Wanita Sering Kencing Lebih dari 8 Kali, Apa Penyebabnya?


Sebenarnya berapa kali frekuensi buang air kecil yang berlebihan? Menurut dokter urologi, sering kencing terjadi ketika frekuensinya lebih dari 8 kali dalam periode 24 jam. Sering kali terjadi pada perempuan.

(0)
04 May 2021|Azelia Trifiana
Sering kencing rentan dialami wanitaSering kencing rentan dialami wanita
Sebenarnya berapa kali frekuensi buang air kecil yang berlebihan? Menurut dokter urologi, sering kencing terjadi ketika frekuensinya lebih dari 8 kali dalam periode 24 jam. Utamanya pada perempuan. Setidaknya separuh perempuan pernah mengalami hal ini akibat infeksi saluran kemih, terutama di usia awal 20-an.Pada tiap fase kehidupannya seperti saat hamil, frekuensi buang air kecil pasti meningkat. Begitu pula ketika menopause di saat hormon estrogen menurun, sering kencing juga kerap menjadi konsekuensinya.

Penyebab sering kencing

Untuk tahu langkah penanganan yang tepat, berikut ini beberapa penyebab sering kencing:

1. Infeksi saluran kemih

Penyebab umum sering buang air kecil adalah infeksi saluran kemih. Ini terjadi saat ada bakteri yang masuk ke saluran kemih lewat uretra. Setidaknya, 50-60% perempuan akan mengalami infeksi saluran kemih 1 kali sepanjang hidupnya.Bahkan, 1/3 perempuan bisa mengalaminya sebelum usia 24 tahun dalam kondisi cukup parah hingga harus mendapatkan antibiotik.Perempuan lebih berisiko mengalami infeksi saluran kemih karena uretranya lebih pendek. Artinya, kemungkinan bakteri bisa mencapainya lebih besar. Selain itu, ada beberapa faktor risiko lain dari ISK seperti:
  • Kurang minum
  • Menahan buang air kecil terlalu lama
  • Tidak tuntas saat buang air kecil
  • Iritasi dan peradangan vagina
  • Hubungan seksual
  • Perubahan struktur sistem urinaria (seperti saat hamil)
  • Kondisi medis kronis seperti diabetes
  • Kesalahan saat membasuh vagina (dari belakang ke depan)
Gejala infeksi saluran kemih adalah sensasi terbakar saat buang air kecil, aroma urine menyengat, nyeri punggung bagian bawah, urine berdarah, demam, hingga muntah.

2. Kandung kemih overaktif

Overactive bladder adalah kumpulan gejala yang menyebabkan penderitanya buang air kecil terlalu sering, seperti:
  • Merasa mendadak ingin buang air kecil
  • Ingin buang air kecil lebih dari 2 kali di malam hari (nocturia)
  • Frekuensi kencing lebih dari 8 kali dalam sehari
Penyebab terjadinya kandung kemih overaktif beragam, mulai dari cedera, masalah saraf, kekurangan estrogen karena menopause, hingga kelebihan berat badan sehingga kandung kemih tertekan.Gejala lain yang muncul adalah ketidakmampuan menahan buang air kecil, ngompol, dan frekuensi kencing tinggi di malam hari (nocturia).

3. Sleep apnea

Saat berada dalam tahapan tidur deep sleep, tubuh memproduksi hormon antidiuretik. Artinya, tubuh menahan cairan lebih banyak sepanjang malam. Sayangnya, orang yang mengalami sleep apnea tidak bisa masuk ke tahapan deep sleep. Ditambah lagi, level oksigen pada fase ini turun drastis sehingga ginjal membuang lebih banyak cairan.

4. Kondisi medis lainnya

Selain itu, ada beberapa kondisi medis pemicu sering kencing seperti:
  • Sumbatan batu kandung kemih
  • Diabetes
  • Otot dasar panggul lemah
  • Sistitis
  • Konsumsi kopi, alkohol, dan nikotin berlebihan

Diagnosis dan penanganan frequent urination

usg
Pemeriksaan USG
Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan rangkaian pemeriksaan dengan melihat gejala, frekuensi, dan kapan terjadinya. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan sampel urine untuk tahu apakah ada infeksi, darah, atau hal abnormal lain seperti protein.Lebih jauh lagi, pemeriksaan yang bisa menjadi bahan pertimbangan dokter adalah:
  • USG kandung kemih untuk melihat tuntas tidaknya buang air kecil
  • Cystoscopy untuk melihat kondisi kandung kemih dan mengambil sampel
  • Tes kandung kemih untuk melihat bagaimana fungsinya
Kemudian, penanganan akan mengacu pada penyebab sering buang air kecil. Contohnya apabila terjadi karena infeksi, dokter akan meresepkan antibiotik yang harus dikonsumsi hingga tuntas.Selain itu, sejak dulu akupuntur kerap digunakan untuk mengatasi overactive bladder dan inkontinensia urine. Hanya saja, efektivitas akupuntur dalam menangani sering kencing masih terus diobservasi. Evaluasi ini dilakukan dengan membandingkan akupuntur dan perawatan lain.

Bisakah dicegah?

Sebelum terlambat, ada banyak cara yang bisa Anda lakukan agar tidak mengalami frekuensi buang air kecil berlebihan. Beberapa di antaranya adalah:  
  • Menghindari konsumsi alkohol, kopi, teh, tomat, jus jeruk, dan minuman dengan pemanis buatan
  • Memastikan pencernaan lancar sehingga tidak mengalami konstipasi
  • Latihan Senam Kegel untuk memperkuat otot dasar panggul
  • Memantau kecukupan asupan cairan
  • Modifikasi pola makan dengan menghindari makanan bersifat diuretik
  • Mengangkat kaki lebih tinggi dari jantung selama 1 jam saat sore hari agar kencing tidak terakumulasi sepanjang malam
Terkadang, sering kencing juga bisa terjadi seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Tubuh memproduksi lebih sedikit hormon yang mampu menahan cairan. Konsekuensinya, kandung kemih terisi lebih cepat. Kemampuan menahan urine pun tidak maksimal.Itulah mengapa orang berusia lanjut bisa lebih sering kencing di malam hari. Melakukan beberapa hal di atas bisa menjadi langkah pencegahan.Jika Anda ingin tahu lebih lanjut seputar keluhan sering kencing, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakit wanitakesehatan wanitainfeksi saluran kemih
Healthline. https://www.healthline.com/health/overactive-bladder/frequent-urination-women
Diakses pada 17 April 2021
Sultan Qaboos University Medical Journal. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3749018/
Diakses pada 17 April 2021
Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/stop-full-bladder-killing-sleep/
Diakses pada 17 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait