Wajib Tahu, Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Dicampur

(0)
Ada berbagai kandungan skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan karena dapat mengurangi khasiat masing-masing zat aktifnyaBanyak perempuan menggunakan produk perawatan kulit atau skincare berlapis untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit wajahnya
Banyak perempuan menggunakan produk perawatan kulit atau skincare berlapis untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit wajahnya. Padahal, Anda sebaiknya menghindari penggunaan lebih dari satu kandungan produk perawatan kulit. Pasalnya, ternyata ada beberapa kandungan skincare yang tidak boleh dicampur atau digunakan bersamaan.

Kandungan skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan

retinol dan AHA/BHA adalah produk skincare yang tidak boleh dicampur
Beberapa produk skincare penggunaannya tidak boleh digunakan bersamaan
Untuk memaksimalkan perawatan kulit wajah, banyak perempuan menggunakan produk perawatan kulit atau skincare lebih dari satu di saat bersamaan.Akan tetapi, Anda tidak boleh asal dalam menerapkannya. Sebab, ada beberapa jenis kandungan skincare yang justru tidak boleh digunakan bersamaan.Alih-alih membuat kulit wajah semakin sehat dan cantik, jika diterapkan bersamaan, kandungan skincare ini justru dapat meningkatkan risiko kulit iritasi hingga mematikan manfaat kandungan skincare tersebut.Lantas, apa saja kandungan skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

1. Retinol dan AHA/BHA

Retinol, alpha hydroxy acid/AHA (termasuk asam glikolat, asam laktat), dan beta hydroxy acid/BHA, merupakan tiga kandungan skincare yang ampuh mengatasi berbagai masalah kulit, seperti jerawat, kulit kusam, mengangkat sel-sel kulit mati, hingga tanda-tanda penuaan.Sayangnya, ketiga kandungan skincare tersebut tidak boleh digunakan bersamaan karena dapat berisiko membuat kulit menjadi kemerahan, mengelupas, hingga iritasi. Terutama bila dilakukan pada kulit wajah kombinasi. Baik retinol dan AHA/BHA memiliki fungsi yang mirip satu sama lainnya, yaitu untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan mempercepat regenerasi kulit.Nah, bila digunakan secara bersamaan maka dapat menyebabkan kulit jadi eksfoliasi berlebihan.Namun, Anda tidak perlu menyudahi penggunaan salah satu kandungan skincare ini. Sebab, Anda masih bisa menggunakannya secara bergantian.Misalnya, memakai produk yang mengandung AHA/BHA pada pagi hari, sedangkan skincare yang mengandung retinol pada malam hari.Atau Anda bisa pula menggunakannya secara berselang, seperti produk skincare AHA/BHA pada hari Senin, lalu skincare retinol pada hari Selasa, dan seterusnya.

2. Retinol dan benzoil peroksida

Bagi Anda yang memiliki kulit berjerawat, mungkin sudah tidak asing lagi dengan produk perawatan kulit yang mengandung retinol dan benzoyl peroxide.Kedua jenis kandungan skincare tersebut dikenal dapat mengobati jerawat. Tak ayal bila banyak orang yang menggunakan produk skincare dengan kandungan retinol dan benzoyl peroxide secara berdampingan untuk memaksimalkan proses pengobatan jerawat.Padahal, retinol dan benzoyl peroxide adalah kandungan skincare yang tidak boleh dicampur.  Pada beberapa orang, apabila digunakan secara berbarengan membuat kulit menjadi kering, kemerahan, dan mengelupas.Selain itu, menurut beberapa hasil penelitian, penggunaan keduanya secara bersamaan dapat mematikan khasiat zat aktif satu sama lain.Alhasil, kedua bahan aktif ini menjadi tidak bermanfaat dan jerawat Anda tidak sembuh. Untuk mengakalinya, sebaiknya gunakan benzoyl peroxide pada siang hari dan retinol pada malam hari.

3. Retinol dan asam salisilat

Kandungan skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan berikutnya adalah retinol dan salicyclic acid.Retinol merupakan turunan dari vitamin A yang berfungsi merangsang pergantian sel-sel kulit mati, meningkatkan produksi kolagen, dan mengurangi tanda-tanda penuaan.Sedangkan, salicyclic acid adalah kandungan skincare yang bertujuan meregenerasi kulit dan mengobati jerawat. Baik retinol dan salicyclic acid dapat menyebabkan kulit kering apabila digunakan secara sendiri-sendiri.Nah, jika zat aktif ini dipakai secara bersamaan maka dapat berisiko menimbulkan masalah kulit, seperti kulit semakin kering, iritasi, mengelupas, bahkan memperburuk jenis kulit Anda yang berjerawat.Alternatifnya, gunakan skincare yang mengandung asam salisilat atau salicyclic acid pada pagi hari dan retinol pada malam hari.Anda mungkin bisa menggunakan kandungan skincare ini secara bersamaan bila mendapat rekomendasi dan dosis yang tepat dari dokter spesialis kulit.

4. Retinol dan vitamin C

Retinol dan vitamin C adalah kandungan skincare yang tidak boleh dicampur
Retinol dan vitamin C bertujuan mengurangi kerutan
Retinol dan vitamin C seringkali menjadi kandungan produk perawatan kulit yang digunakan berlapis untuk mengurangi kerutan dan noda hitam di wajah serta meratakan tekstur kulit.Padahal, kedua kandungan skincare tersebut tidak boleh digunakan bersamaan. Retinol dan vitamin C sejatinya bekerja pada lingkungan pH yang berbeda.Retinol bekerja dalam kadar pH yang lebih tinggi (basa), sedangkan vitamin C diformulasikan pada lingkungan pH lebih rendah (asam). Jadi, ketika digunakan secara bersamaan, retinol dan vitamin C tidak dapat bekerja secara optimal.Jika ingin tetap menggunakan skincare yang mengandung retinol dan vitamin C, sebaiknya gunakan skincare dengan kandungan vitamin C pada siang hari yang bertujuan untuk melindungi kulit dari paparan polusi dan sinar ultraviolet (UV). Kemudian, aplikasikan produk skincare retinol di malam hari.

5. AHA/BHA dan vitamin C

AHA/BHA dan vitamin C juga menjadi kandungan skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan.Alih-alih membuat kulit tampak halus dan cerah, penggunaan AHA/BHA dan vitamin C secara berlapis justru berisiko menyebabkan iritasi serta menurunkan khasiat masing-masing kandungan skincare ini.Vitamin C mengandung banyak antioksidan yang melindungi kulit, sedangkan AHA/BHA berfungsi untuk mengeksfoliasi kulit.Jadi, sebaiknya gunakan skincare yang mengandung vitamin C pada siang hari, lalu produk skincare AHA/BHA bisa Anda gunakan pada malam hari agar khasiatnya lebih efektif di kulit.

6. Vitamin C dan niacinamide

Kandungan skincare vitamin C dan niacinamide memiliki efek positif untuk mengatasi masalah pigmentasi, mengurangi kemerahan pada kulit, dan meratakan warna kulit.Akan tetapi, keduanya tidak dapat digunakan secara berlapis. Sebab, jika dipakai secara bersamaan dapat mengurangi keefektifan masing-masing zat aktif ini.Selain itu, penggunaan vitamin C dan niacinamide secara bersamaan dapat meningkatkan risiko kulit kemerahan dan menimbulkan jerawat.

7. Oil-based dan water-based

Saat memilih dan membeli produk skincare, Anda tentu mengenal tekstur oil-based (berbahan dasar minyak) dan water-based (berbahan dasar air).Seperti yang diketahui bahwa kedua zat ini tidak dapat disatukan, begitu pula dalam hal perawatan wajah. Formula skincare oil-based dapat menghalangi produk skincare water-based dalam penyerapan ke kulit.

8. Kandungan skincare yang berasal dari bahan aktif sama

Kandungan skincare yang berasal dari bahan aktif sama juga tidak disarankan untuk digunakan bersamaan. Misalnya, menggunakan lebih dari satu produk skincare atau obat jerawat yang mengandung benzoyl peroxide.Selain itu, menerapkan masker wajah dengan asam glikolat dan diakhiri menggunakan krim wajah mengandung asam mandelat atau mandelic acid (zat ini berasal dari bahan aktif sama, yaitu AHA atau asam hidroksi alfa). Sebab, hal ini dapat berisiko meningkatkan reaksi iritasi pada kulit.Meski demikian, kondisi ini belum tentu terjadi pada setiap orang. Sebagian orang mungkin mendapatkan hasil yang diinginkan saat menggunakannya secara bersamaan.Sementara, pada beberapa orang lainnya justru bisa menimbulkan iritasi, kulit kemerahan, dan mengelupas.Jika demikian kondisi yang Anda alami, sebaiknya hentikan penggunaan produk skincare yang mengandung bahan-bahan tersebut dan segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan penanganan dan rekomendasi produk perawatan kulit yang tepat.

9. BHA dan benzoyl peroxide

Beta Hydroxy Acids atau yang dikenal dengan BHA berfungsi untuk mengeksfoliasi kulit.Tetapi, jangan sampai Anda menggabungkan produk skincare yang mengandung BHA dengan produk skincare yang mengandung benzoyl peroxide. Pasalnya, kedua bahan ini dapat memicu jerawat aktif dan iritasi.

Apa saja kandungan skincare yang boleh digunakan bersamaan?

Ada beberapa produk skincare yang tidak boleh dicampur
Retinol dan asam hialuronat bisa digunakan bersamaan
Walaupun ada beberapa jenis kandungan skincare yang tidak boleh digunakan bersamaan, Anda tak perlu khawatir. Pasalnya, masih ada sejumlah kandungan bahan aktif dalam skincare yang dapat digunakan secara berlapis. Apa sajakah itu?

1. Retinol dan asam hialuronat

Seiring bertambahnya usia, Anda membutuhkan produk skincare yang mengandung retinol atau retinoid.Retinol berfungsi untuk mencegah penyumbatan pori-pori, mengeksfoliasi kulit, meningkatkan produksi kolagen, mempercepat regenerasi kulit, hingga melembutkan kulit.Namun, pada awal-awal penggunaan skincare yang mengandung retinol, kulit Anda mungkin akan terasa kering.Oleh sebab itu, Anda disarankan untuk memakai skincare dengan asam hialuronat untuk menghidrasi kulit dan mencegah timbulnya iritasi akibat penggunaan retinol.

2. AHA (asam glikolat) dan BHA (asam salisilat)

Jika memiliki jenis kulit berjerawat, Anda mungkin akan menggunakan berbagai produk skincare yang mengandung AHA (seperti asam glikolat), BHA (asam salisilat), dan benzoil peroksida.Kedua zat aktif, AHA dan BHA, dapat mengeksfoliasi kulit serta membantu mempercepat penyerapan benzoil peroksida ke dalam kulit secara efektif.

3. Vitamin C dan vitamin E

Vitamin C dan vitamin E adalah salah satu kombinasi kandungan skincare yang boleh digunakan bersamaan.Baik vitamin C dan vitamin E mengandung antioksidan yang dapat membantu menutrisi dan memperbaiki sel-sel kulit, terutama kulit wajah yang mulai menua dan kehilangan elastisitasnya.Vitamin C dapat merangsang produksi kolagen, mengurangi kerutan, dan melindungi kulit dari paparan polusi dan sinar UV. Sedangkan, vitamin E dapat mencegah radikal bebas dan mengurangi tanda-tanda penuaan.Nah, itulah berbagai kandungan skincare yang boleh dan tidak boleh dicampur atau digunakan secara bersamaan. Bila Anda ingin menggunakan produk skincare yang berlapis, sebaiknya cermati setiap kandungan yang terdapat di dalamnya.Anda pun bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit terlebih dahulu guna mendapatkan rekomendasi kandungan skincare yang boleh dan tidak boleh dicampur atau digunakan bersamaan.Dengan ini, manfaat dari setiap kandungan produk perawatan kulit tersebut bisa didapat secara optimal sehingga wajah Anda akan tampak cantik dan sehat.
perawatan kulitproduk kecantikanperawatan wajah
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/skin-beauty/skin-care-ingredient-combinations-that-dont-mix/
Diakses pada 15 Mei 2020
Total Beauty. https://www.totalbeauty.com/content/slideshows/mixing-skin-care-products-200315/
Diakses pada 15 Mei 2020
The Healthy. https://www.thehealthy.com/beauty/face-body-care/skin-care-ingredients-you-shouldnt-mix/
Diakses pada 15 Mei 2020
Dermstore. https://www.dermstore.com/blog/best-skin-care-ingredients-pairing/
Diakses pada 15 Mei 2020
Beauty Bay. https://www.beautybay.com/edited/skincare-ingredients-you-should-never-mix/
Diakses pada 15 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait