Bila batuk berdahak mengganggu pernapasan, sebaiknya Anda segera periksakan diri ke dokter
Saat sedang sakit, produksi dahak menjadi semakin banyak

Saat sedang batuk, dahak menjadi salah satu hal yang paling mengganggu dan menyebabkan gatal di tenggorokan. Dahak sebenarnya selalu diproduksi di dada. Ketika seseorang sedang sakit, produksi dahak ini menjadi bertambah signifikan dan warna dahak bisa berubah-ubah.

Tubuh sengaja memproduksi dahak untuk mengeluarkan bakteri atau mikroorganisme lain di saluran pernapasan bagian atas. Selain itu, warna dahak juga bisa berbeda-beda karena produksi enzim saat melawan infeksi.

Warna dahak sinyal kondisi tubuh

Seseorang dapat melihat bagaimana kondisi tubuhnya dengan melihat warna dahak yang diproduksi tubuh. Beberapa warna dahak yang menjadi indikator adalah:

1. Warna dahak kuning/hijau

Kuning atau hijau adalah warna dahak yang paling umum terjadi. Artinya, tubuh sedang bereaksi melawan infeksi. Warna kuning atau hijau ini muncul dari enzim sel darah putih.

Awalnya, warna dahak adalah kekuningan yang perlahan berubah menjadi kehijauan. Perubahan warna dahak ini terjadi bergantung keparahan infeksi dan reaksi dari imunitas tubuh.

Beberapa penyakit yang memicu produksi dahak berwarna kuning atau hijau di antaranya:

  • Bronkitis

Gejala awal bronkitis adalah batuk kering yang diikuti dengan dahak berwarna bening atau putih. Semakin lama, warna dahak ini bisa berubah menjadi kuning dan hijau. Batuk karena bronkitis bisa terjadi hingga 90 hari.

  • Pneumonia

Ketika mengalami pneumonia, seseorang bisa menghasilkan dahak berwarna hijau, kuning, bahkan berdarah. Selain itu, penderitanya juga akan merasakan demam, menggigil, dan napas tersengal.

  • Sinusitis

Sinusitis bisa terjadi karena virus, alergi, atau bakteri. Apabila penyebabnya adalah bakteri, maka warna dahak biasanya kuning atau hijau.

  • Cystic fibrosis

Ciri-ciri utama penyakit langka gangguan paru-paru kronis ini adalah penumpukan dahak atau cairan mukus yang lengket di paru-paru. penderitanya bisa memproduksi warna dahak kuning, hijau, juga coklat.

2. Warna dahak cokelat

Dahak yang berwarna coklat tampak seperti karat. Hal ini berarti ada endapan darah. Biasanya, dahak berwarna coklat muncul setelah sebelumnya seseorang mengeluarkan dahak berwarna kemerahan karena darah.

Penyebab munculnya warna dahak coklat di antaranya:

  • Pneumonia bakteri

Pneumonia yang disebabkan karena bakteri dapat membuat penderitanya memproduksi dahak berwarna hijau kecokelatan seperti karat

  • Bronkitis bakteri

Bronkitis bakteri juga bisa membuat tubuh bereaksi dengan menghasilkan dahak berwarna kecokelatan. Orang yang memiliki risiko mengalami bronkitis kronis adalah perokok atau yang kerap terpapar asap.

  • Cystic fibrosis

Penderita cystic fibrosis juga bisa menghasilkan dahak berwarna kecokelatan seperti karat

  • Pneumoconiosis

Seseorang yang kerap menghirup partikel seperti asbes, debu silika, hingga debu batu bara juga bisa mengalami pneumoconiosis. Warna dahak penderitanya adalah kecokelatan.

  • Abses paru-paru

Abses pada paru-paru juga membuat penderitanya menghasilkan dahak berwarna kecokelatan. Selain itu, gejala lainnya adalah keringat berlebih di malam hari hingga kehilangan nafsu makan.

3. Warna dahak putih

Selain warna dahak hijau, kuning, atau cokelat, dahak putih juga umum terjadi. Penyebabnya adalah:

  • Bronkitis viral

Ini adalah fase yang terjadi sebelum bronkitis terkena infeksi bakteri. Awalnya, warna dahak yang dikeluarkan adalah putih sebelum perlahan berubah menjadi kuning dan hijau.

  • GERD

Masalah pada pencernaan ini juga bisa menyebabkan tubuh menghasilkan dahak berwarna putih

  • Penyakit paru obstruktif kronis

Penderita penyakit paru obstruktif kronis memiliki sel penghasil mukus yang lebih banyak dan lebih besar dari orang normal, sehingga paru-paru menghasilkan dahak yang berlebih. Biasanya dihasilkan dahak berwarna putih.

  • Gagal jantung kongestif

Gagal jantung kongestif terjadi ketika jantung tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh dengan maksimal. Akibatnya, ada penumpukan cairan dan edema. Penumpukan cairan di paru-paru akan menyebabkan penderitanya terbatuk-batuk dan dapat mengeluarkan dahak berwarna putih.

4. Warna dahak hitam

Dahak berwarna hitam disebut juga dengan melanoptysis. Ketika seseorang mengeluarkan dahak hitam, artinya dia terlalu lama menghirup substansi yang berwarna hitam seperti debu batu bara. Infeksi jamur juga sangat mungkin terjadi. Penyebab lain dahak hitam adalah:

  • Merokok

Terlalu banyak merokok menyebabkan seseorang menghasilkan dahak berwarna hitam

  • Pneumoconiosis

Jenis pneumoconiosis juga bisa menyebabkan terjadinya dahak berwarna hitam. Umumnya, ini terjadi pada pekerja batu bara atau yang kerap terpapar debu batu bara.

  • Infeksi jamur

Jamur hitam bernama Exophiala dermatitidis juga dapat menyebabkan infeksi. Dalam kondisi yang langka ini, penderitanya dapat mengeluarkan dahak berwarna hitam.

5. Dahak pink/merah

Ketika dahak berwarna kemerahan, bisa dipastikan pemicunya adalah darah. Penyebabnya adalah:

  • Batuk kronis atau terlalu keras

Ketika seseorang batuk lama dan terlalu keras, kadang-kadang pembuluh darah bisa pecah dah mengeluarkan flek bersamaan dengan dahak.

  • Pneumonia

Penderita infeksi paru-paru juga bisa mengeluarkan dahak merah ketika penyakitnya menjadi semakin parah

  • TBC

Infeksi bakteri TBC selain bercirikan batuk yang tak kunjung sembuh, juga warna dahak kemerahan.

  • Kanker paru-paru

Masalah pada paru-paru seperti kanker bisa menyebabkan seseorang menghasilkan dahak berwarna kemerahan

Saat dahak menjadi semakin pekat dan lengket, itu adalah sinyal bahwa infeksi menjadi semakin parah. Selain itu, bisa saja penderitanya mengalami dehidrasi.

Ketika dahak terasa semakin mengganggu bahkan menyebabkan kesulitan bernapas, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter.

Healthline. https://www.healthline.com/health/green-phlegm#what-if-the-texture-changes
Diakses 29 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318359.php
Diakses 29 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/allergies/features/the-truth-about-mucus#1
Diakses 29 Oktober 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed