsang, warna vagina dapat berubah menjadi kemerahan lebih gelap karena aliran darah ke area kewanitaan jadi lebih kencang
  • Merah kecokelatan

Pada perempuan dengan warna kulit cenderung gelap, warna vagina terkadang seperti merah kecokelatan namun lebih pucatLebih jauh lagi, mencukur rambut kemaluan juga tidak akan mengubah warna vagina secara signifikan. Tentu area labia mayora terlihat lebih terang, namun itu karena tidak lagi tersembunyi di balik rambut kemaluan.

Apa warna vagina yang sehat?

Apa pun warna vagina, yang penting adalah fungsinya berjalan dengan normal. Ketika warna vagina berubah, hal itu tak perlu menjadi sumber kekhawatiran, kecuali jika ada gejala lain yang dirasakan.Beberapa gejala yang harus diwaspadai jika muncul bersamaan dengan perubahan warna vagina, seperti:
  • Perubahan warna berlangsung permanen
  • Labia terasa gatal dan bengkak
  • Keluar cairan berwarna hijau atau kuning
  • Aroma vagina tidak sedap
  • Labia berwarna kemerahan seperti mengalami radang dan terasa nyeri
Beberapa gejala di atas bisa berarti ada iritasi atau infeksi jamur pada vagina. Segera konsultasikan pada dokter untuk tahu cara tepat menanganinya.

Bentuk vagina setiap orang juga berbeda

Selain warna, bentuk vagina juga menjadi salah satu hal yang kerap orang tanyakan. Pada dasarnya, setiap orang memiliki bentuk vagina yang berbeda. Beberapa wanita mungkin memiliki labia atau bibir vagina yang sangat tipis (smalled closed lips). Beberapa wanita lainnya mungkin saja memiliki lubang vagina yang lebih lebar di bagian atas dan menyerupai tapal kuda.Bentuk vagina yang bermacam-macam itu adalah hal yang normal. Setidaknya, terdapat lebih dari lima jenis bentuk miss V yang normal.Ada beberapa faktor yang memengaruhi hal ini, seperti perubahan hormon, bercinta, kehamilan, pasca-melahirkan, hingga usia. Anda tak perlu terlalu mengkhawatirkan soal ini selama fungsinya berjalan baik tanpa keluhan.

Menjaga kesehatan vagina

Ketimbang khawatir berlebihan soal warna atau bentuk miss V yang normal, ada hal lain yang lebih penting untuk diperhatikan. Menjaga kesehatan vagina adalah hal paling penting.Untuk mencegah masalah pada vagina, beberapa hal ini penting dilakukan:
  • Aktivitas seksual aman

Pastikan selalu memakai pelindung saat berhubungan seksual, terutama jika berganti pasangan. Selain itu, pastikan pasangan tidak terinfeksi penyakit menular seksual. Apabila seseorang menggunakan sex toys, bersihkan setiap kali usai menggunakan.
  • Vaksin dan pemeriksaan berkala

Bagi yang sudah aktif menjalani aktivitas seksual, secara berkala lakukan pemeriksaan pap smear. Selain itu, lakukan vaksin yang dapat melindungi dari virus HPV.
  • Latihan kegel

Lakukan senam kegel untuk membantu membentuk otot dasar panggul. Utamanya, bagi orang yang sudah pernah menjalani persalinan lewat vagina atau mengalami inkontinensia urine (kesulitan menahan BAK).
  • Gaya hidup sehat

Jalani gaya hidup sehat dengan membatasi konsumsi alkohol dan menghindari rokok. Paparan nikotin dapat menghambat aktivitas seksual dan konsumsi alkohol berlebih juga berpengaruh pada kondisi fisik dan mental. Secara tidak langsung, hal ini tentu berpengaruh pada fungsi seksual.

Catatan dari SehatQ

Tak perlu merasa malu ketika mendeteksi ada yang berbeda pada kondisi vagina. Segera tanyakan pada dokter spesialis tentang keluhan, sesederhana apapun itu. Semakin awal mendeteksi masalah pada vagina, semakin mudah mengatasinya.
kesehatan organ intimkesehatan wanitakesehatan vagina
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/womens-health/in-depth/vagina/art-20046562Diakses 12 April 2020Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/lopsided-vagina#sizeDiakses 12 April 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait