Wajah Asimetris Itu Normal, Tapi Kenali Tanda Jika Perlu Penanganan


Sebenarnya, wajah asimetris adalah hal yang cukup umum terjadi. Saat berkaca, ada beberapa bagian wajah yang tampak tidak benar-benar sejajar. Kondisi wajah tidak simetris ini yang ringan adalah hal normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

0,0
30 Oct 2021|Azelia Trifiana
Wajah asimetris adalah hal yang normalWajah asimetris adalah hal yang normal
Sebenarnya, wajah asimetris adalah hal yang cukup umum terjadi. Saat berkaca, ada beberapa bagian wajah yang tampak tidak benar-benar sejajar. Kondisi wajah tidak simetris ini yang ringan adalah hal normal dan tidak perlu dikhawatirkan.
Meski demikian, ada beberapa hal yang bisa saja membuat posisi tidak simetris bagian wajah ini menjadi lebih terlihat. Contohnya akibat cedera, kebiasaan merokok, penuaan, dan faktor lainnya.

Penyebab wajah asimetris

Beberapa faktor yang turut berperan membuat wajah menjadi asimetris adalah:
  • Genetik

Terkadang, wajah asimetris terjadi karena faktor genetik dan pertumbuhan. Sebagai contoh, apabila orangtua dan saudara kandung memiliki bentuk hidung yang tidak simetris, besar kemungkinan Anda juga memilikinya. Selain itu, ada pula kondisi medis seperti bibir sumbing yang membuat wajah tidak simetris.
  • Kebiasaan merokok

Kebiasaan buruk merokok juga akan membuat wajah terpapar zat beracun. Nikotin akan membuat kulit wajah mengalami penuaan dini seperti munculnya keriput. Selain itu, nikotin juga membuat pembuluh darah menyempit sehingga aliran oksigen ke sel-sel kulit terhambat.
  • Penanganan gigi

Cabut gigi terutama operasi gigi bungsu bisa membuat otot-otot di wajah mengalami perubahan bentuk. Selain itu, menggunakan kawat gigi juga dapat mengubah kontur wajah. Terkadang, wajah bisa tampak tidak simetris karenanya.
  • Penuaan

Jangan heran ketika kondisi wajah tidak simetris kian tampak seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Sebab, ini adalah bagian alami dari proses penuaan. Tulang rawan terus bertumbuh seiring dengan menuanya seseorang, termasuk yang ada di telinga dan hidung.
  • Posisi tidur

Kebiasaan tidur tengkurap atau tidur miring juga bisa membuat bentuk wajah asimetris. Penyebab lain bisa karena postur tubuh yang kurang tepat dan menyandarkan wajah ke tangan.
  • Cedera

Tentunya, cedera atau trauma pada wajah bisa menyebabkan wajah tampak tidak simetris. Contohnya cedera seperti hidung patah dan luka cukup dalam yang bisa membuat wajah asimetris.
  • Bell’s palsy

Perlu diingat bahwa wajah asimetris secara tiba-tiba bisa jadi merupakan hal serius. Contohnya Bell’s palsy, kondisi kelumpuhan saraf wajah yang membuat salah satu sisi menjadi lebih lemah digerakkan. Kondisi ini bisa terjadi setelah kehamilan atau akibat infeksi virus.
  • Stroke

Salah satu sisi wajah tampak turun dan lemah bisa jadi merupakan indikasi terjadinya stroke. Gejalanya adalah senyum tiba-tiba tidak simetris atau satu sisi wajah terasa kebas. Jangan tunda mencari penanganan medis sesegera mungkin jika mengalami hal ini. Biasanya, disertai dengan melemahnya satu sisi tubuh dan kesulitan berbicara.
  • Torticollis

Disebut juga dengan twisted neck, torticollis adalah posisi otot leher yang tidak normal. Ini bisa terjadi saat masa pertumbuhan janin dalam kandungan. Selain itu, salah satu mata yang lebih lemah juga bisa membuat seseorang tanpa sadar kerap memiringkan lehernya ke salah satu sisi agar bisa melihat lebih jelas.Akibatnya, otot leher bisa lebih kuat di satu sisi ketimbang lainnya. Namun, kondisi torticollis ini biasanya sementara dan tidak permanen.

Penanganan wajah asimetris

Pada sebagian besar kasus, wajah asimetris ringan tidak memerlukan penanganan atau intervensi medis apapun. Bahkan, bisa menjadi daya tarik bagi seseorang. Namun apabila ingin mengubah atau menanganinya, ada beberapa prosedur kosmetik yang bisa dilakukan:
  • Filler

Memberikan suntikan filler atau Botox ke wajah bisa memperbaiki wajah asimetris. Biasanya, metode ini paling populer dilakukan ketika seseorang merasa alisnya tidak sejajar. Selain itu, mungkin juga jadi opsi penanganan saat ada keriput hanya di salah satu sisi dahi.Namun perlu diingat bahwa filler tidak bersifat permanen dan efeknya akan berkurang dengan sendirinya. Metode ini cocok untuk wajah asimetris akibat ketidakseimbangan jaringan atau otot yang lebih lemah di satu sisi.
  • Implan wajah

Apabila wajah tampak tidak simetris karena struktur rangkanya, maka implan wajah bisa jadi pilihan. Biasanya, metode ini digunakan untuk menyejajarkan dagu atau pipi. Perlu diingat bahwa cara ini bersifat permanen. Bahan yang digunakan bisa terbuat dari silikon, metal, plastik, gel, atau protein.
  • Rhinoplasty

Prosedur bernama rhinoplasty juga bisa membuat bagian wajah tampak simetris. Contohnya untuk meluruskan bentuk hidung setelah cedera atau patah tulang. Hasilnya permanen, namun dalam jangka panjang mungkin saja sedikit bagian hidung kembali ke bentuknya semula.

Catatan dari SehatQ

Wajah asimetris yang ringan dan tidak terlalu terlihat adalah hal normal dan biasanya tidak memerlukan intervensi apapun. Bahkan, mungki orang yang bersangkutan tidak menyadari ada bagian wajahnya yang tidak sejajar.Namun apabila tampak jelas mungkin akibat cedera, ada beberapa prosedur kosmetik baik permanen maupun sementara yang bisa jadi pilihan.Namun, jangan tunda berkonsultasi dengan dokter apabila perubahan bentuk wajah terjadi tiba-tiba. Ada kemungkinan ini terjadi karena gangguan pada saraf wajah.Untuk berdiskusi lebih lanjut kapan wajah tidak simetris ini merupakan kondisi darurat, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kulit dan kecantikanhidup sehatperawatan wajah
Healthline. https://www.healthline.com/health/asymmetrical-face
Diakses pada 19 Oktober 2021
Plastic and Reconstructive Surgery. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25357025/
Diakses pada 19 Oktober 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/asymmetrical-face
Diakses pada 19 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait