Konsumsi Vitamin untuk Otak Agar Memori Tetap Cemerlang

Asupan vitamin untuk otak penting dipenuhi agar fungsi otak tetap terjaga
Fungsi otak bisa terjaga dengan memenuhi asupan sejumlah vitamin dan nutrisi

Vitamin untuk otak diperlukan oleh semua orang, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kebutuhan vitamin ini harus tercukupi dengan baik agar otak dapat berfungsi secara optimal.

Mengingat vitamin diperlukan untuk metabolisme tubuh maka, sangat penting bagi Anda untuk mendapatkannya dari asupan makanan atau suplemen. Pasalnya, kekurangan vitamin dapat memicu berbagai masalah kesehatan yang ringan hingga berat.

Jenis-jenis vitamin untuk otak

Vitamin dan mineral memiliki peran penting dalam kesehatan tubuh, termasuk otak. Mengonsumsi nutrisi ini dari berbagai jenis makanan yang berbeda diyakini bermanfaat untuk menjaga fungsi kognitif hingga menunda munculnya demensia.

Berikut adalah jenis-jenis vitamin untuk otak yang sebaiknya hadir dalam menu makanan Anda:

  • Vitamin B12

Vitamin B12 disebut dapat membantu mencegah atrofi otak, yaitu kondisi hilangnya sel-sel otak. Atrofi otak sering dihubungkan dengan penyakit demensia.

Sebuah studi bahkan menunjukkan bahwa konsumsi vitamin B12 yang dikombinasikan dengan suplemen omega-3 dapat memperlambat penurunan fungsi kognitif pada pasien demensia stadium awal.

Karena itu, Anda tidak boleh sampai mengalami kekurangan vitamin B12. Defisiensi vitamin ini dapat mengakibatkan Anda merasa mudah lelah, susah fokus, dan depresi.

Tak hanya itu, demensia dan kerusakan permanen pada otak juga bisa terjadi akibat kekurangan vitamin B12 yang parah. Penyakit ini ditandai dengan mudah lupa pada informasi baru, tidak mengenali orang terdekatnya, sulit menemukan kata yang tepat saat berbicara, dan sebagainya.

Vitamin B12 bisa diperoleh dari ikan sarden, tuna, salmon, daging sapi, susu dan produk turunannya, telur, dan sereal yang sudah difortifikasi.

  • Vitamin B6

Vitamin B6 baik untuk fungsi otak pada anak-anak maupun orang dewasa. Vitamin yang juga dikenal dengan nama piridoksin ini disebut mampu memperlambat penuaan otak.

Beberapa studi kecil memperlihatkan bahwa gabungan vitamin B6, B12, dan B9 berkontribusi dalam memperlambat penurunan kognitif dan kehilangan memori yang terkait dengan usia.  

Kekurangan vitamin B6 termasuk hal yang jarang. Umumnya, kondisi ini dialami oleh orang yang mengidap gangguan hati, ginjal, pencernaan, dan autoimun, merokok, memiliki tubuh gemuk, mengalami kecanduan alkohol, serta wanita hamil.

Para ibu hamil pasti ingin memiliki anak dengan kemampuan otak yang optimal, mengonsumsi vitamin B6 adalah salah satu caranya. Konsumsi vitamin ini hingga periode menyusui juga direkomendasikan guna memaksimalkan kerja otak calon buah hati.

Untuk mencukupi kebutuhan vitamin B6, Anda bisa mengonsumsi beragam jenis daging, ikan, sayur, buah, kacang-kacangan, serta biji-bijian.

  • Vitamin A

Para peneliti di University of Bordeaux, Prancis, menelaah dampak kekurangan vitamin A pada tikus. Mereka menemukan bahwa tikus yang kekurangan vitamin A memiliki sel-sel baru di hipokampus yang lebih sedikit dibandingkan tikus yang mendapatkan asupan vitamin A yang cukup.

Sedangkan sebuah penelitian lain meninjau hubungan antara vitamin A dengan demensia pada manusia. Para pakar meneliti 330 lansia di Chongqing, Cina, dan menemukan bahwa 75 persen lansia yang kekurangan vitamin A juga mengalami gangguan kognitif.

Untuk menurunkan risiko gangguan kognitif, penuhilah kebutuhan vitamin A sebagai salah satu vitamin untuk otak. Anda bisa memperolehnya dari sayuran berwarna hijau, merah, dan kuning (seperti bayam, wortel, kentang), buah berwarna kuning dan oranye (seperti mangga, pepaya, aprikot), keju, telur, ikan berminyak, hati, susu, dan yoghurt.

  • Vitamin C

Vitamin C memiliki peran vital dalam pematangan sel-sel saraf yang memengaruhi performa kognitif, sehingga kemampuan berpikir dan mengingat Anda bisa semakin baik.

Kekurangan vitamin C ternyata tidak bisa disepelekan walaupun memang jarang terjadi, namun bisa memicu skorbut atau scurvy. Gejala skorbut meliputi tubuh terasa lemas, anemia, memar, perdarahan, dan gigi yang mudah tanggal.

Untuk mencegah scurvy maupun penurunan kemampuan kognitif, Anda bisa mencukupi vitamin C dari jeruk, paprika hijau, stroberi, pepaya, mangga, semangka, sayuran berdaun gelap, brokoli, tomat, kembang kol, serta kentang.

  • Vitamin E

Vitamin E merupakan antioksidan yang penting untuk otak. Para ilmuwan meyakini bahwa kekurangan vitamin E dapat mengganggu suplai nutrisi yang penting untuk kesehatan saraf.

Vitamin E juga dapat mencegah sekaligus meminimalisir kerusakan sel otak pada penderita stroke. Hal ini telah dibuktikan oleh sebuah penelitian.

Dalam penelitian tersebut, vitamin E bereaksi dengan memicu terjadinya arteriogenesis, di mana pembuluh darah melebar sehingga sel otak kembali mendapatan pasokan oksigen.

Karena vitamin E banyak ditemukan di berbagai makanan, kekurangan vitamin ini pun termasuk jarang. Untuk mencegahnya, Anda bisa mengandalkan sumber vitamin E dari biji bunga matahari, kacang-kacangan, kerang abalon, mangga, kiwi, minyak almond, dan banyak lagi.

Selain vitamin-vitamin untuk otak tersebut, nutrisi yang tak kalah penting adalah omega-3. Asam lemak esensial ini dibutuhkan untuk tumbuh kembang otak bayi. Karena itu, asupan omega-3 yang cukup selama kehamilan dan pada awal kehidupan bayi harus benar-benar diperhatikan. 

Meski masih butuh penelitian lebih lanjut, beberapa studi juga mengaitkan konsumsi tinggi omega-3 dengan penurunan risiko penyakit Alzheimer.

Sumber makanan yang tinggi omega-3 meliputi ikan kembung, salmon, minyak hati ikan kod, sarden, flaxseed, biji chia, kacang-kacangan, kacang kedelai, dan lain-lain.

Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi dan vitamin untuk otak, performa otak bisa terjaga agar tetap optimal. Cara terbaik untuk mendapatkannya adalah dengan menyertakan bahan pangan yang menjadi sumbernya.

Apabila Anda ingin mengonsumsinya dalam bentuk suplemen, pastikan Anda mengonsultasikannya pada dokter terlebih dulu. Dengan ini, dokter bisa menyesuaikan jenis dan dosis suplemen dengan kondisi kesehatan Anda.

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/7-billion-brains/201901/vitamins-brain-health
Diakses pada 11 Desember 2019

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/articles/201801/the-cognitive-benefits-vitamin-c
Diakses pada 11 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-b12-benefits
Diakses pada 11 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/dementia/vitamins-memory-loss
Diakses pada 11 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-b12-foods
Diakses pada 11 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-b6-deficiency-symptoms
Diakses pada 11 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/foods-high-in-vitamin-e
Diakses pada 11 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/17-health-benefits-of-omega-3
Diakses pada 11 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/12-omega-3-rich-foods
Diakses pada 11 Desember 2019

NHS. https://www.nhs.uk/news/neurology/vitamin-a-deficiency-linked-to-alzheimers-disease/
Diakses pada 11 Desember 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/vitamins-and-minerals/vitamin-a/
Diakses pada 11 Desember 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/315488.php
Diakses pada 11 Desember 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/292354.php
Diakses pada 11 Desember 2019

WebMD. https://www.webmd.com/diet/features/the-benefits-of-vitamin-c
Diakses pada 11 Desember 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/diet-nutrition/benefits-of-vitamin-b6.aspx
Diakses pada 11 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed