Wajib Tahu, Cara Membuat Oralit dengan Takaran yang Tepat

Saat diare, Anda dapat membuat oralit sendiri dengan cara mencampur gula dan garam dengan 1 liter air minum
Jangan sembarangan membuat oralit dengan mencampur gula dan garam ke dalam segelas air ketika ada yang mengalami diare

Salah satu obat diare alami yang paling terjangkau namun tidak mengurangi efektivitasnya adalah oralit. Cara membuat oralit yang telah lama digunakan oleh nenek moyang kita: mencampur gula dan garam dengan air putih. Tapi ingat, komposisi bahan-bahan oralit harus sesuai aturan.

Artinya, jangan sembarangan membuat oralit dengan mencampur gula dan garam secukupnya ke dalam segelas air ketika ada yang mengalami diare. Ada komposisi yang harus diikuti agar oralit atau oral rehydration solution ini bisa efektif menghentikan diare.

Panduan cara membuat oralit

Dengan rehidrasi seperti memberikan oralit, idealnya diare bisa sembuh dengan sendirinya setelah 3 hari. Sebenarnya, yang berbahaya saat seseorang menderita diare bukanlah berapa kali frekuensi harus BAB ke toilet, tapi risiko tubuh mengalami dehidrasi.

Jadi, bisa saja frekuensi diare tidak terlalu sering, tetapi tetap mengalami dehidrasi karena banyaknya cairan yang keluar dari tubuh setiap kali BAB.

Oralit dapat mengganti cairan yang hilang saat diare dengan cepat. Berikut ini panduan cara membuat oralit:

  • Bahan

6 sendok teh gula, ½ sendok teh garam, 1 liter air

  • Cara

Pertama, pastikan gelas dan sendok yang digunakan untuk membuat cairan oralit benar-benar bersih. Apabila telah lama ada di rak, cuci sekali lagi di bawah air mengalir.

Siapkan 1 liter air dalam wadah yang steril. Kemudian, tambahkan 6 sendok teh gula dan ½ sendok teh garam. Terkadang ada juga oralit atau ORS dalam bentuk sachet yang siap pakai.

Kemudian, masukkan ke dalam botol dan berikan kepada penderita diare.

Idealnya, setiap anak atau orang dewasa memerlukan sedikitnya 250 ml air racikan oralit seusai diare atau BAB. Jumlah oralit 250 ml ini tentu saja bisa bertambah menyesuaikan dengan usia penderita diare.

Apabila setelah waktu 3-4 hari diare tidak kunjung membaik bahkan semakin parah, segera berobat ke dokter. Kenali juga tanda-tanda ketika seseorang mengalami dehidrasi, seperti cepat haus, mata cekung, dan tampak lemas.

Untuk anak yang masih berusia di bawah 6 bulan dan masih berada di fase ASI eksklusif, berikan ASI sesering mungkin. Nutrisi dari ASI dapat membantu menenangkan saluran cerna bayi.

Mengatasi penyakit diare

Diare terjadi ketika ada infeksi bakteri, alergi makanan, keracunan, atau masalah lain di saluran pencernaan seseorang. Wajar apabila penderita diare cenderung merasa tidak nafsu makan karena harus terus menerus ke toilet. Meski demikian, tetap penting memberikan nutrisi pada tubuh.

Cari jenis makanan yang bisa mengganti nutrisi dan cairan tubuh setelah sebelumnya hilang akibat diare. Salah satu yang biasa direkomendasikan oleh orangtua adalah makanan BRAT: Banana (pisang), Rice (nasi), Apple sauce (saus apel), dan Toast (roti panggang).

Jika sulit menemukan jenis makanan tersebut, setidaknya cari makanan yang tinggi potasium dan bernutrisi. Makanlah dalam porsi sedikit namun sering sehingga tidak mengejutkan saluran cerna.

Tak kalah penting, konsumsi probiotik yang dapat menggantikan bakteri jahat dalam saluran cerna dengan yang lebih baik. Semakin banyak probiotik dalam pencernaan seseorang, akan semakin cepat pula kemungkinan sembuh dari diare.

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/cholera/pdf/posters/11_229310-J_ORS_print.pdf
Diakses 18 November 2019

Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/moms-advice-is-still-the-best-for-treating-diarrhea/
Diakses 18 November 2019

Rehydration Project. https://rehydrate.org/solutions/homemade.htm
Diakses 18 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed