Vitamin untuk Badan Lemas Penderita Tiroiditis, Mana yang Tepat?

Minum vitamin yang tepat dan sesuai kebutuhan akan membantu penderita tiroiditis mengatasi badan lemas
Penderita tiroiditis perlu mengonsumsi vitamin agar badan tidak mudah lemas dan dapat beraktivitas normal

Penderita tiroiditis biasanya mengonsumsi suplemen atau vitamin untuk badan lemas. Meski demikian, beda pasien bisa beda pula pilihan vitamin yang tepat.

Jika pemilihannya tidak tepat, beberapa pilihan vitamin bisa saja mengganggu penyerapan hormon tiroid atau risiko lainnya. Itu sebabnya seorang penderita tiroiditis harus tahu benar kondisi tubuhnya sebelum menentukan pilihan vitamin apa yang akan dikonsumsi.

Vitamin untuk badan lemas

Perlu diingat bahwa setiap penderita tiroidisme perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menentukan vitamin untuk badan lemas jenis apa yang akan dikonsumsi. 

Diagnosis yang tepat juga membantu agar vitamin yang dikonsumsi benar-benar tepat sasaran. Beberapa vitamin untuk badan lemas yang biasa dikonsumsi penderita tiroidisme adalah:

  • Vitamin D 

Pada tahun 2018 lalu, penelitian dari Arak University of Medical Sciences menyebut bahwa vitamin D adalah suplemen yang cukup membantu penderita tiroidisme.

Vitamin D meningkatkan level thyroid stimulating hormone (TSH) pada penderita hypotiroidisme, dan meningkatkan antibodi tiroid pada orang yang memiliki masalah autoimun tiroidisme.

Terlebih, rendahnya level vitamin D seseorang juga berhubungan dengan meningkatnya risiko menderita penyakit tiroidisme seperti Hashimoto dan Graves disease.

Mengonsumsi vitamin untuk badan lemas seperti vitamin D dapat membantu menyeimbangkan hormon tiroid seseorang. Meski demikian, perlu diingat bahwa pilihan vitamin harus sesuai dengan kondisi tubuh seseorang. Mengonsumsi dengan dosis yang tepat sangatlah penting. Jika berlebihan, dapat menimbulkan efek samping seperti terbentuknya batu ginjal.

  • Vitamin B12

Vitamin untuk badan lemas berikutnya adalah vitamin B12. Biasanya, hal ini diperlukan penderita tiroidisme berusia lanjut. Mereka yang berusia di atas 50 tahun kerap mengalami kekurangan vitamin B12.

Tak hanya itu, kekurangan vitamin B12 juga bisa terjadi karena konsumsi obat penurun resistensi insulin pada penderita hipotiroidisme. Ada siklus yang saling merugikan di sini.

Untuk itu, sangatlah penting memastikan tubuh mendapatkan asupan vitamin B12 yang cukup. Selain dari daging dan protein hewani lainnya, penderita tiroidisme bisa mengonsumsi dalam bentuk suplemen atau vitamin.

Hal ini sangat krusial karena kekurangan vitamin B12 dan hipotiroidisme dapat meningkatkan risiko terkena stroke. Bahkan, ancaman yang sama bisa terjadi pada penderita yang masih berusia muda.

  • Omega 3

Lemak omega 3 terutama icosapentaenoic (EPA) dan docosahexaenoic (DHA) dianggap bermanfaat bagi penderita tiroidisme. Biasanya, omega 3 bisa diperoleh dari konsumsi ikan seperti salmon, tuna, mackerel selama 2-3 kali setiap minggunya.

Selain itu, asupan omega 3 sebagai vitamin untuk badan lemas juga bisa diperoleh dari suplemen. Namun bagi orang yang menderita masalah pendarahan atau yang mengonsumsi pengencer darah, sebaiknya menghindari minyak ikan karena kinerjanya yang berlawanan.

  • Conjugated linoleic acid (CLA)

Vitamin conjugated linoleic acid (CLA) sering direkomendasikan untuk penderita tiroidisme yang berusaha menurunkan berat badan. Ada banyak penelitian yang mendukung bahwa suplemen ini bisa mengendalikan cadangan lemak dalam tubuh.

Meski demikian, perlu diingat bahwa CLA bisa menghasilkan gas dan membuat pencernaan tidak nyaman bagi orang-orang tertentu. Pastikan untuk berkonsultasi pada dokter.

  • Zinc

Mineral tubuh yaitu zinc juga diperlukan untuk mengolah hormon tiroid dalam tubuh seseorang. Penelitian University of Cagliari pada tahun 2017 lalu menggarisbawahi bahwa mineral ini sangat baik untuk penderita hipotiroidisme yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.

  • Vitamin B1

Vitamin untuk badan lemas yang tak kalah penting adalah vitamin B1 atau thiamine. Penyakit tiroid yang berkaitan dengan kekebalan tubuh seperti Hashimoto dan Graves disease membuat penderitanya tak bisa menyerap vitamin B1 secara maksimal. 

Vitamin untuk badan lemas yang dipilih oleh penderita tiroidisme harus sesuai dengan kebutuhan. Apa yang kekurangan, itulah yang dikonsumsi. Untuk memastikan konsumsi vitamin dan suplemen tepat sasaran, konsultasikan pada dokter untuk mengujinya terlebih dahulu.

Penderita tiroiditis kerap merasa lemas

Tiroiditis adalah kondisi peradangan atau pembengkakan kelenjar tiroid yang menyebabkan produksi hormon tiroid terlalu banyak atau terlalu sedikit. Padahal, kelenjar tiroid punya peran penting dalam mengatur metabolisme tubuh seseorang.

Ada beberapa tahapan ketika seseorang menderita tiroidisme. Gejala di setiap tahap ini pun berbeda, seperti:

  • Fase hipertiroid

Biasanya hanya berlangsung singkat selama 1-3 bulan. Dalam fase ini, sel mengalami kerusakan dan ada kelebihan hormon tiroid dalam tubuh. Penderitanya akan merasa sulit tidur, cemas berlebihan, lemas, berat badan turun drastis.

Selain itu, mereka juga akan merasa sulit beradaptasi dengan panas, detak jantung semakin cepat, banyak berkeringat, tremor, hingga nafsu makan yang tidak stabil.

  • Fase hipotiroid

Fase kedua adalah fase yang lebih umum yaitu ketika kelenjar tiroid tidak memproduksi cukup hormon. Biasanya, fase ini berlangsung lebih lama dan mungkin saja permanen.

Gejala yang dirasakan seperti lemas, berat badan meningkat, konstipasi, depresi, kulit kering, hingga sulit berkonsentrasi.

Dari kedua fase tersebut, salah satu yang sama-sama dirasakan adalah badan lemas. Bahkan pada penderita tiroidisme yang berada di fase hipotiroid, mereka kadang tidak bisa mengerjakan aktivitas yang melibatkan kekuatan fisik terlalu banyak.

Itulah mengapa konsumsi vitamin untuk badan lemas kadang menjadi penyelamat penderita tiroidisme. Dengan mengonsumsi vitamin, mereka bisa menjalani aktivitas setidaknya dengan lebih stabil.

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15455-thyroiditis
Diakses pada 4 Juli 2019

Indian Journal of Endocrinology and Metabolism. http://www.ijem.in/article.asp?issn=2230-8210;year=2018;volume=22;issue=5;spage=584;epage=588;aulast=Talaei
Diakses pada 4 Juli 2019

Molecular Diversity Preservation International. https://www.mdpi.com/2072-6643/10/1/68
Diakses pada 4 Juli 2019

Verywell Fit. https://www.verywellfit.com/conjugated-linoleic-acid-weight-loss-3231585
Diakses pada 4 Juli 2019

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/thyroid-disease-dietary-supplements-3231589
Diakses pada 4 Juli 2019

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/condition-2108/autoimmune-thyroiditis
Diakses pada 4 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed