Vitamin untuk Tulang dan Sendi Bagi Penderita Ankylosing Spondylitis

Penderita ankylosing spondylitis berisiko tinggi mengalami patah tulang sehingga membutuhkan vitamin D
Penderita ankylosing spondylitis wajib mengonsumsi vitamin untuk tulang dan sendi yaitu vitamin D

Vitamin untuk tulang dan sendi diperlukan oleh semua orang untuk menjaga kesehatan tulang dan sendi, terutama untuk penderita penyakit tulang dan sendi tertentu, seperti penderita ankylosing spondylitis

Vitamin untuk tulang dan sendi yang paling utama bagi penderita ankylosing spondylitis adalah vitamin D. Namun, masih terdapat beberapa vitamin lain yang juga dapat membantu menjaga kesehatan tulang dan sendi penderita ankylosing spondylitis.

[[artikel-terkait]]

Vitamin untuk tulang dan sendi yang wajib dikonsumsi penderita AS

Vitamin D merupakan salah satu vitamin utama dalam menjaga kesehatan tulang dan sendi. Vitamin untuk tulang dan sendi ini berfungsi menyerap kalsium untuk tulang dan gigi yang kuat.

Penelitian menunjukkan bahwa penderita ankylosing spondylitis memiliki tingkat vitamin D yang rendah. Oleh sebab itu, pemberian vitamin D sebagai salah satu penanganan untuk penderita ankylosing spondylitis adalah hal yang perlu ditingkatkan.

Mengapa vitamin D diperlukan oleh penderita ankylosing spondylitis

Penderita ankylosing spondylitis memiliki risiko yang lebih tinggi untuk memiliki kepadatan tulang yang rendah. Kepadatan tulang yang rendah dapat membuat tulang lebih rapuh dan lebih mudah untuk patah.

Penderita ankylosing spondylitis memiliki tulang belakang yang lebih rapuh yang membuatnya lebih mudah untuk retak. Oleh karenanya, pemberian vitamin D dapat membantu untuk mempertahankan kepadatan tulang pada penderita ankylosing spondylitis.

Suatu riset menemukan bahwa semakin tinggi vitamin D yang diberikan, maka semakin rendah risiko untuk mengalami ankylosing spondylitis. Bahkan, penambahan tingkat vitamin D juga mampu mengurangi efek dari penyakit ankylosing spondylitis.

Apa saja sumber vitamin D?

Vitamin untuk tulang dan sendi, berupa vitamin D dapat ditemukan melalui makanan dan sinar matahari. Beberapa makanan seperti kuning telur, ikan yang berlemak, minyak hati ikan cod, hati sapi, dan jamur memiliki kandungan vitamin D yang tinggi.

Meskipun demikian, Anda tidak perlu repot karena beberapa makanan dan minuman di supermarket juga diperkaya dengan vitamin D. 

Susu, sereal, jus, tahu, dan minuman pengganti susu yang berbahan dasar tumbuhan adalah beberapa contoh produk yang diberikan tambahan vitamin D. 

Sinar matahari sudah lama dikenal sebagai salah satu cara tubuh untuk menghasilkan vitamin D yang merupakan salah satu vitamin untuk tulang dan sendi yang penting bagi tubuh. Tubuh mengolah sinar ultraviolet B dari matahari dan mengubahnya menjadi vitamin D.

Meskipun demikian, jangan terlalu lama terpapar sinar matahari karena dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit. Sebaiknya pertimbangkan menggunakan suplemen vitamin D sebagai alternatif lainnya.

Anda harus selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai konsumsi vitamin D yang diperlukan. Terlalu banyak mengonsumsi vitamin D dapat menyebabkan penumpukan kalsium dalam darah.

Apa saja vitamin untuk tulang dan sendi lainnya?

Tidak hanya vitamin D, masih ada beberapa vitamin untuk tulang dan sendi lainnya yang diperlukan untuk penderita ankylosing spondylitis. Namun, belum ada penelitian lebih lanjut untuk melihat bagaimana vitamin-vitamin ini berperan pada penderita ankylosing spondylitis.

  • Vitamin K

Vitamin K merupakan vitamin untuk tulang dan sendi yang berperan dalam perkembangan tulang yang normal, serta membantu untuk menarik kalsium ke tulang.

Kekurangan vitamin K memiliki hubungan dengan risiko menurunnya kepadatan tulang dan meningkatnya risiko keretakan pada tulang. Namun, jangan mengonsumsi vitamin K dengan obat pengencer darah. 

Beberapa makanan yang bisa dikonsumsi untuk menambah vitamin K adalah kubis, brokoli, bayam, dan minyak zaitun.

  • Vitamin C

Vitamin C berperan sebagai vitamin untuk tulang dan sendi dengan menjaga kepadatan tulang dan membentuk kolagen yang merupakan dasar dari proses mineralisasi tulang.

Paprika, kembang kol, pepaya, lemon, brokoli, stroberi, dan jeruk adalah beberapa contoh sumber vitamin C yang bisa dikonsumsi.

  • Vitamin A

Pembentukan dan perombakan sel tulang dipengaruhi oleh vitamin untuk tulang dan sendi, berupa vitamin A. Namun, konsumsi vitamin A yang berlebih dapat menurunkan kepadatan tulang dan meningkatkan risiko keretakan tulang.

Makanan yang bisa dikonsumsi untuk mendapatkan asupan vitamin A adalah melalui daging, hati hewan, ikan yang berlemak, sayuran berdaun hijau, telur, wortel, mangga, bayam, dan ubi.

  • Vitamin B12

Pembentukan sel tulang tidak hanya dipengaruhi oleh vitamin A, tetapi juga vitamin B12. Konsumsi vitamin B12 bisa menurunkan risiko osteoporosis pada pria dan wanita. 

Pemenuhan asupan vitamin b12 bisa didapatkan melalui ikan, daging, produk susu, telur, dan daging unggas.

Diskusikan dengan dokter

Diskusi dengan dokter diperlukan untuk mengetahui asupan vitamin untuk tulang dan sendi yang sesuai dengan Anda, agar vitamin untuk tulang dan sendi yang dikonsumsi tidak kurang ataupun berlebih.

American Bone Health. https://americanbonehealth.org/nutrition/vitamins-for-bone-health/
Diakses pada 05 Juli 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/ankylosing-spondylitis/supplements-for-spondylitis.aspx
Diakses pada 05 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/vitamin-d-and-joint-pain
Diakses pada 05 Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317610.php
Diakses pada 05 Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321923.php

Diakses pada 05 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25199851
Diakses pada 05 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6191816/
Diakses pada 05 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed