Petugas Kebersihan Sekolah Jadi Penyebab Wabah Hepatitis A di Depok

Hepatitis A bisa ditularkan melalui kontaminasi makanan dan minuman
Hepatitis A disebabkan oleh virus yang menyebar melalui makanan yang tidak bersih

Kabupaten Pacitan, Jawa Timur sempat mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A. Tak berhenti sampai di situ, Kota Depok menjadi sasaran berikutnya. Wabah hepatitis A diketahui muncul setelah puluhan siswa dan tiga orang guru di SMPN 20 Depok didiagnosis positif mengidap hepatitis A dalam waktu yang hampir bersamaan.

Menyikapi hal ini, Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat melakukan pemeriksaan kebersihan kamar kecil, serta makanan maupun minuman yang dijual di sekitar sekolah. Sebelumnya, asal-muasal wabah di Depok tersebut masih misteri. Namun kini, pemerintah telah menemukan penyebabnya.

Update terbaru, penyebab wabah hepatitis A di Depok sudah diketahui

Sejak artikel ini pertama kali diturunkan tanggal 21 November 2019 yang lalu, telah terjadi sejumlah perkembangan terkait wabah hepatitis A yang terjadi di Depok, Jawa Barat. Asal-muasal wabah hepatitis A di Depok yang sempat menimbulkan ketakutan publik, kini telah diketahui.

Ternyata, semuanya berawal dari seorang office boy atau petugas kebersihan sekolah yang bekerja di SMPN 20 Depok. Selain bekerja membersihkan sekolah, termasuk kamar mandi, ia pun berjualan makanan. Ia mengaku tidak membersihkan tangannya dengan baik, begitu juga bahan makanan yang akan diolah menjadi dagangannya.

Angka penderita hepatitis A di Depok yang pada awal terjadinya wabah hanya berjumlah puluhan, belum lama ini tercatat semakin meningkat. Data terbaru menyebutkan, sebanyak hamppir 200 orang telah dinyatakan positif terinfeksi virus ini.

Infeksi hepatitis A yang terjadi juga sudah menyebar ke luar sekolah. Sebab, dari beberapa penderita yang dinyatakan positif, sebagian adalah warga sekitar yang tinggal di dekat sekolah serta anggota keluarga dari siswa yang juga positif tertular. 

Menyikapi perkembangan terbaru ini, pihak sekolah sudah memberhentikan sementara penjualan makanan oleh yang bersangkutan. Selain itu, pihak sekolah juga menyebut akan terus berupaya untuk meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) para siswa. 

Ini kata dokter soal wabah hepatitis A

Senada dengan hal ini, medical editor SehatQ, dr. Anandika Pawitri menyampaikan bahwa setelah penyebab awal wabah ini diketahui, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mencegah penyebaran wabah lebih lanjut. "Untuk mencegah penularan hepatitis A kuncinya adalah kebersihan," ungkapnya. 

Supaya virus hepatitisnya tidak menyebar lebih luas lagi, dr. Anandika menyarankan keluarga yang satu rumah dengan penderita atau yang tinggal di sekitar area wabah harus benar-benar memperhatikan kebersihan makanannya. Mencuci bersih makanan sebelum dimasak, serta alat makan setelah digunakan adalah langkah pertama.

Selain itu, kebersihan orang yang positif hepatitis A juga benar-benar harus dijaga. Biasakan mereka untuk selalu cuci tangan dan bersih-bersih yang benar setelah buang air. 

"Hepatitis A, jika dibandingkan dengan jenis hepatitis lainnya sebenarnya terhitung cukup ringan. Namun, penyebarannya memang sangat cepat. Jadi, harus dicegah sesegera mungkin," tutupnya.

Wabah hepatitis A di depok disebabkan oleh virus
Hepatitis A disebabkan oleh virus dengan nama yang sama

Lebih lanjut tentang penyebab hepatitis A

Penyebab hepatitis A adalah virus. Virus ini menimbulkan penyakit dengan menginfeksi sel-sel di hati dan menyebabkan inflamasi atau peradangan di organ ini. Kondisi tersebut kemudian akan membuat fungsi hati menjadi terganggu, dan menyebabkan timbulnya tanda dan gejala hepatitis A.

Pada kasus baru-baru ini, wabah hepatitis A terjadi di sebuah sekolah. Sekolah memang tempat yang rawan terhadap penularan penyakit ini, terlebih jika penjual makanan yang ada di sekitar sekolah, ternyata adalah pengidap hepatitis A.

Sebab, virus penyebab hepatitis A bisa tersebar melalui makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi. Kontaminasi bisa terjadi saat penjual makanan tersebut tidak bersih dalam menyiapkan dagangannya.

Misalnya, ada satu orang penjual makanan yang ternyata positif terinfeksi virus ini. Lalu, orang tersebut tidak mencuci tangannya dengan bersih setelah buang air besar dan langsung menggunakan tangan tersebut untuk mengolah dan menyiapkan makanan yang dijualnya. Maka, virus yang terdapat di fesesnya bisa berpindah ke tangan, lalu ke makanan.

Jika makanan yang telah terkontaminasi dikonsumsi oleh anak-anak di sekolah tersebut, maka penularan hepatitis A akan terjadi secara cepat.

Jajanan di sekitar sekolah yang mengandung kerang, juga sebaiknya dihindari. Sebab, kerang sangat mudah terkontaminasi kotoran dan bakteri maupun virus penyebab penyakit, termasuk hepatitis A. Hal ini tentu berlaku untuk olahan kerang yang tidak bersih dan tidak tepat.

Hepatitis A bisa disembuhkan dengan cara ini

Gejala hepatitis A, sebenarnya hampir mirip dengan gejala flu, yaitu demam, nyeri badan dan lemas. Namun, penyakit ini secara khas juga akan membuat penderitanya terlihat kuning (jaundice) di kulit dan bagian putih mata, fesesnya berwarna pucat, dan urinenya berwarna gelap.

Gejala-gejala di ataslah yang umumnya akan menjadi sasaran perawatan hepatitis A. Sebab, tidak ada prosedur pasti dalam perawatan penyakit ini. Hepatitis A adalah infeksi virus jangka pendek yang bisa hilang dengan sendirinya.
Untuk meredakan gejalanya, dokter biasanya akan memberikan beberapa instruksi, seperti:

  • Banyak istirahat
  • Perbanyak minum air putih
  • Konsumsi makanan bergizi

Dokter juga dapat meresepkan obat untuk meredakan gejala yang ada. Penderita hepatitis A harus rutin kontrol menemui dokter, sampai infeksi benar-benar reda. Apabila dalam 6 bulan, gejala penyakit ini tidak juga reda, maka periksakan kembali kondisi tubuh ke dokter.

Berbeda dari hepatitis jenis lainnya, hepatitis A tidak menyebabkan kerusakan hati jangka panjang. Penyakit ini, juga tidak akan berkembang menjadi kondisi yang kronis. Meski begitu, pada beberapa orang, komplikasi seperti gagal hati juga bisa muncul.

Cegah penyebaran hepatitis A di sekolah-sekolah

Hepatitis A adalah penyakit yang muncul karena kurangnya kesadaran akan kebersihan. Sehingga, sekolah-sekolah dianjurkan untuk benar-benar memastikan kebersihan makanan dan minuman, yang beredar di lingkungan tersebut.

Selain itu, pastikan sekolah memiliki sarana kamar kecil yang memadai dan terjaga kebersihannya. Ajarkan murid-murid untuk menggunakannya secara tepat dan mencuci tangan setelah selesai buang air maupun sebelum dan sesudah makan.

Sementara itu, pencegahan hepatitis A yang paling dasar, adalah melalui pemberian vaksin. Sehingga, peran orangtua juga penting untuk melindungi anak-anak dari infeksi virus ini.

Imunisasi hepatitis A masuk dalam imunisasi dasar yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pemberian vaksin ini, seharusnya sudah dilakukan pertama kali saat anak berusia 2 tahun dengan dosis lanjutan yang diberikan 6-12 bulan setelahnya.

Bagi orangtua yang belum membawa anaknya untuk vaksin hepatitis A, sebaiknya jangan menunda lagi. Jangan sampai, penyakit yang bisa dicegah ini justru bisa mengganggu hari-hari anak dan membuatnya merasa kesakitan.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hepatitis-a/symptoms-causes/syc-20367007
Diakses pada 21 November 2019

WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-a
Diakses pada 21 November 2019

NIH. https://www.niddk.nih.gov/health-information/liver-disease/viral-hepatitis/hepatitis-a#treat
Diakses pada 21 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/hepatitis-a
Diakses pada 21 November 2019

Ikatan Dokter Anak Indonesia. http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-hepatitis-a-pada-anak
Diakses pada 21 November 2019

BBC Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-50659227
Diakses pada 5 Desember 2019

Artikel Terkait