Hati-hati, Infeksi Vulva Wanita Ini Dapat Mengintai Anda

Vulvovaginitis adalah infeksi vulva yang biasanya disebabkan oleh tisu toilet yang beraroma
Berhati-hatilah dalam menggunakan tisu toilet karena berisiko memicu vulvovaginitis.

Pernahkah merasa area kewanitaan Anda sakit, tak nyaman, perih atau mengalami pembengkakan? Jika pernah, bisa saja itu menjadi tanda bahwa Anda terkena vulvovaginitis. Memang, vulvovaginitis adalah infeksi vulva yang umum terjadi.

Selain itu, ada vulvitis sebagai kondisi lainnya. Vulvitis adalah infeksi atau peradangan pada vulva wanita. Setiap wanita dapat mengalami vulvitis, terutama gadis pra-remaja dan wanita pascamenopause yang memiliki kadar hormon estrogen rendah.

[[artikel-terkait]]

Setiap wanita berisiko terhadap radang vulva wanita

Ketika kadar estrogen turun, jaringan vulva menjadi lebih tipis, kering, dan kurang elastis. Akibatnya, risiko iritasi dan infeksi vulva pun meningkat. Vulvitis dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut ini.

  • Semprotan vagina
  • Tisu toilet yang berwarna atau memiliki aroma
  • Detergen
  • Pembalut
  • Douching
  • Infeksi jamur
  • Memakai baju renang basah dalam waktu yang lama
  • Bersepeda
  • Pakaian dalam sintetis
  • Eksim
  • Diabetes
  • Herpes
  • Kudis

Vulvitis memiliki gejala yang dapat memengaruhi kulit vulva wanita. Misalnya berupa lepuhan berisi cairan bening, kulit bersisik, gatal hebat yang berkepanjangan, dan sensasi terbakar. Selain itu, kondisi ini dapat pula disertai rasa sakit, kemerahan, dan bengkak pada vulva, serta terjadinya keputihan.

Infeksi vulva ini dapat diatasi dengan memastikan terlebih dahulu penyebabnya. Jika penyebab pastinya telah ditemukan, maka vulvitis dapat dengan mudah diobati. Dokter mungkin akan meresepkan salep hidrokortison untuk membantu meringankan gejala vulvitis. Dokter mungkin juga akan meresepkan atau krim estrogen topikal, jika vulvitis disebabkan karena menopause.

Biasanya, gejala vulvitis dapat diatasi dalam beberapa minggu setelah perawatan. Akan tetapi, hentikan dengan segera pemakaian produk apapun, yang dicurigai dapat menyebabkan infeksi atau radang vulva.

Vulvovaginitis bisa terjadi pada wanita segala usia

Vulvovaginitis adalah infeksi atau peradangan pada vulva dan vagina. Ini dapat terjadi pada anak perempuan dan wanita segala usia. Vulvovaginitis memiliki berbagai penyebab. Namun yang paling umum adalah bakteri Streptococcus, Gardnerella, dan Staphylococcus. Sementara itu, penyebab lainnya meliputi:

1. Virus

Virus yang dapat menyebabkan vulvovaginitis ditularkan melalui hubungan seksual. Virus tersebut adalah human papillomavirus (HPV) dan herpes.

2. Parasit

Peradangan atau infeksi pada vulva dan vagina dapat disebabkan oleh tungau, kutu, dan cacing kremi.

3. Jamur

Kondisi ini merupakan salah satu penyebab paling umum dari vulvovaginitis. Infeksi jamur Candida Albicans dapat mengakibatkan gatal-gatal pada alat kelamin, dan keputihan abnormal.

4. Paparan bahan kimia yang menyebabkan iritasi atau alergi

Beberapa bahan kimia yang sering ditemukan dalam sabun, parfum, dan kontrasepsi vaginal, dapat menyebabkan iritasi atau alergi, hingga berujung pada vulvovaginitis.

5. Infeksi menular seksual

Infeksi menular seksual seperti klamidia, gonore, dan herpes, dapat menyebabkan terjadinya vulvovaginitis.

6. Kebersihan yang buruk

Kebersihan area kewanitaan yang buruk dapat menyebabkan vulvovaginitis. Selain itu, celana dalam yang ketat juga dapat memengaruhi kelembapan, hingga membuat iritasi.

Gejala vulvovaginitis yang umum terjadi yaitu gatal, iritasi, sensasi terbakar, kering, ruam, peradangan, sakit saat berhubungan seks, pendarahan ringan, keputihan meningkat dan berbau, serta rasa tidak nyaman saat buang air kecil.

Sebelum mengobati vulvovaginitis, Anda harus mencari tahu terlebih dahulu penyebabnya. Dokter mungkin akan merekomendasikan pemakaian krim topikal untuk meringankan rasa gatal dan sensasi terbakar.

Jika vulvovaginitis disebabkan oleh infeksi jamur atau bakteri, maka Anda memerlukan pengobatan yang tepat. Berkonsultasilah dengan dokter, untuk mendapatkan saran perawatan yang tepat.

Anda juga harus bersabar dalam melakukan perawatan infeksi vulva dan vagina ini.

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed