Wajib Tahu, 11 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Dipakai Bersamaan


Retinol dan AHA/BHA, retinol dan benzoil peroksida, AHA/BHA dan niacinamide merupakan beberapa kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan karena dapat mengurangi khasiat masing-masing zat aktifnya. Meski demikian, ada pula kandungan skincare yang dapat digunakan secara berbarengan.

0,0
Ada berbagai kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan karena dapat mengurangi khasiat masing-masing zat aktifnyaPenggunaan skincare berlapis seringkali dilakukan untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit wajah
Banyak orang menggunakan produk perawatan kulit atau skincare berlapis untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit wajahnya. Namun, ada beberapa kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan. Padahal, Anda sebaiknya menghindari penggunaan lebih dari satu kandungan bahan skincare secara bersamaan.
Adapun kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan adalah sebagai berikut:
  • Retinol dan AHA/BHA;
  • Retinol dan benzoyl peroxide;
  • Retinol dan asam salisilat;
  • Retinol dan vitamin C;
  • AHA/BHA dan vitamin C;
  • Vitamin C dan niacinamide;
  • Oil-based dan water-based;
  • Kandungan skincare dari bahan aktif sama;
  • BHA dan benzoyl peroxide;
  • AHA/BHA dan niacinamide;
  • Vitamin C dan benzoil peroksida.
Alih-alih membuat kulit wajah semakin sehat dan cantik, salah satu kesalahan dalam menggunakan skincare ini justru dapat meningkatkan risiko kulit iritasi, efek samping, hingga mematikan manfaat kandungan skincare yang digunakan.Simak penjelasan selengkapnya mengenai kandungan skincare yang tidak boleh dicampur di bawah ini.

Kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan

Untuk memaksimalkan penggunaan produk perawatan wajah, banyak orang menggunakan skincare lebih dari satu di saat bersamaan. Akan tetapi, Anda tidak boleh asal dalam menerapkannya. Sebab, ada beberapa jenis kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan, seperti:

1. Retinol dan AHA/BHA

Salah satu kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan adalah retinol dengan AHA dan BHA.Retinol, alpha hydroxy acid/AHA (termasuk asam glikolat, asam laktat), dan beta hydroxy acid/BHA adalah tiga bahan skincare yang ampuh mengatasi berbagai masalah kulit. Jerawat, kulit kusam, penumpukan sel-sel kulit mati, hingga tanda-tanda penuaan, dapat diatasi dengan ketiga kandungan skincare ini. Namun, ketiga kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan ini perlu dipatuhi. Pasalnya, dapat berisiko membuat kulit kemerahan, mengelupas, hingga iritasi. Terutama bila dilakukan pada kulit wajah kombinasi.
retinol dan AHA/BHA adalah kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan
Beberapa produk skincare penggunaannya tidak boleh digunakan bersamaan
Baik retinol dan AHA/BHA adalah bahan skincare yang mirip satu sama lain, yaitu untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan mempercepat regenerasi kulit. Nah, bila digunakan secara bersamaan, maka kulit Anda mengalami eksfoliasi berlebihan.Akan tetapi, Anda tidak perlu menyudahi penggunaan salah satu dari kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan ini. Sebab, Anda masih bisa menggunakannya secara bergantian.Misalnya, memakai produk yang mengandung AHA/BHA pada pagi hari, sedangkan skincare yang mengandung retinol pada malam hari.Anda bisa pula menggunakannya secara berselang, seperti produk skincare AHA/BHA pada hari Senin, lalu skincare retinol pada hari Selasa, dan seterusnya.

2. Retinol dan benzoyl peroxide

Kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan berikutnya adalah retinol dan benzoyl peroxide. Bagi Anda yang memiliki masalah kulit, seperti jerawat, mungkin sudah tidak asing lagi dengan kedua produk perawatan kulit ini. Pasalnya, baik retinol dan benzoil peroksida dikenal dapat mengobati jerawat. Tak ayal bila banyak orang yang menggunakan produk skincare yang mengandung dua bahan aktif ini secara berdampingan untuk memaksimalkan proses pengobatan jerawat.
Retinol dan asam salisilat adalah kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan
Penggunaan retinol dan asam salisilat bersamaan bisa membuat kulit kering
Akan tetapi, retinol dan benzoyl peroxide adalah dua kandungan skincare yang tidak boleh dicampur penggunaannya.  Apabila digunakan secara berbarengan, beberapa orang mungkin akan mengalami kulit kering, kemerahan, dan mengelupas.Selain itu, menurut beberapa hasil penelitian, penggunaan keduanya secara bersamaan dapat mematikan khasiat zat aktif satu sama lain.Alhasil, kedua bahan aktif ini menjadi tidak bermanfaat dan jerawat Anda tidak kunjung sembuh. Untuk mengakalinya, sebaiknya gunakan benzoyl peroxide pada siang hari dan retinol pada malam hari.

3. Retinol dan asam salisilat

Kandungan skincare yang tidak boleh dicampur lainnya adalah retinol dan salicyclic acid.Retinol adalah turunan dari vitamin A yang berfungsi merangsang pergantian sel-sel kulit mati, meningkatkan produksi kolagen, dan mengurangi tanda-tanda penuaan. Sedangkan, manfaat salicyclic acid adalah membantu meregenerasi kulit dan mengobati jerawat. Baik retinol dan salicyclic acid dapat menyebabkan kulit kering apabila digunakan secara sendiri-sendiri. Jika zat bahan skincare dipakai secara bersamaan maka dapat berisiko menimbulkan masalah kulit. Misalnya, kulit semakin kering, iritasi, mengelupas, bahkan memperburuk kulit Anda yang berjerawat.Alternatifnya, gunakan skincare yang mengandung asam salisilat atau salicyclic acid pada pagi hari dan retinol pada malam hari.Anda mungkin bisa menggunakan bahan skincare ini secara bersamaan bila mendapat rekomendasi dan dosis yang tepat dari dokter spesialis kulit.

4. Retinol dan vitamin C

Retinol dan vitamin C sering kali menjadi kandungan produk perawatan kulit yang digunakan berlapis. Kedua bahan skincare ini bertujuan untuk mengurangi kerutan dan noda hitam di wajah serta meratakan tekstur kulit.Faktanya, retinol dan vitamin C adalah kandungan skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan. Retinol dan vitamin C sejatinya bekerja pada lingkungan pH yang berbeda.
Retinol dan vitamin C adalah kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan
Retinol dan vitamin C bertujuan mengurangi kerutan
Retinol bekerja dalam kadar pH yang lebih tinggi (basa), sedangkan vitamin C diformulasikan pada lingkungan pH lebih rendah (asam). Ketika digunakan secara bersamaan, retinol dan vitamin C tidak dapat bekerja secara optimal.Jika ingin tetap menggunakan skincare yang mengandung retinol dan vitamin C, sebaiknya gunakan skincare dengan kandungan vitamin C pada siang hari. Hal tersebut bertujuan untuk melindungi kulit dari paparan polusi dan sinar ultraviolet (UV). Kemudian, gunakan produk skincare retinol di malam hari.

5. AHA/BHA dan vitamin C

AHA/BHA dan vitamin C juga menjadi kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan.Alih-alih membuat kulit tampak halus dan cerah, penggunaan AHA dan BHA dan vitamin C secara berlapis justru berisiko menyebabkan iritasi serta menurunkan khasiat masing-masing kandungan skincare ini.Vitamin C mengandung banyak antioksidan yang melindungi kulit. Jika Anda menggabungkannya dengan AHA maka dapat mengubah pH yang terdapat pada vitamin C. Akibatnya, fungsi antioksidan di dalamnya bisa hilang.Sebaiknya, gunakan skincare yang mengandung vitamin C pada siang hari. Lalu, gunakan produk skincare AHA/BHA pada malam hari agar khasiatnya lebih efektif di kulit.

6. Vitamin C dan niacinamide

Kandungan skincare vitamin C dan niacinamide penting untuk mengatasi masalah hiperpigmentasi, mengurangi kemerahan pada kulit, dan meratakan warna kulit.Akan tetapi, banyak ahli yang berpendapat kalau vitamin C dan niacinamide merupakan kandungan skincare yang tidak boleh dicampur penggunaannya.Gagasan bahwa vitamin C tidak dapat digabung dengan niacinamide berasal dari hasil studi terdahulu pada awal 1960-an.Studi tersebut menunjukkan vitamin C tidak dapat digabung dengan niacinamide karena saat itu, peneliti menggunakan formula dari kedua bahan yang tidak stabil.Selain itu, sejumlah ahli berpendapat bila dipakai secara berbarengan atau layering, vitamin C dan niacinamide dapat saling mengurangi keefektifan masing-masing zat aktif.Penggunaan vitamin C dan niacinamide secara bersamaan juga diduga dapat meningkatkan risiko kulit kemerahan dan membuat warna kulit tidak merata.Meski reaksi yang mungkin terjadi berbeda-beda pada setiap orang, tak ada salahnya bila Anda menggunakan vitamin C dan niacinamide pada waktu yang berbeda. Misalnya, niacinamide pada pagi hari dan serum vitamin C pada malam hari.

7. Oil-based dan water-based

Saat memilih dan membeli produk skincare, Anda tentu mengenal tekstur oil-based (berbahan dasar minyak) dan water-based (berbahan dasar air).Seperti yang diketahui bahwa kedua zat ini tidak dapat disatukan, begitu pula dalam hal perawatan wajah. Formula skincare oil-based dapat menghalangi produk skincare water-based dalam penyerapan ke kulit.

8. Kandungan skincare berbeda dari bahan aktif sama

Kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan berikutnya juga berasal dari bahan aktif yang sama.Misalnya, menggunakan lebih dari satu produk skincare atau obat jerawat yang mengandung benzoyl peroxide.Selain itu, menerapkan masker wajah dengan asam glikolat dan diakhiri menggunakan krim wajah mengandung asam mandelat atau mandelic acid (zat ini berasal dari bahan aktif sama, yaitu AHA). 
kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan adalah berasal dari bahan aktif yang sama
Kandungan skincare yang berasal dari bahan aktif sama bisa mengiritasi kulit
Pasalnya, dapat berisiko meningkatkan reaksi iritasi pada kulit. Meski demikian, kondisi ini belum tentu terjadi pada setiap orang. Sebagian orang mungkin mendapatkan hasil yang diinginkan saat menggunakannya secara bersamaan.Sedangkan, pada beberapa orang lainnya justru bisa menimbulkan iritasi, kulit kemerahan, dan mengelupas.Jika demikian kondisi yang Anda alami, sebaiknya hentikan penggunaan produk skincare yang mengandung bahan-bahan tersebut dan segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulitDengan demikian, dokter dapat memberikan penanganan dan rekomendasi produk perawatan kulit yang tepat.

9. BHA dan benzoyl peroxide

Beta hydroxy acids atau yang dikenal dengan BHA berfungsi untuk mengeksfoliasi kulit. Akan tetapi, jangan sampai Anda menggabungkan kandungan skincare yang mengandung BHA dengan benzoyl peroxidePasalnya, kedua bahan ini dapat memicu jerawat aktif dan iritasi bila dipakai bersamaan.

10. AHA/BHA dan niacinamide

Niacinamide tidak boleh digabung dengan kandungan skincare yang bersifat asam. Kandungan bahan aktif bersifat asam termasuk AHA dan BHA. Niacinamide tidak boleh digabung dengan AHA dan BHA karena dapat mengurangi kinerja kedua kandungan bersifat asam. Alhasil, hasil eksfoliasi dari kedua senyawa tersebut tidak dapat berjalan optimal, serta kulit menjadi iritasi karenanya.Begitu pula bila ingin menggunakan niacinamide dan salicylic acid (golongan BHA) secara berbarengan. Penggunaan niacinamide yang dilanjutkan dengan salicylic acid terlalu cepat dapat meningkatkan kadar pH asam salisilat. Akibatnya, kedua kandungan skincare menjadi tidak efektif serta menyebabkan kulit kemerahan dan sensasi panas di kulit. Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, setelah mengoleskan skincare mengandung salicylic acid sebaiknya tunggu selama 30 menit terlebih dulu agar kadar pH kulit mendekati normal. Kemudian, baru gunakan niacinamide.

11. Vitamin C dan benzoil peroksida

Vitamin C dan benzoil peroksida merupakan kandungan skincare yang tidak boleh dicampur pemakaiannya. Sebab, bisa membuat efektivitas kedua zat bekerja tidak maksimal. Benzoil peroksida bisa berisiko mengoksidasi vitamin C. Sebaiknya, gunakan vitamin C dan benzoil peroksida secara selang-seling pada hari yang berbeda. Misalnya, pakai serum vitamin C pada hari Senin, lalu oleskan benzoil peroksida pada hari Selasa, dan seterusnya.Baca Juga: Urutan Pemakaian Skincare Pagi dan Malam Hari yang Tepat

Kandungan skincare yang boleh digunakan bersamaan

Walaupun ada beberapa jenis kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan, Anda tak perlu khawatir. Pasalnya, masih ada sejumlah kandungan skincare yang dapat digunakan bersamaan, seperti:

1. Retinol dan hyaluronic acid

Ada beberapa kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan
Retinol dan asam hialuronat bisa digunakan bersamaan
Seiring bertambahnya usia, Anda membutuhkan produk skincare yang mengandung retinol atau retinoid.Retinol berfungsi untuk mencegah penyumbatan pori-pori, mengeksfoliasi kulit, meningkatkan produksi kolagen, mempercepat regenerasi kulit, hingga melembutkan kulit.Namun, pada awal-awal penggunaan skincare yang mengandung retinol, kulit Anda mungkin akan terasa kering.Oleh sebab itu, Anda disarankan untuk memakai skincare dengan hyaluronic acid untuk menghidrasi kulit dan mencegah timbulnya iritasi akibat penggunaan retinol.

2. AHA (asam glikolat) dan BHA (asam salisilat)

Jika memiliki jenis kulit berjerawat, Anda mungkin akan menggunakan berbagai produk skincare yang mengandung AHA (seperti asam glikolat), BHA (asam salisilat), dan benzoyl peroxide.Penggunaan AHA dan BHA secara berbarengan dapat memaksimalkan pengelupasan kulit serta mempercepat penyerapan benzoyl peroxide ke dalam kulit secara efektif. Sebab, kedua zat ini bekerja pada lapisan kulit yang berbeda.

3. Vitamin C dan vitamin E

Vitamin C dan vitamin E adalah salah satu kombinasi kandungan skincare yang boleh digunakan bersamaan.Baik vitamin C dan vitamin E mengandung antioksidan yang dapat membantu menutrisi dan memperbaiki sel-sel kulit, terutama kulit wajah yang mulai menua dan kehilangan elastisitasnya.Vitamin C dapat merangsang produksi kolagen, mengurangi kerutan, dan melindungi kulit dari paparan polusi dan sinar UV. Sementara itu, fungsi vitamin E untuk kulit dapat mencegah radikal bebas dan mengurangi tanda-tanda penuaan.

4. Niacinamide dan ceramide

Niacinamide dan ceramide juga menjadi dua kandungan skincare yang dapat digunakan bersamaan. Niacinamide dapat membantu mengecilkan pori-pori dan memperbaiki tekstur kulit. Sementara itu, ceramide berfungsi untuk meningkatkan fungsi lapisan kulit dan meningkatkan kelembapan. Jika digunakan berbarengan, manfaat keduanya dapat membuat kulit Anda terasa lembut, cerah bercahaya, serta warna kulit tampak merata.

5. Retinol dan peptide

Anda dapat menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung retinol dan peptide secara berlapis. Retinol bekerja dengan meningkatkan produksi kolagen. Bila dilanjutkan dengan penggunaan skincare mengandung peptide sesudahnya, dapat meningkatkan penyerapan kandungan peptide secara maksimal. 
Kandungan skincare yang boleh dipakai bersamaan
Gunakan serum retinol dulu baru lanjutkan dengan skincare peptide
Selain itu, skincare mengandung peptida biasanya mengandung banyak emolien, yakni zat yang kerap ditemukan dalam pelembap, sehingga dapat membantu melawan risiko iritasi kulit yang kerap timbul setelah menggunakan retinol. Kulit juga akan terasa kencang maksimal. Kuncinya, gunakan produk mengandung retinol terlebih dahulu, lalu lapisi dengan skincare mengandung peptideMeski demikian, penggunaan keduanya secara bersamaan akan terasa maksimal bila digunakan oleh pemilik kulit berminyak dan kulit kombinasi. Kulit kering dan kulit sensitif sebaiknya perlu berhati-hati karena dapat meningkatkan risiko iritasi dan kulit semakin kering.Selain retinol, peptida juga dapat digunakan bersamaan dengan niacinamide.

Itulah berbagai kandungan skincare yang boleh dan tidak boleh dicampur atau digunakan secara bersamaan. Perlu diketahui bahwa setiap jenis kulit setiap orang berbeda-beda sehingga penggunaan kandungan skincare tertentu secara bersamaan bisa menimbulkan efek yang berbeda pula.Bila Anda ingin menggunakan produk skincare berlapis, sebaiknya cermati setiap kandungan yang terdapat di dalamnya, lalu sesuaikan dengan jenis dan masalah kulit Anda.Anda pun bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit terlebih dahulu guna mengetahui kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan.Dengan ini, kesalahan dalam menggunakan skincare dapat dihindari dan manfaat dari setiap kandungan produk perawatan kulit bisa didapat secara optimal.Jika Anda masih ingin tahu lebih banyak seputar kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan, serta mana yang tepat untuk kulit Anda, tanyakan langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQCaranya, download sekarang di App Store dan Google Play. Gratis!
perawatan kulitproduk kecantikanperawatan wajahkulit sehatkulit dan kecantikan
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/skin-beauty/skin-care-ingredient-combinations-that-dont-mix/
Diakses pada 15 Mei 2020
Total Beauty. https://www.totalbeauty.com/content/slideshows/mixing-skin-care-products-200315/
Diakses pada 15 Mei 2020
The Healthy. https://www.thehealthy.com/beauty/face-body-care/skin-care-ingredients-you-shouldnt-mix/
Diakses pada 15 Mei 2020
Dermstore. https://www.dermstore.com/blog/best-skin-care-ingredients-pairing/
Diakses pada 15 Mei 2020
Beauty Bay. https://www.beautybay.com/edited/skincare-ingredients-you-should-never-mix/
Diakses pada 15 Mei 2020
Byrdie. https://www.byrdie.com/niacinamide-and-vitamin-c-4845348
Diakses pada 17 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/ingredients-that-work-well-together#the-retinol-combo
Diakses pada 17 Maret 2021
Today. https://www.today.com/shop/skin-care-mix-ingredients-t224491
Diakses pada 7 Desember 2021
Real Simple. https://www.realsimple.com/beauty-fashion/skincare/mixing-skincare-ingredients
Diakses pada 7 Desember 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait