logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Virus Adalah Parasit Terkecil di Dunia, Kenali Lebih Lanjut

open-summary

Virus adalah organisme mikroskopik (super kecil) yang tersebar di berbagai penjuru dunia dan cenderung bersifat parasit. Hampir semua ekosistem di dunia mengandung virus.


close-summary

3.76

(63)

30 Mar 2020

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Virus adalah organisme mikroskopik yang tersebar di mana-mana

Virus merupakan organisme mikroskopik yang banyak menimbulkan penyakit

Table of Content

  • Sejarah singkat tentang penemuan virus
  • Apa itu virus?
  • Struktur virus dan berbagai macam bentuknya
  • Hipotesis terkait asal muasal virus
  • Penyakit yang disebabkan oleh virus
  • Penanganan dan pencegahan infeksi virus
  • Terapkan pola hidup sehat untuk cegah virus
  • Catatan dari SehatQ

“Apa itu virus?” Pertanyaan ini terus kita lontarkan karena banyaknya penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Nah sebagai pengetahuan singkat, simak artikel ini untuk memahami hal-hal terkait virus.

Advertisement

Sejarah singkat tentang penemuan virus

Ada tiga orang yang bisa dibilang sebagai penemu virus, yaitu Adolf Eduard Mayer, Dmitri Ivanovsky, Martinus Beijerinck.

Catatan sejarah memperlihatkan bahwa Adolf Meyer, ilmuan asal Jerman, menemukan serangan virus pada daun tembakau, dengan gejala bintik-bintik dan warna belang seperti mozaik pada daun. Pada masa ini, istilah "virus" belum dikenal dan digunakan secara resmi.

Kemudian pada tahun 1982, Ivanoski menunjukkan bahwa getah dari tanaman tembakau yang terjangkit virus tetap bisamenular ke tanaman tembakau yang sehat meskipun telah disaring.

Istilah "virus" barulah ditemukan oleh Martinus Beijerinck. Istilah virus ditemukan Beijerinck setelah mendemonstrasikan bahwa penyakit mosaik tembakau disebabkan oleh agen penginfeksi yang lebih kecil daripada bakteri.

Beijerinck adalah orang pertama yang menyadari bahwa virus mereproduksi entitas yang berbeda dari organisme lain. Beijerinck menyatakan bahwa virus sedikit cair di alam, menyebutnya sebagai "contagium vivum fluidum" (cairan hidup menular). 

Dia juga menemukan jenis bakteri baru dari tanah dan menjelaskan fiksasi nitrogen biologis (konversi gas nitrogen menjadi amonium, suatu bentuk yang dapat digunakan oleh tanaman).

Oleh karena kontribusinya ini, Martinus Beijerinck disebut juga sebagai Bapak Virus Dunia.

Baca Juga

  • Memahami Kegunaan Oximeter dan Pentingnya bagi Pasien Covid-19 yang Menjalani Isolasi Mandiri
  • Mana yang Benar Saat Demam: Kompres Panas Atau Dingin?
  • 10 Buah Penambah Imun yang Bagus untuk Penderita Covid-19

Apa itu virus?

Virus hepatitis c
Virus hepatitis dapat menimbulkan peradangan pada organ hati

Virus adalah organisme mikroskopik (super kecil) yang tersebar di berbagai penjuru dunia dan cenderung bersifat parasit.

Hampir semua ekosistem di dunia mengandung virus dan dianggap sebagai organisme yang paling banyak di planet bumi.

Virus dapat menginfeksi makhluk hidup, mulai dari manusia, hewan, tumbuhan, jamur, bahkan bakteri. Infeksi virus tersebut banyak menimbulkan akibat yang fatal bagi makhluk yang diinfeksinya.

Virus juga tidak bisa bereplikasi (memperbanyak diri) tanpa menumpangi organisme lain. Oleh alasan inilah, virus diklasifikan sebagai organisme yang bersifat parasit atau merugikan.

Sebagai informasi, makhluk yang ditumpangi virus disebut dengan host. Sebelum masuk ke tubuh host, virus ‘hadir’ dalam bentuk yang disebut virion.

Apabila virus masuk ke sel host, organisme ini akan memasukkan sejenis materi genetik ke dalam host dan mengambil alih fungsi sel host tersebut. Virus akan terus bereproduksi setelah menginfeksi sel host.

Struktur virus dan berbagai macam bentuknya

Struktur virus dapat beragam dalam hal kompleksitasnya. Umumnya, organisme ini terdiri atas materi genetik berupa RNA atau DNA. Materi genetik tersebut dibungkus oleh selaput protein yang disebut dengan kapsid. Terkadang, virus memiliki membran lipid (envelope) yang menyelubungi kapsid saat virus berada di luar sel.

Ciri khas virus yang tidak terdapat pada organisme lain adalah virus tidak mengandung ribosom, bagian sel yang normalnya menghasilkan protein. Tidak adanya ribosom tersebut membuat virus sangat bergantung pada host yang ditumpangi.

Virus memiliki bentuk yang bervariasi. Virus pun dikelompokkan berdasarkan bentuknya masing-masing. Bentuk virus tersebut, berupa:

  • Heliks atau bentuk tangga spiral. Contoh virus berbentuk heliks yaitu virus mosaik tembakau
  • Ikosahedral, atau bentuk hampir lingkaran
  • Envelope, yakni virus yang dikelilingi membran lipid. Yang termasuk virus dengan amplop tersebut yakni HIV dan virus influenza
  • Bentuk lain, misalnya virus dengan kombinasi heliks dan ikosahedral

Hipotesis terkait asal muasal virus

Setidaknya, terdapat tiga hipotesis yang berusaha memperkirakan asal-muasal virus. Hipotesis tersebut, yaitu:

1. Hipotesis progresif atau ‘melarikan diri’

Menurut hipotesis ini, virus berevolusi dari bagian DNA atau RNA yang "melarikan diri" dari gen organisme yang lebih besar. Pelarian ini membuat virus memperoleh kemampuan untuk menjadi mandiri.

2. Hipotesis regresi atau reduksi

Virus dimulai sebagai organisme independen yang menjadi parasit. Seiring berjalannya waktu, virus melepaskan gen yang tidak berguna dan tidak membantunya menjadi parasit. Virus pun pada akhirnya menjadi organisme yang bergantung pada sel yang dihuni.

3. Hipotesis pertama virus

Dalam hipotesis ini, virus berevolusi dari molekul asam nukleat dan protein sel, entah itu sebelum atau pada saat yang sama ketika sel pertama muncul di Bumi pada miliaran tahun yang lalu.

Penyakit yang disebabkan oleh virus

Seperti yang disampaikan di atas, virus dapat bersifat parasit dan memicu berbagai penyakit, termasuk pada manusia. Berikut ini penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus, dan mungkin sudah Anda ketahui:

  • Cacar
  • Flu
  • Campak, gondong, rubella, cacar air
  • Hepatitis
  • Herpes
  • Polio
  • Rabies
  • Ebola
  • Demam Hanta
  • Infeksi HIV dan AIDS
  • Sindrom pernapasan akut berat atau SARS, termasuk yang disebabkan oleh SARS-Cov-2 (virus corona)
  • Demam dengue, Zika, dan Epstein-Barr

Penanganan dan pencegahan infeksi virus

Apabila virus masuk ke tubuh dan dideteksi oleh sistem kekebalan tubuh, sistem imun akan merespons serangan tersebut agar sel tubuh bisa bertahan. Proses perlawanan ini disebut dengan RNA interference atau interferensi DNA, yang bertujuan untuk memecah materi genetik virus.

Perlawanan dari sistem imun

Sistem imun akan menghasilkan antibodi khusus yang dapat berikatan dengan virus, sehingga diharapkan virus tersebut tidak menular. Sel T dari tubuh juga akan berusaha menghancurkan virus tersebut. Hanya saja, berbagai virus tetap bisa menghindari perlawanan ini, seperti HIV dan virus-virus neurotropik.
Virus neurotropik merupakan virus yang menyerang sel-sel saraf dan memengaruhi struktur sistem saraf pusat.

Beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus neurotropik yaitu polio, rabies, gondong, dan campak.

Obat antivirus

Apabila infeksi bakteri diatasi dengan antibiotik, maka beberapa infeksi virus ditangani dengan obat antivirus. Antivirus bekerja dengan menghambat kemampuan virus untuk bereproduksi. Beberapa contoh penyakit yang ditangani dengan antivirus yakni infeksi HIV, influenza, hingga hepatitis B dan C.

Obat antivirus
Antivirus dapat menghambat proses replikasi virus

Vaksin

Vaksin menjadi cara paling efektif dan paling mudah untuk mencegah infeksi virus. Vaksin terdiri atas:

  • Protein virus yang disebut antigen. Antigen merangsang tubuh untuk membentuk antibodi yang akan melawan infeksi di masa depan dari virus yang sama
  • Virus yang dilemahkan langsung, seperti imunisasi untuk polio

Selain antivirus dan vaksin, terkadang dokter mungkin akan fokus pada penanganan gejala yang diderita oleh pasien.

Terapkan pola hidup sehat untuk cegah virus

Pola hidup sehat juga penting dilakukan untuk mencegah virus menyerang tubuh Anda. Metabolisme tubuh yang stabil dapat menurunkan risiko terkena penyakit kronis atau meninggal dunia dalam usia muda. Berikut adalah langkah pola hidup sehat yang dapat Anda lakukan untuk mencegah virus:

  • Perhatikan asupan makanan
  • Berolahraga secara teratur
  • Perhatikan asupan makanan Anda
  • Lakukan kegiatan yang Anda sukai
  • Berhenti merokok
  • Kurangi konsumsi alkohol

Catatan dari SehatQ

Virus menjadi organisme yang tidak bisa hidup sendiri tanpa makhluk yang ditumpanginya. Beberapa infeksi virus bisa diatasi sendiri berkat perlawanan sistem imun. Namun, obat antivirus mungkin akan diperlukan untuk menghambat replikasi virus tertentu.

Advertisement

infeksi virusvirus rna kecilcovid-19

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved