logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Wanita

5 Langkah Pencegahan Kanker Serviks atau Kanker Leher Rahim

open-summary

Pencegahan kanker serviks atau kanker leher rahim bisa dilakukan dengan vaksin HPV, rutin pap smear, serta tes HPV, berhenti merokok, dan melakukan hubungan seksual dengan aman. Kanker ini paling sering disebabkan oleh infeksi virus HPV akibat perilaku seks risiko tinggi.


close-summary

2.92

(26)

30 Jul 2021

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Cara mencegah kanker serviks atau kanker leher rahim salah satunya adalah dengan vaksin HPV

Salah satu cara mencegah kanker serviks adalah dengan vaksin HPV

Table of Content

  • Langkah pencegahan kanker serviks
  • Apa penyebab terjadinya kanker serviks?

Kanker serviks tercatat sebagai salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita. Padahal kanker ini dapat dicegah dengan beberapa cara, seperti rutin menjalan pemeriksaan pap smear dan tes HPV, menerima vaksin HPV, tidak merokok, dan tidak melakukan hubungan seks berisiko. 

Advertisement

WHO mencatat setidaknya terdapat 570.000 penderita kanker serviks baru pada tahun 2018. Secara global, kanker yang sering juga disebut sebagai kanker leher rahim ini diperkirakan menjangkiti 6,6% dari total populasi wanita di seluruh dunia. Populasi yang paling umum mengidap penyakit ini adalah wanita berusia 30 hingga 45 tahun.

Langkah pencegahan kanker serviks

Pap smear dapat cegah kanker leher rahim
Pap smear rutin dapat mencegah kanker serviks

Terdapat banyak pilihan pencegahan kanker serviks yang bisa Anda terapkan, seperti: 

1. Pap smear

Tes ini dilakukan oleh dokter kandungan dengan mengambil sampel jaringan pada serviks atau leher rahim Anda. Sampel kemudian diperiksa di bawah mikroskop guna melihat ada atau tidaknya sel kanker atau sel prakanker.

Pap smear sangat disarankan bagi kaum hawa yang berusia 21 hingga 65 tahun terutama yang sudah aktif secara seksual. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan tiga tahun sekali.

2. Tes HPV

Tes ini biasanya dilakukan jika hasil Pap smear Anda menunjukkan adanya sel kanker pada leher rahim. Tes ini sangat disarankan untuk Anda yang berusia di atas 30 tahun.

Anda juga bisa melakukan kombinasi tes HPV dengan Pap smear untuk menguatkan diagnosis mengenai ada atau tidaknya kanker serviks. Walaupun demikian, tes HPV hanya mengkonfirmasi keberadaan HPV, bukan diagnosis pasti kanker serviks.

3. Vaksin HPV

Vaksin ini bisa mencegah perkembangan virus HPV 16 dan HPV 18, yang menjadi penyebab kanker serviks. Meski kanker serviks biasanya menyerang wanita usia produktif, tapi vaksin HPV sudah bisa diberikan sejak usia 11 atau 12 tahun.

4. Hindari merokok

Anda dapat mengurangi risiko terkena kanker ini dengan tidak merokok. Orang yang merokok akan lebih sulit untuk menyingkirkan infeksi virus HPV dari tubuh. Hal ini dapat memicu terjadinya kanker.

5. Lakukan hubungan seksual dengan aman

Tidak sedikit kasus kanker serviks yang terjadi berhubungan dengan infeksi virus HPV. Virus ini dapat tersebar melalui hubungan seksual. Jadi, pasangan Anda disarankan untuk menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual agar terhindar dari risiko penularan virus ini.

Baca Juga

  • Ingin Mengonsumsi Buah Kawista? Baca Ini Dulu
  • Ini 8 Efek Samping Kemoterapi yang Digunakan untuk Obati Kanker
  • Trikomonasis Akibat Keputihan, Pernahkah Anda Mendengarnya?

Apa penyebab terjadinya kanker serviks?

Hampir seluruh kasus kanker leher rahim disebabkan oleh human papilomavirus (HPV)
Kanker serviks paling banyak disebabkan oleh infeksi HPV

Hampir seluruh kasus kanker serviks disebabkan oleh human papilomavirus (HPV). HPV adalah virus yang sangat lazim berpindah dari manusia ke manusia lain lewat hubungan seksual.

Terdapat lebih dari 100 tipe virus HPV, tapi kebanyakan dari mereka tidak berbahaya. Setidaknya terdapat dua jenis HPV yang umumnya menyebabkan kanker serviks pada wanita, yakni HPV 16 dan HPV 18. 

Selain HPV, faktor-faktor risiko di bawah ini juga dianggap dapat menjadi penyebab terjadinya kanker serviks meliputi:

  • Perilaku seks bebas

Berganti-ganti pasangan seksual atau berhubungan seks sejak usia dini bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks.

  • Merokok

Wanita perokok memiliki risiko dua kali lebih besar terkena kanker serviks dibanding wanita yang tidak merokok.

  • Sistem imun yang lemah

Orang yang berisiko terkena kanker serviks biasanya memiliki penyakit yang berhubungan dengan sistem imun. Misalnya mengidap HIV atau pernah menjalani transplantasi organ yang menyebabkan pasien harus meminum obat imunosupresan yang menekan kinerja sistem imun.

  • Mengidap penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual juga bisa mempertinggi kemungkinan kaum hawa untuk mengidap kanker serviks. Contohnya, klamidia, gonorea, dan sifilis.

  • Mengalami servisitis

Servisitis adalah peradangan pada serviks. Selain penyakit menular seksual, cedera pada leher rahim, serta alat kontrasepsi (seperti diafragma atau cervical cap) bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Apabila servisitis terus terjadi tanpa diobati dengan benar, kemungkinan penderita untuk mengalami kanker serviks akan meningkat. Sebaliknya, kanker serviks juga bisa memicu terjadinya peradangan pada serviks ini.

WHO juga mencatat bahwa kanker serviks banyak terjadi di wilayah dengan kondisi sosial dan ekonomi yang rendah. Angka kematian akibat kanker ini mencapai hingga 90%. 

Prevalensi tersebut sebetulnya bisa ditekan lewat pendekatan menyeluruh. Salah satunya dengan memberikan penyuluhan yang berisi langkah-langkah pencegahan.

Dengan mengetahui faktor risiko dan penyebab kanker serviks, kaum hawa niscaya bisa lebih waspada dalam mencegah penyakit mematikan ini. Lakukan juga gaya hidup sehat, vaksin HPV, serta pemeriksaan secara berkala agar pencegahan kanker serviks lebih optimal.

Advertisement

kankerservisitispenyakit rahimpenyakit menular seksualkanker servikshpv

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved