7 Vitamin untuk Masa Penyembuhan Setelah Sakit yang Mesti Anda Minum

(0)
Vitamin untuk masa penyembuhan setelah sakit berguna untuk meningkatkan imunitasMinum vitamin mampu membantu pemulihan setelah sakit
Vitamin untuk masa penyembuhan setelah sakit banyak beredar di pasaran. Ketika kita sudah melewati masa-masa sakit, kondisi tubuh bisa jadi belum stabil.Agar proses penyembuhan semakin cepat dan optimal, tentu harus dibantu dengan konsumsi vitamin-vitamin tertentu. Apa saja vitamin untuk masa penyembuhan setelah sakit?

Jenis-jenis vitamin untuk masa penyembuhan setelah sakit

Vitamin untuk masa penyembuhan setelah sakit berguna untuk melengkapi kebutuhan nutrisi. Jika kita bisa memenuhi asupan gizi yang cukup dari makanan dan suplemen, tubuh akan lebih cepat kembali fit setelah sakit.Inilah jenis-jenis vitamin untuk masa penyembuhan setelah sakit berguna untuk melengkapi kebutuhan nutrisi:

1. Vitamin A

Vitamin A cocok sebagai vitamin untuk masa penyembuhan setelah sakit.
Vitamin A bisa didapat dari sayur-sayuran.
Vitamin A dikenal sebagai antiradang atau antiinflamasi. Sebab, vitamin untuk masa penyembuhan setelah sakit dengan jenis ini mampu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh atau imunitas.Radang atau inflamasi adalah reaksi ketika kekebalan tubuh menghadapi hal-hal yang membahayakan kesehatan tubuh. Sebenarnya, peradangan adalah cara tubuh agar mempertahankan kesehatan.Namun jika peradangan semakin memburuk, imun akan kewalahan menghadapi zat berbahaya. Bahkan, tubuh pun tidak mampu menyingkirkan efek yang diakibatkan zat berbahaya tersebut.Akhirnya, risiko penyakit kronis pun meningkat. Karena itu, vitamin A sebagai vitamin untuk masa penyembuhan setelah sakit mencegah peradangan yang lebih parah.Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, angka kecukupan vitamin A yang diperlukan untuk anak-anak sebesar 400 mcg hingga 500 mcg per hari. Agar mencukupi kebutuhan harian vitamin A, Laki-laki dewasa sebesar 650 mcg.Sementara, perempuan memerlukan vitamin A sebesar 600 mcg dalam sehari. Namun, perlu diingat, asupan vitamin A ini juga didapat dari makanan.

2. Vitamin B

Berbagai jenis vitamin B, seperti vitamin B2 atau riboflavin, diketahui meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.Vitamin B2 juga mampu menyembuhkan infeksi yang diakibatkan bakteri. Pada penelitian yang dilakukan Eisai Tsukubaka Research Department, saat jenis vitamin untuk masa penyembuhan setelah sakit ini diberikan ke dalam tubuh, jumlah bakteri penyebab beragam penyakit pencernaan (E.coli) dalam darah pun berkurang drastis.Vitamin B6 juga berperan besar dalam menjaga kekebalan tubuh.  Menurut jurnal yang diterbitkan Journal of Immunology Research, jika seseorang kekurangan vitamin B6,tubuh pun akan kekurangan antibodi.Padahal, antibodi dalam tubuh seseorang berguna untuk mengikat dan mengunci zat ataupun benda asing yang membahayakan tubuh.Untuk itu, sebagai salah satu vitamin untuk masa penyembuhan setelah sakit, Menurut Permenkes RI Nomor 28 tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi, laki-laki dewasa dianjurkan mengonsumsi vitamin B2 sebanyak 1,2 mg. Pada perempuan, jumlahnya sebesar 1 mg.Sementara, pada anak-anak, pemenuhan vitamin B2 dalam sehari sebesar 0,2 mg hingga 0,9 mg. Jumlah ini bergantung pada usianya.Bagi laki-laki dewasa, mereka memerlukan 1,3 mg vitamin B6 dalam sehari. Perempuan dewasa hendaknya mengonsumsi vitamin B6 sebesar 1,3 mg per hari.Pada anak-anak, penuhi kebutuhan vitamin B6 sebanyak 0,1 hingga 1,0 mg dalam sehari. Semakin besar usia anak, semakin banyak vitamin B6 yang harus dikonsumsi.

3. Vitamin C

Vitamin C adalah sumber antioksidan yang kuat. Antioksidan pun berguna untuk meningkatkan pertahanan tubuh terhadap radikal bebas.
Vitamin C untuk pemulihan bisa didapat dari jeruk
Antioksidan dalam vitamin untuk masa penyembuhan setelah sakit ini berguna untuk melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas. Oleh karena itu, antioksidan di dalam vitamin C bagus meningkatkan sistem kekebalan tubuh.Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian di Indonesia, kebutuhan vitamin C pada laki-laki dewasa berkisar di angka 50 mg hingga 90 mg per hari. Sementara, pada perempuan dewasa, konsumsi harian vitamin C yang mencukupi sebesar 50 mg hingga 75 mg.Anak-anak juga memerlukan vitamin sebanyak 40 mg hingga 50 mg per hari. Jumlah asupan dalam sehari ini dibedakan berdasarkan usia. Semakin dewasa, kebutuhan semakin besar.

4. Vitamin D

Vitamin D sangat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Pada jurnal yang diterbitkan National Center of Biotechnology Information, di dalam tubuh, vitamin D sebagai vitamin untuk masa penyembuhan setelah sakit bekerja dengan cara mengurangi peradangan yang ada di dalam tubuh.Tidak hanya mengurangi radang, vitamin D juga memproduksi zat antiradang bagi tubuh. Oleh karena itu, vitamin D mampu mempertahankan sistem kekebalan tubuh.Dalam sehari, Menurut Permenkes RI Nomor 28 tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi, asupan vitamin D harian pada laki-laki maupun perempuan dewasa sebesar 15 mg. Pada anak-anak usia 0 hingga 11 bulan, konsumsi vitamin D sebanyak 10 mg per hari.

5. Vitamin E

Vitamin E adalah antioksidan. Diketahui sebelumnya, zat antioksidan yang ada pada vitami untuk masa penyembuhan setelah sakit melindungi sel-sel dari radikal bebas.Radikal bebas membahayakan tubuh sebab mampu menghancurkan sel-sel yang sehat. Selain itu, karena kandungan antioksidan yang tinggi, jenis vitamin untuk masa penyembuhan setelah sehat ini juga memperlambat penuaan sel.Vitamin E adalah vitamin yang larut dalam lemak. Karena itu, ketika konsumsi vitamin untuk masa penyembuhan setelah sakit melebihi AKG harian, kelebihannya tidak larut di dalam air, tetapi disimpan di dalam tubuh. Hal ini akan meningkatkan risiko hipervitaminosis, yaitu kondisi kelebihan vitamin yang berdampak buruk bagi tubuh. Sumber vitamin E bisa didapat dari buah zaitunUntuk itu, konsumsi vitamin E sesuai dengan dosis yang ditentukan. Pada orang dewasa, Menurut Permenkes RI Nomor 28 tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi, asupan vitamin E hanya sebesar 15 mg per hari. Pada bayi berusia di bawah satu tahun, hendaknya mengonsumsi vitamin E sebesar 4 mg hingga 5 mg sehari.Anak-anak berusia 1-3 tahun, beri asupan vitamin untuk masa penyembuhan setelah sakit jenis ini sebesar 6 mg saja. Dari rentang usia 4-6 tahun, tambahkan vitamin E harian menjadi 7 mg. Pada anak usia 7-9 tahun, beri vitamin E sebanyak 9 mg saja dalam sehari.

6. Zinc

Zinc berperan besar dalam penyembuhan luka. Dalam hal ini, penelitian yang diterbitkan Jurnal Nutriens Multidisciplinary Digital Publishing Institute menemukan, zinc memperbaiki lapisan pelindung sel. Vitamin untuk masa penyembuhan setelah sakit juga meningkatkan perlawanan tubuh terhadap inflamasi.Luka menjadi lebih cepat sembuh dengan zinc. Sebab, zinc turut membantu dalam membentuk jaringan baru.Menurut Permenkes RI Nomor 28 tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi, asupan zinc harian untuk anak-anak usia 1 hingga 9 tahun adalah sekitar 3-5 miligram. Sementara untuk anak usia 10 sampai 15 tahun membutuhkan 8-11 mg zinc per hari.Pada laki-laki dewasa, asupan zinc yang diperlukan dalam sehari sebesar 11 mg. Sementara, pada perempuan dewasa, konsumsi zinc yang mencukupi kebutuhan harian sebesar 8 mg.

7. Selenium

Sama halnya dengan vitamin C dan E, selenium juga memiliki kadar antioksidan tinggi. Gunanya, untuk menangkal radikal bebas yang bisa merusak sel-sel. Selain itu, vitamin untuk masa penyembuhan setelah sakit ini juga bisa meningkatkan sistem imun.Antioksidan mampu mengurangi kadar radikal bebas yang ada di tubuh. Hal ini akan mengurangi peradangan dalam tubuh. Efeknya, imunitas pun meningkat.Kekurangan selenium juga membahayakan fungsi sel imun. Akhirnya, kemampuan tubuh untuk menangkal zat-zat yang berbahaya dari tubuh pun menurun.Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian di Indonesia laki-laki dewasa, jumlah asupan selenium dalam sehari berada pada rentang 30-36 mg. Sementara, jumlah asupan pada perempuan dewasa sebesar 24-26 mg per hari. Konsumsi selenium pada anak-anak sebesar 10-22 mg per hari.

Cara lainnya agar cepat bugar selama masa penyembuhan setelah sakit

Setelah sakit, tubuh memerlukan waktu agar pulih seperti sedia kala. Karena itu, tubuh masih harus tetap mendapatkan perhatian lebih.Mengonsumsi vitamin harian untuk masa penyembuhan setelah sakit bisa menjadi solusi. Namun, jangan lupa, imbangi dengan pola hidup yang sehat.Berikut ini adalah cara agar bugar setelah sakit:

1. Cegah kelelahan

Jangan paksa tubuh untuk beraktivitas keras. Sebab, pada masa sehabis sakit, kondisi kesehatan belum sepenuhnya pulih dan stabil.Memaksa tubuh membuatnya merasa terlalu lelah. Padahal, kelelahan bisa menjadi gejala umum dari banyak penyakit.

2. Olahraga

Olahraga membantu memulihkan kondisi tubuh 
Olahraga memang melelahkan. Namun, selain mengonsumsi vitamin untuk masa penyebuhan setelah sakit, olahraga konsisten membuat tubuh lebih kuat dan kesehatan meningkat.Olahraga membuat kerja jantung, paru-paru, dan otot menjadi lebih optimal. Hal ini mampu meningkatkan energi untuk berbagai aktivitas.

3. Minum air putih

Dehidrasi akan energi terkuras dan mengganggu kinerja fisik. Kelelahan pun bisa terjadi akibat kurang minum. Padahal, kelelahan adalah gejala awal berbagai penyakit.Kurang minum air putih pun juga menurunkan tingkat kewaspadaan dan konsentrasi. Karena itu, minum air putih dengan cukup.

4. Tidur cukup

Tidur cukup membantu pemulihan dari sakit
Kurang tidur menyebabkan gampang lelah. Jika terlalu lelah pada fase penyembuhan, hal ini membuat tubuh rentan terhadap penyakit.Saat tidur, tubuh pun memproduksi hormon melatonin. Hormon ini meningkatkan sistem imun, selain dengan mengonsumsi vitamin untuk masa penyembuhan setelah sakit.

6. Jaga suasana hati

Suasana hati yang tidak menyenangkan atau bad mood rupanya mampu memengaruhi kesembuhan secara fisik. Carilah waktu untuk melakukan hal yang menyenangkan. Jika kesedihan atau kegelisahan masih berkelanjutan, cari bantuan profesional.

Catatan dari SehatQ

Vitamin untuk masa penyembuhan setelah sakit banyak ditemukan di pasaran. Beberapa kandungan vitamin setelah sakit mampu meningkatkan daya tahan tubuh.Perlu diingat, vitamin digunakan hanya untuk melengkapi nutrisi harian. Dapatkan nutrisi utama dari makanan. Hindari mengonsumsi vitamin melebihi dosis agar terhindar dari hipervitaminosis.Selain mengonsumsi vitamin setelah sakit, imbangi dengan pola hidup sehat, seperti olahraga, tidur cukup, hingga menjaga suasana hati. Hal ini juga mampu mempercepat proses penyembuhan.
vitamin dvitamin avitamin cvitamin b2
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6162863/ (Diakses pada 3 September 2020)https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5805548/ (Diakses pada 3 September 2020)http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf (Diakses pada 3 September 2020)https://www.researchgate.net/publication/5352531_Highly_Purified_Vitamin_B2_Presents_A_Promising_Therapeutic_Strategy_for_Sepsis_and_Septic_Shock (Diakses pada 3 September 2020)https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5358464/ (Diakses pada 3 September 2020)https://www.livescience.com/antibodies.html (Diakses pada 3 September 2020)https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-c-benefits (Diakses pada 3 September 2020)https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3166406/ (Diakses pada 3 September 2020)https://www.healthline.com/health/vitamin-e-for-face (Diakses pada 3 September 2020)https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5793244/ (Diakses pada 3 September 2020)https://www.healthline.com/health/selenium-deficiency (Diakses pada 3 September 2020)https://www.webmd.com/balance/features/get-energy-back (Diakses pada 3 September 2020)https://www.aarp.org/health/alternative-medicine/info-11-2008/super_healing.html (Diakses pada 3 September 2020)
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait