Wanita Wajib Tahu, Ini Cara Tepat Cegah Kanker Leher Rahim

Saat sel-sel kanker berkembang biak pada serviks, kanker leher rahim pun akan terjadi
Kanker leher rahim terjadi ketika sel-sel kanker yang berkembang di leher rahim (serviks)

Kanker leher rahim, atau yang dikenal sebagai kanker serviks, tercatat sebagai salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita. Padahal kanker ini sangat mudah dicegah jika Anda mengetahui penyebabnya.

Kanker leher rahim terjadi ketika sel-sel kanker yang berkembang di leher rahim (serviks), yakni pintu masuk rahim dari vagina. Biasanya, kanker ini memengaruhi wanita usia berusia 30 hingga 45 tahun.

WHO mencatat setidaknya terdapat 570.000 penderita kanker serviks baru pada tahun 2018. Secara global, kanker leher rahim diperkirakan menjangkiti 6,6% dari total populasi wanita di seluruh dunia.

Apa penyebab terjadinya kanker leher rahim?

Hampir seluruh kasus kanker leher rahim disebabkan oleh human papilomavirus (HPV). HPV adalah virus yang sangat lazim berpindah dari manusia ke manusia lain lewat hubungan seksual.

Terdapat lebih dari 100 tipe virus HPV, tapi kebanyakan dari mereka tidak berbahaya. Setidaknya terdapat dua jenis HPV yang umumnya menyebabkan kanker leher rahim pada wanita, yakni HPV 16 dan HPV 18. 

Selain HPV, faktor-faktor risiko di bawah ini juga dianggap dapat menjadi penyebab terjadinya kanker leher rahim meliputi:

  • Perilaku seks bebas

Berganti-ganti pasangan seksual atau berhubungan seks sejak usia dini bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker leher rahim.

  • Merokok

Wanita perokok memiliki risiko dua kali lebih besar terkena kanker leher rahim dibanding wanita yang tidak merokok.

  • Sistem imun yang lemah

Orang yang berisiko terkena kanker leher rahim biasanya memiliki penyakit yang berhubungan dengan sistem imun. Misalnya mengidap HIV atau pernah menjalani transplantasi organ yang menyebabkan pasien harus meminum obat imunosupresan yang menekan kinerja sistem imun.

  • Penggunaan pil KB

Pil KB dikatakan dapat menaikkan sedikit risiko seorang wanita untuk mengalami kanker serviks.

  • Mengidap penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual juga bisa mempertinggi kemungkinan kaum hawa untuk mengidap kanker serviks. Contohnya, klamidia, gonorea, dan sifilis.

  • Mengalami servisitis

Servisitis adalah peradangan pada serviks. Selain penyakit menular seksual, cedera pada leher rahim, serta alat kontrasepsi (seperti diafragma atau cervical cap) bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Apabila servisitis terus terjadi tanpa diobati dengan benar, kemungkinan penderita untuk mengalami kanker leher rahim akan meningkat. Sebaliknya, kanker leher rahim juga bisa memicu terjadinya peradangan pada serviks ini.

WHO juga mencatat bahwa kanker leher rahim banyak terjadi di wilayah dengan kondisi sosial dan ekonomi yang rendah. Angka kematian akibat kanker ini mencapai hingga 90%. 

Prevalensi tersebut sebetulnya bisa ditekan lewat pendekatan menyeluruh. Salah satunya dengan memberikan penyuluhan yang berisi langkah-langkah pencegahan.

Apa yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kanker leher rahim?

Terdapat banyak pilihan pencegahan yang bisa Anda terapkan untuk menurunkan risiko kejadian kanker leher rahim. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Pap smear

Tes ini dilakukan oleh dokter kandungan dengan mengambil sampel jaringan pada serviks atau leher rahim Anda. Sampel kemudian diperiksa di bawah mikroskop guna melihat ada atau tidaknya sel kanker atau sel prakanker.

Pap smear sangat disarankan bagi kaum hawa yang berusia 21 hingga 65 tahun terutama yang sudah aktif secara seksual. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan tiga tahun sekali.

  • Tes HPV

Tes ini biasanya dilakukan jika hasil Pap smear Anda menunjukkan adanya sel kanker pada leher rahim. Tes ini sangat disarankan untuk Anda yang berusia di atas 30 tahun.

Anda juga bisa melakukan kombinasi tes HPV dengan Pap smear untuk menguatkan diagnosis mengenai ada atau tidaknya kanker leher rahim. Walaupun demikian, tes HPV hanya mengkonfirmasi keberadaan HPV, bukan diagnosis pasti kanker serviks.

  • Vaksin HPV

Vaksin ini bisa mencegah perkembangan virus HPV 16 dan HPV 18, yang menjadi penyebab kanker leher rahim. Meski kanker serviks biasanya menyerang wanita usia produktif, tapi vaksin HPV sudah bisa diberikan sejak usia 11 atau 12 tahun.

Anda pun bisa menjalani pemeriksaan diri secara berkala guna memastikan Anda bebas dari kanker leher rahim. Lengkapi juga usaha pencegahan kanker leher rahim dengan tips berikut:

  • Setialah pada pasangan Anda, dan jangan gonta-ganti pasangan.
  • Jaga berat badan agar tidak terlalu kurus atau terlalu gemuk.
  • Terapkan pola makan sehat dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah.
  • Jangan gunakan pil KB tanpa atau melebihi rekomendasi dari dokter.
  • Jangan merokok.

Dengan mengetahui faktor risiko dan penyebab kanker leher rahim, kaum hawa niscaya bisa lebih waspada dalam mencegah penyakit mematikan ini. Lakukan juga gaya hidup sehat, vaksin HPV, serta pemeriksaan secara berkala agar pencegahan kanker leher rahim lebih optimal.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/cervical-cancer/
Diakses pada 28 Agustus 2019

WHO. https://www.who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/cervical-cancer/en/
Diakses pada 28 Agustus 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/159821.php
Diakses pada 28 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/cancer/cervical-cancer/understanding-cervical-cancer-prevention
Diakses pada 28 Agustus 2019

E Medicine Health. https://www.emedicinehealth.com/cervicitis/article_em.htm#what_causes_cervicitis
Diakses pada 28 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed