Mengalami Vivid Dream di Masa Pandemi Covid-19? Begini Penjelasannya


Beberapa orang mungkin tidak dapat mengingat mimpinya. Namun, beberapa orang mampu mengingatnya dengan jelas bahkan menceritakan ulang. Ini disebut vivid dream. Mimpi yang positif mungkin akan menyenangkan dan membuat mood Anda baik. Namun, mimpi buruk yang terasa amat nyata bisa membuat Anda mengalami gangguan tidur.

0,0
vivid dream adalah mimpi yg terasa seperti realitaVivid dream membuat Anda dapat melihat dan mengingat dengan jelas mimpi yang terjadi
Tidur menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia untuk mengistirahatkan tubuh setelah seharian beraktivitas. Namun, bagaimana jika kualitas tidur terganggu akibat mimpi buruk yang terasa begitu nyata? Hati-hati, mungkin saja Anda mengalami vivid dream.Simak penjelasannya berikut ini!

Apa itu vivid dream?

Tidur merupakan momen berharga untuk memulihkan kembali kondisi tubuh. Ketika tidur, tubuh berada pada kondisi pasif, tetapi lain halnya dengan otak. Mimpi merupakan bagian dari aktivitas otak selama Anda tertidur. Bermimpi dapat membantu otak menghilangkan informasi atau ingatan yang tidak perlu. Itulah sebabnya, beberapa orang merasa lebih segar setelah tidur dan bermimpi.Vivid dream adalah mimpi yang terasa sangat nyata. Ketika terbangun bahkan Anda tidak menyadari telah bermimpi dan dapat mengingat mimpi itu kembali di lain waktu dan terasa benar-benar terjadi. Mengalami mimpi yang terasa amat nyata adalah hal yang normal. Mimpi ini dapat bersifat positif atau negatif. Mimpi yang positif tentu akan membuat Anda merasa senang. Akan tetapi, jika mimpi yang muncul bersifat negatif dan terus-terusan terjadi, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan tidur.

Penyebab vivid dream

Beberapa orang menyebutkan mengalami vivid dream yang lebih sering semasa pandemi Covid-19. Meski demikian, belum dapat dipastikan apa yang menyebabkan seseorang mengalami vivid dreamNamun, para ahli menyebut bahwa ada beberapa faktor yang menjadi penyebab vivid dream.

1. Kecemasan dan stres

Stres dan kecemasan bisa menyebabkan munculnya vivid dream yang bersifat negatif (mimpi buruk)
Stres dan kecemasan bisa menyebabkan munculnya vivid dream yang bersifat negatif (mimpi buruk)
Rasa cemas dan stres yang timbul akibat tekanan maupun permasalahan hidup menjadi salah satu pemicu timbulnya mimpi buruk, termasuk vivid dream. Beberapa peristiwa traumatis yang menimbulkan kecemasan dan stres juga meningkatkan risiko Anda mengalami mimpi ini.Pandemi Covid-19 yang sedang terjadi saat ini turut membuat kecemasan dan stres pada sebagian orang. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat mungkin lebih rentan terhadap vivid dream di tengah pandemi. Asisten dosen psikologi Harvard Medical School, Deirdre Barrett, Ph.D., melakukan penelitian mengenai hal ini. Studi yang dimuat dalam jurnal Dreaming itu menyebut, orang cenderung memiliki mimpi yang lebih membingungkan sejak awal pandemi. Hal tersebut berkaitan dengan kecemasan dan emosi negatif yang meningkat sejak pandemi berlangsung. Selain masalah pandemi, beberapa hal lain juga mungkin saja membuat Anda cemas dan stres. Entah itu tekanan hidup sehari-hari atau momen tertentu. Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan Anda lebih rentan mengalami mimpi yang terasa amat nyata.

2. Gangguan tidur

Beberapa gangguan tidur, seperti insomnia, narkolepsi, perubahan jam tidur, dan kurang tidur juga menjadi salah satu pemicu seseorang mengalami vivid dream. 

3. Pengobatan dan penyalahgunaan zat tertentu

Jenis obat-obatan antidepresan, beta blocker, obat tekanan darah, obat penyakit parkinson, dan obat berhenti merokok diketahui juga berkontribusi terhadap kejadian vivid dream.Sementara itu, penyalahgunaan zat tertentu, seperti alkohol yang berlebihan dan penggunaan narkoba juga dapat memicu timbulnya mimpi buruk. 

4. Kehamilan 

Perubahan hormon saat kehamilan adalah salah satu faktor yang dapat memicu vivid dream
Perubahan hormon saat kehamilan adalah salah satu faktor yang dapat memicu vivid dream
Perubahan kadar hormon, emosi, dan pola tidur sering kali terjadi pada masa kehamilan. Itu sebabnya, wanita hamil mungkin akan lebih sering mengalami mimpi yang terasa nyata dibandingkan yang tidak. 

5. Gangguan kesehatan lain 

Kondisi kesehatan tertentu, seperti depresi dan skizofrenia sering dikaitkan dengan terjadinya vivid dream. Beberapa penyakit lain, seperti penyakit jantung dan kanker juga berpengaruh terhadap timbulnya mimpi yang terasa amat jelas. 

Cara mengatasi vivid dream

Pada beberapa kasus, vivid dream dapat hilang seiring berjalannya waktu. Namun, jika mimpi ini sudah terlalu sering hingga mengganggu kesehatan fisik dan emosional, Anda perlu mengubah gaya hidup dan berkonsultasi dengan profesional untuk mendapat perawatan.Berikut ini beberapa cara mengatasi vivid dream yang dapat Anda lakukan.

1. Membiasakan tidur teratur

Meredupkan lambu membantu tidur lebih nyenyak dan mencapai deep sleep
Meredupkan lambu membantu tidur lebih nyenyak dan mencapai deep sleep
Membiasakan diri untuk tidur teratur sesuai jadwal dan durasi yang telah ditentukan, dapat membantu Anda untuk mengurangi bahkan mengatasi vivid dream. Untuk mendukung hal ini, kondisi kamar atau tempat tidur yang nyaman dan kondusif sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas tidur. Cara tidur nyenyak dan teratur yang bisa Anda coba antara lain membuat penerangan di dalam kamar lebih redup. Menjauhkan ponsel beberapa waktu sebelum jadwal tidur juga dapat membantu mengatasi susah tidur.

2. Pengobatan medis

Jika kondisi ini terjadi akibat gangguan kesehatan tertentu, pengobatan medis merupakan cara yang tepat untuk mengatasinya. Dokter mungkin akan melakukan penilaian dan menegakkan diagnosis terlebih dahulu untuk mengetahui pasti kondisi kesehatan Anda. Pada beberapa kasus, mimpi yang terasa amat nyata bisa disebabkan oleh gangguan mental, seperti stres atau trauma tertentu. Dokter akan mempertimbangkan untuk memberikan obat tidur atau obat antidepresan.Namun, pada dasarnya, jika tidak didasari oleh kondisi medis tertentu, dokter tidak menyarankan penggunaan obat untuk mengatasi mimpi buruk.

3. Gaya hidup sehat

Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dapat membuat Anda lebih merasa sehat dan bugar sehingga membantu mencegah mimpi buruk. Anda bisa menerapkan gaya hidup sehat dengan makan makanan bergizi seimbang, minum yang cukup, menjaga berat badan ideal, berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, dan menjaga kesehatan mental.

4. Mengatasi cemas dan stres

Mengatasi stres membantu mencegah mimpi buruk yang terasa nyata
Mengatasi stres membantu mencegah mimpi buruk yang terasa nyata
Kecemasan dan stres menjadi salah satu pemicu timbulnya vivid dream. Untuk itu, menghindari dan mengatasinya dapat membantu mencegah timbulnya mimpi buruk.Beberapa cara berikut mungkin dapat Anda lakukan untuk mengatasi stres dan kecemasan:
  • Meditasi
  • Relaksasi
  • Latihan pernapasan
  • Olahraga
  • Terapi seni
  • Melakukan hobi 

5. Imagery rehearsal therapy (IRT)

Imagery rehearsal therapy (IRT) adalah terapi perilaku kognitif untuk mereka yang sering mengalami mimpi buruk (nightmare disorder) akibat trauma tertentu. Terapi ini hanya bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan mental. IRT bertujuan untuk mengurangi frekuensi mimpi buruk yang dialami. Meski terlihat hanya sekadar bunga tidur, mimpi buruk yang terus datang bisa membuat kualitas tidur Anda berkurang. Kondisi ini tentu memengaruhi kondisi kesehatan Anda.Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk mengatasinya. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan, antara lain mengendalikan kecemasan dan stres yang muncul.Apabila cara-cara di atas tidak berhasil, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi gangguan tidur yang Anda alami.Anda juga bisa berkonsultasi online menggunakan fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
tidurgangguan tidurmasalah tidurmimpi burukmimpi
Healthline. https://www.healthline.com/health/vivid-dreams-causes
Diakses pada 26 Juli 2021
Sleep Foundation. https://www.sleepfoundation.org/dreams/vivid-dreams
Diakses pada 26 Juli 2021
Harvard Medical School. http://healthysleep.med.harvard.edu/healthy/science/what/sleep-patterns-rem-nrem
Diakses pada 26 Juli 2021
American Psychological Association. https://psycnet.apa.org/doiLanding?doi=10.1037%2Fdrm0000149
Diakses pada 26 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait