Jangan Panik Punya Luka Robek! Ini 4 Cara Pertolongan Pertama untuk Vulnus Laceratum

(0)
Vulnus laceratum adalah luka robekVulnus laceratum adalah luka robek pada jaringan lunak
Vulnus laceratum atau luka robek kerap terjadi ketika kecelakaan. Sama seperti jenis luka lainnya, luka ini harus ditangani dengan segera.Penanganan vulnus laceratum harus dilakukan dengan tepat untuk menghindari risiko kekurangan darah atau infeksi pada luka.

Pengertian vulnus laceratum

Vulnus laceratum adalah luka robek. Bagian tubuh yang robek akibat vulnus laceratum adalah jaringan lunak pada tubuh.Seringkali, luka robek vulnus laceratum terkontaminasi bakteri dari benda yang melukai tubuh. Pada kasus vulnus laceratum atau luka robek yang dalam, pendarahan bisa terjadi dengan cepat dan hebat.Pada bagian tubuh tertentu, luka robek dapat menimbulkan pendarahan hebat, seperti pada kulit kepala.Saat terjadi luka robek, ada perasaan mati rasa di sekitar luka. Jika mengalami luka robek, bagian bawah tubuh yang terkena vulnus laceratum menjadi lebih sulit bergerak.

Penyebab vulnus laceratum

Penyebab utama vulnus laceratum atau luka robek biasanya adalah cedera akibat benda tajam, seperti pecahan kaca. Benturan benda tumpul pun juga bisa menyebabkan luka robek.Selain karena pecahan kaca dan benda tumpul, luka robek juga bisa disebabkan akibat kecelakaan kerja, seperti menggunakan perkakas, pisau, atau mengoperasikan mesin.
Kecelakaan kerja menjadi penyebab vulnus laceratum

Ciri-ciri vulnus laceratum

Pada luka vulnus laceratum, tentu ada pembeda yang khas antara luka robek ini dengan jenis-jenis luka lainnya. Biasanya, luka bisa dibedakan dari bentuknya. Proses agar benda bisa melukai tubuh pun juga menjadi faktor pembeda ciri-ciri pada setiap luka.Menurut buku Encyclopedia of Forensic and Legal Medicine, ciri-ciri vulnus laceratum, yaitu luka yang terlihat secara kasat mata. Luka pada istilah lain laserasi ini biasanya disebabkan oleh benda tajam dengan tepi yang lurus.Misalnya jika diakibatkan oleh pisau, luka akan terlihat seperti garis lurus. Potongan yang membuat luka vulnus laceratum adalah potongan bersih (clean cut).Meski demikian, luka yang terbuka pada vulnus laceratum juga dapat disebabkan oleh benda tajam dengan tepi tidak rata sehingga akan memiliki bentuk yang berkerut-kerut dan tidak beraturan. Pada ujung luka robek, setiap sisinya masih terhubung oleh sisa kulit yang mengelupas. Saat orang dengan luka vulnus laceratum, ditemukan pula ciri-ciri cedera pada benturan tumpul, seperti bengkak, kemerahan, dan memar.Vulnus laceratum, laserasi, atau luka robek sebenarnya memiliki ukuran dan bentuk yang beragam. Biasanya, pada luka yang terbuka, bentuknya seperti kulit yang teriris, lembar kulit yang terkelupas, ataupun luka dalam. Pada jenis luka ini, tidak ada kulit yang hilang.

Pertolongan pertama vulnus laceratum

Ketika mengalami luka robek, tentu kita membutuhkan pertolongan segera dari dokter. Namun, ada juga cara pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi luka robek.Ikuti langkah-langkah pertolongan pertama pada luka robek ini:

1. Tetap tenang

Saat ingin menolong orang yang mengalami luka robek, pastikan diri dalam keadaan tenang dan aman.Vulnus laceratum yang gawat seringkali mengucurkan darah yang deras. Pastikan darah tidak mengenai diri dan orang lain.

2. Segera hentikan perdarahan

Risiko vulnus laceratum adalah kehilangan darah dalam jumlah besar. Kontrol darah sebaik mungkin dengan menekan di area yang terdapat luka robek.Jika masih belum berhenti, segera ke UGD rumah sakit terdekat atau hubungi 119 untuk memanggil ambulans. Bersihkan luka robek dan area di sekitarnya dengan air bersih mengalir.
Segera bawa ke rumah sakit jika pendarahan tak kunjung berhenti

3. Tentukan plester di titik yang tepat

Jika luka robek kecil, pakaikan antiseptik oles dan perekat strip khusus untuk menyatukan luka. Jika lukanya dalam dan besar, segera ke dokter agar dilakukan penjahitan luka. 

4. Jaga kebersihan luka dan bagian tubuh di sekitarnya

Untuk menjaga luka yang sudah diplester, balut vulnus laceratum dengan kasa steril dan perban. Hal ini juga bertujuan untuk menjaga antiseptik oles agar tidak terkena kotoran.

Cara merawat vulnus laceratum

Setelah mendapat pertolongan pertama, tubuh perlu waktu untuk memperbaiki jaringan yang terluka akibat luka robek. Maka, perawatan yang baik dan benar pun diperlukan agar proses penyembuhan pun maksimal.Dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan suntik tetanus untuk mencegah infeksi tetanus. Jika Anda memiliki penyakit diabetes melitus, dokter akan menyarankan Anda menjaga kebersihan luka dan mengontrol gula darah Anda agar luka tidak memburuk.Berikut ini adalah cara merawat luka robek menurut American College of Surgeon:
  • Jika tangan tampak kotor, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 15 hingga 30 detik. Jika tidak terlihat kotor, gunakan hand sanitizer dengan alkohol 60%.
  • Jika sudah diperbolehkan untuk mandi, lepaskan perban dan bersihkan luka robek atau vulnus laceratum dengan air dan sabun. Biarkan air mengalir di atas luka hingga tidak ada sisa sabun. Gunakan kapas untuk membersihkan sisa darah atau kerak yang terbentuk.
Buka perban untuk membersihkan luka robek
  • Jangan rendam luka bekas vulnus laceratum atau berenang jika luka masih basah.
  • Bila luka robek masih mengeluarkan darah saat membersihkannya, balut vulnus laceratum dengan kasa dan kencangkan selama lima menit.
  • Balurkan antibiotik oles atau petroleum jelly agar luka lembap. Hal ini mampu mencegah infeksi, mempercepat proses penyembuhan, dan mengurangi koreng.
  • Jika luka robekan dalam, jangan menunda ke dokter. 

Catatan dari SehatQ

Vulnus laceratum adalah salah satu jenis luka, yaitu luka robek.Apapun jenis luka yang Anda alami, baik itu vulnus laceratum atau jenis luka lainnya, pastikan Anda mendapatkan pertolongan pertama dengan optimal.Perlu diingat, hal yang paling penting dalam pertolongan pertama pada luka robek adalah memastikan agar tidak terjadi pendarahan yang amat hebat.Jika pendarahan masih berlanjut, segera ke UGD rumah sakit terdekat agar mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
pendarahanpenyembuhan lukapertolongan pertama
James dan Byard. 2016. Encyclopedia of Forensic and Legal Medicine. Academic Press.https://medlineplus.gov/ency/imagepages/19616.htm (Diakses pada 2 September 2020)https://www.healthline.com/health/open-wound (Diakses pada 2 September 2020)https://www.drugs.com/cg/laceration.html (Diakses pada 2 September 2020)https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/lacerations (Diakses pada 2 September 2020)https://www.verywellhealth.com/how-to-treat-a-laceration-1298916 (Diakses pada 2 September 2020)https://www.facs.org/~/media/files/education/patient%20ed/wound_lacerations.ashx (Diakses pada 2 September 2020)
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait