Seperti Apa Warna ASI yang Bagus dan Berkualitas?


Warna ASI yang bagus bisa saja berwarna kuning, putih bening, kehijauan, atau sedikit kemerahan karena tergantung dari apa yang ibu makan. Perubahan warna ASI juga bisa dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ibu selama menyusui.

(0)
macam-macam warna ASI yang bagus dan berkualitas sepanjang waktu menyusuiwarna ASI dapat berubah sewaktu-waktu, baik karena apa yang ibu makan atau karena "tuntutan" alami untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi
Saat menyusui, Anda mungkin memperhatikan warna ASI Anda tidak sejernih susu sapi. Warna air susu ibu bahkan kadang bisa berbeda dari hari ke hari. Hal ini sebenarnya tidaklah aneh. ASI bisa saja berwarna kuning, putih bening, kehijauan, sedikit kebiruan, atau bahkan berwarna merah.Jadi, apa yang menyebabkan ASI punya banyak warna? Manakah warna ASI yang bagus dan berkualitas?

Membedakan warna ASI yang bagus dan perlu dicek dokter

ASI tidak akan selalu tampak sama, baik antar ibu atau dari hari ke hari. Sebab, komposisi nutrisi ASI akan terus berubah secara alami untuk memenuhi kebutuhan bayi yang terus berkembang.ASI secara alami berubah warna pada awalnya saat tubuh Anda beralih dari membuat kolostrum menjadi susu transisi menjadi susu matang (ASI matur).Perubahan warna ASI juga sedikit banyak dipengaruhi oleh apa yang ibu makan selama masa menyusui, atau bahkan kondisi kesehatan tubuh Anda.Berikut adalah macam-macam warna ASI yang mungkin akan lihat sepanjang waktu menyusui. Baca terus untuk mengetahui seperti apa warna ASI yang bagus dan berkualitas.

1. ASI berwarna kuning

ASI berwarna kuning keemasan yang kental umumnya adalah pertanda dari susu kolostrum. Kolostrum adalah ASI bernutrisi tinggi yang pertama kali diproduksi oleh kelenjar susu. Ini adalah warna asi yang bagus dan berkualitas. Pasalnya, kolostrum kaya akan protein, vitamin, dan imunoglobulin yang penting untuk membangun kekebalan tubuh bayi.Kolostrum juga kadang dapat berwarna oranye terang karena mengandung banyak betakaroten. ASI kolostrum yang berwarna kuning biasanya mulai diproduksi sejak awal trimester kedua kehamilan dan terus berlangsung hingga hari ke-2 sampai ke-5 setelah kelahiran bayi.Konsumsi makanan berwarna oranye kekuningan seperti wortel, ubi, dan labu yang kaya betakaroten juga dapat menyebabkan ASI berwarna jingga.Selain itu, stok ASI perah yang Anda bekukan di kulkas dapat berubah sedikit menguning. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Warna ASI yang seperti ini masih baik dan aman untuk diminum oleh bayi setelah dihangatkan.

2. Warna ASI putih 

Ketika bayi sudah berusia sekitar tiga atau empat minggu, tubuh Anda mulai memproduksi ASI yang matang (ASI matur). Warna ASI matang yang bagus pun bisa berubah tergantung dari kandungan lemaknya.Pada waktu pertama mengalir keluar, warna ASI matur akan tampak putih bening atau mungkin sedikit kebiruan dengan tekstur encer. Jenis ASI matur ini disebut dengan foremilk.Seiring waktu, ASI yang diproduksi akan mengandung lebih banyak lemak dan laktosa sehingga teksturnya jadi kental serta creamy. Jenis ASI ini disebut hindmilk, dan warna ASI yang bagus pada tahap ini biasanya putih jernih.ASI matur juga terus berubah seiring pertumbuhan bayi Anda. Susu matang yang keluar pada satu bulan pertama mungkin tidak sama dengan susu yang keluar pada bulan ke-5 menyusui. Itu juga berubah sepanjang hari. Jumlah protein, lemak, dan laktosa bervariasi selama waktu yang berbeda dalam sehari.Warna ASI yang tadinya kuning akan berangsur memutih.

3. ASI berwarna hijau

Apa yang Anda makan atau minum setiap hari dapat mengubah warna ASI Anda agak kehijauan. ASI yang berwarna hijau umumnya muncul setelah Anda banyak makan makanan yang berwarna hijau, seperti sayur bayam atau daun katuk, atau mengonsumsi obat herbal maupun suplemen vitamin tertentu.Apakah warna ASI yang kehijauan berarti baik dan berkualitas? Ya, jika warna tersebut didapat dari makanan sehat. Itu artinya Anda sudah mencukupi kebutuhan vitamin, mineral, serta serat yang diperlukan tubuh Anda dan untuk bayi.Namun, mengonsumsi terlalu banyak makanan berserat juga belum tentu baik karena hal ini dapat menyebabkan Anda mengalami sembelit dan perut kembung bergas.Warna ASI yang kehijauan juga belum tentu baik jika itu Anda dapatkan dari makanan yang mengandung pewarna buatan, misalnya minuman kaleng dengan macam-macam perisa. Maka itu, ada baiknya untuk lebih memperhatikan apa yang Anda makan dan minum setiap hari guna menjaga ASI tetap berkualitas baik.

4. ASI berwarna merah atau pink

Anda mungkin memperhatikan ASI berwarna merah atau pink (merah muda) setelah makan makanan yang secara alami berwarna-warni ini, seperti cabai, tomat, buah bit, atau stroberi.Warna ASI kemerahan juga bisa muncul karena Anda mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung pewarna merah, misalnya soda atau susu olahan yang mengandung pewarna merah.Di luar itu, warna ASI Anda bisa sewaktu-waktu terlihat kemerahan atau agak kecoklatan mirip karat karena mengandung darah. Adanya darah dalam ASI biasanya disebabkan oleh puting yang lecet dan terluka saat menyusui. Warna asi kemerahan juga bisa disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah kapiler di payudara.Jangan panik. Meski ini bukan pertanda warna ASI yang baik, Anda tidak harus membuang ASI atau berhenti menyusui. Sedikit darah di ASI tidak akan membahayakan kesehatan si Kecil.Darah seringnya akan hilang dari ASI sendiri setelah beberapa hari atau dengan pengobatan yang tepat.Akan tetapi, dalam kasus yang jarang terjadi, darah bisa berasal dari mastitis, papiloma (tumor jinak di saluran susu), atau jenis kanker payudara tertentu.Jadi jika Anda melihat darah dalam ASI, hubungi dokter Anda, khususnya jika perdarahan tidak kunjung berhenti atau jumlah darah yang masuk ke ASI tampak semakin banyak. Dokter dapat memeriksa payudara Anda dan menjalankan tes lain jika diperlukan untuk menentukan penyebabnya

5. ASI berwarna kecoklatan atau hitam

Jika ASI Anda berwarna kecoklatan, ini kemungkinan besar disebabkan oleh sisa darah akibat luka di puting.ASI berwarna hitam juga bisa disebabkan oleh efek samping antibiotik, seperti minocycline. Warna ASI yang hitam karena obat ini bukan hal baik, karena minocycline tidak dianjurkan saat Anda menyusui.Jadi, katakanlah kepada dokter Anda bahwa Anda sedang menyusui sebelum ia meresepkan suatu obat untuk Anda. Informasi dari Anda membantu dokter meresepkan obat yang tepat untuk Anda dan tidak berdampak pada bayi.

Apakah normal jika satu payudara menghasilkan ASI berbeda warna dari sisi satunya?

Terkadang, Anda mungkin memperhatikan masing-masing payudara mengeluarkan ASI dengan warna yang berbeda.Ini sebetulnya sangat normal, terutama jika Anda terbiasa menyusui hanya dari satu payudara dalam waktu cukup lama dan tidak bergantian sisi.Warna susu foremilk yang keluar dari payudara yang tidak lama digunakan akan berubah menjadi hindmilk. Dari yang pada awalnya berwarna putih jernih dengan semburat kebiruan bertekstur encer menjadi putih kekuningan agak kental.Akan tetapi, hal ini masih termasuk warna ASI yang bagus atau berkualitas. Kandungan hindmilk tidak kalah baik dengan foremilk karena banyak kandungan lemaknya.Jika Anda memiliki pertanyaan seputar pemberian ASI eksklusif atau kekhawatiran khusus tentang warna ASI yang bagus atau tidak, jangan ragu chat dokter langsung di aplikasi kesehatan SehatQ.Download gratis di App Store dan Google Play Store.
menyusuiasi eksklusifmakanan ibu menyusuiminum obat saat menyusuiibu menyusuimerawat bayi
Medela. https://www.medela.us/breastfeeding/articles/breast-milk-color diakses 15 Desember 2020The Milk Bank. https://www.themilkbank.org/blog-2/yes-your-breast-milk-will-be-different-colors-its-ok diakses 15 Desember 2020Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/breast-milk-colour-whats-normal-whats-not/ diakses 15 Desember 2020What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/breastfeeding/breast-milk-color/ diakses 15 Desember 2020Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/the-colors-of-breast-milk-431984 diakses 15 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait