Wanita Perlu Waspada, Ini Penyebab Vagina Terasa Sakit

(0)
07 Aug 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Vagina terasa sakit bisa tandakan penyakit bisa juga tidakVagina terasa sakit bisa disebabkan oleh banyak hal, dari benturan hingga penyakit
Vagina terasa sakit saat menstruasi mungkin sudah biasa dialami oleh sebagian wanita. Namun, bagaimana jika rasa sakit itu terus muncul meski Anda tidak sedang haid? Tentu, hal ini akan sangat mengganggu.Rasa sakit pada vagina bisa muncul sebagai gejala berbagai penyakit seperti endometriosis hingga infeksi jamur dan bakteri. Kondisi ini juga dapat terjadi akibat cara berhubungan seksual yang terlalu keras dan gangguan saraf pada area vagina.

Penyebab vagina terasa sakit

Selain menstruasi, ada beberapa hal lainnya yang bisa menyebabkan vagina terasa sakit, seperti berikut ini:

1. Infeksi

Infeksi jamur adalah salah satu penyebab vagina terasa sakit yang paling umum. Rasa sakit yang timbul akibat kondisi ini biasanya disertai juga dengan rasa gatal, panas, dan keluarnya keputihan dengan konsistensi kental dari vagina.Selain infeksi jamur, infeksi bakteri pada vagina, bacterial vaginosis, juga dapat menjadi salah satu penyebab vagina terasa nyeri. Selain rasa nyeri, infeksi bakteri juga akan membuat vagina berbau amis, gatal, panas, dan sakit saat berhubungan seks.

2. Trauma fisik

Trauma fisik pada vagina dapat terjadi karena berbagai hal, dari yang ringan seperti akibat kesalahan dalam mencukur rambut kemaluan, hingga yang cukup berat, seperti kekerasan seksual dan proses persalinan.

3. Vagina terlalu kering

Tanpa lubrikasi atau pelumas yang cukup, berhubungan seksual bisa terasa menyakitkan. Vagina yang terlalu kering bisa membuat wanita berisiko mengalami goresan atau pengikisan pada permukaan vagina dan memicu rasa sakit yang akan bertahan cukup lama.Kurangnya cairan vagina bisa disebabkan oleh rendahnya kadar hormon estrogen. Pil kontrasepsi ataupun metode kontrasepsi hormonal lainnya adalah penyebab umum dari berkurangnya produksi estrogen di tubuh.

4. Gangguan saraf pada vagina

Vulvodynia adalah nyeri kronis yang muncul di area sekitar bukaan vagina (vulva). Kondisi ini bisa bertahan lama, setidaknya 3 bulan dan berisiko menimbulkan rasa nyeri tak tertahankan di vagina, membuat duduk dalam jangka waktu lama maupun berhubungan seks sangat sulit untuk dilakukan.Hingga saat ini, penyebab vulvodynia belum bisa diketahui secara pasti. Namun, kemungkinan besar ini berhubungan dengan saraf yang menginervasi vulva. Kerusakan saraf tersebut bisa terjadi akibat proses persalinan yang berat, operasi, saraf kejepit, hingga akibat infeksi jamur vagina yang parah.

5. Kista

Di area bukaan vagina, terdapat kelenjar bernama bartolin yang berperan untuk membantu lubrikasi. Penyumbatan pada kelenjar tersebut akan mengakibatkan kista bartolin yang menyebabkan benjolan keras disertai rasa sakit pada vagina.

6. Endometriosis

Endometriosis terjadi ketika dinding rahim tumbuh di luar rahim. Kondisi ini akan membuat pengidapnya merasa sangat kesakitan saat menstruasi dan berhubungan seks.

7. Gangguan dasar panggul

Gangguan pada dasar panggul bisa membuat vagina terasa sakit saat berhubungan seksual dan buang air. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, tapi yang paling umum adalah akibat kram pada otot di area tersebut.

8. Fibroid rahim

Firbroid rahim adalah benjolan yang tumbuh di rahim dan tidak mengarah pada kanker. Pertumbuhan benjolan ini bisa menyebabkan rasa sakit pada vagina. Namun, rasa sakit yang muncul bukanlah rasa sakit yang tajam, melainkan rasa seperti tertekan sesuatu yang berat dalam jangka waktu lama.

9. Adenomyosis

Adenomyosis sebenarnya adalah kondisi yang menyerupai endometriosis. Hanya saja pada adenomyosis, jaringan rahim tidak tumbuh di luar rahim, melainkan di dinding otot rahim.Selain rasa sakit pada vagina, kondisi ini juga bisa sebabkan kram hebat saat menstruasi dan nyeri saat berhubungan seksual.

Mengatasi vagina terasa sakit

Karena penyebabnya berbeda-beda, maka perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi vagina yang teras sakit pun bisa beragam, seperti berikut ini.

• Pemberian obat-obatan

Jika rasa sakit disebabkan oleh infeksi, dokter akan meresepkan obat-obatan. Pada infeksi bakteri, dokter akan meresepkan obat antibiotik. Sementara itu pada infeksi jamur, dokter akan meresepkan obat antijamur.Dokter juga dapat meresepkan salep yang bisa bantu mengurangi rasa nyeri, seperti salep lidocaine untuk dioleskan ke vagina. Jika rasa nyeri juga disertai dengan pembengkakan, rasa panas, dan iritasi, dokter akan meresepkan krim berisi krim steroid topikal.

• Operasi

Pada kondisi yang lebih parah, dokter dapat merekomendasikan operasi sebagai jalan untuk mengatasi rasa nyeri pada vagina. Biasanya perawatan ini dipilih untuk kondisi vulvodynia. Semakin cepat perawatan dimulai, maka rasa sakit pada vagina akan semakin cepat hilang. Untuk memeriksakan vagina terasa sakit, Anda bisa konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin.
vagina gatalkandidiasis vaginakesehatan vagina
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/vulvodynia/
Diakses pada 24 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vulvodynia/symptoms-causes/syc-20353423
Diakses pada 24 Juli 2020
Health. https://www.health.com/condition/sexual-health/vagina-pain-0
Diakses pada 24 Juli 2020
Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/pain-down-there-5-reasons-your-vagina-hurts/
Diakses pada 24 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/vaginal-pain
Diakses pada 24 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326977
Diakses pada 24 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait