Viral Miras Oplosan Amer Campur Soda dan Kental Manis, Ini Bahayanya


Anggur merah campur soda dan kental manis bisa memicu gangguan lambung hingga meningkatkan risiko terjadinya efek samping alkohol.

(0)
02 Feb 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Anggur merah yang dioplos dengan susu dan soda bisa berbahayaAnggur merah yang dicampur dengan susu dan soda bisa memicu efek berbahaya
Sebuah unggahan di media sosial Twitter kembali menimbulkan perbincangan hangat. Kali ini, ada sebuah video yang menunjukkan seseorang mencampurkan minuman anggur merah dengan susu evaporasi dan soda yang dianggap berbahaya untuk tubuh.Video tersebut viral setelah akun yang bernama Many Argubi, mengatakan bahwa sebaiknya hal yang ada di video tersebut tidak ditiru karena sangat berbahaya. Many menceritakan, temannya yang sempat mencoba, harus dilarikan ke rumah sakit setelah muntah-muntah hingga kolaps akibat campuran keduanya.Namun, banyak orang masih bertanya-tanya, benarkah minuman tersebut benar-benar berbahaya?

Bahaya campuran anggur merah, susu, dan soda

Mencampur alkohol dengan susu dan soda bisa berbahaya
Mencampur alkohol dengan soda dan susu bisa berbahaya
Mencampurkan minuman beralkohol dengan bahan-bahan lain memang bukan hal yang aneh. Namun, Anda harus ingat bahwa tidak semua bahan bisa dioplos begitu saja dengan alkohol, termasuk susu dan kafein yang ada pada soda.Campuran dua bahan yang tidak tepat, bisa menimbulkan interaksi. Interaksi antara dua bahan makanan, bisa meningkatkan risiko terjadinya efek samping.Medical editor SehatQ, dr. Karlina Lestari menyebutkan bahwa interaksi antara susu dan anggur merah bisa memicu gangguan kesehatan. Sebab, sifat asam pada anggur, bisa mengikat casein pada susu, sehingga di dalam saluran pencernaan, keduanya akan mengental dan berbahaya bagi lambung.Pada kasus yang diceritakan di unggahan tersebut, dr. Karlina berpendapat bisa saja muntah dan kolaps yang terjadi disebabkan karena masalah lambung yang muncul akibat campuran keduanya. Namun, tetap ada kemungkinan lainnya.“Karena detailnya kurang tahu seperti apa, ya. Bisa juga muntah dan kolapsnya karena sudah kelebihan kadar alkohol tapi merasa belum mabuk, atau memang orang itu sensitif sama alkohol. Bisa multifaktor,” jelasnya.Dr. Karlina menambahkan bahwa mabuk bukanlah satu-satunya indikator seseorang sudah kelebihan mengonsumsi alkohol.Sebagai contoh, pada orang yang mengonsumsi alkohol dan minuman berkafein seperti minuman berenergi dan soda secara bersamaan, fase mabuknya biasanya akan datang lebih lambat. Meski begitu, kerusakan di tubuh akan tetap terjadi.Mengutip dari CDC, hal ini dikarenakan kafein akan menutupi efek depresan dari alkohol. Oleh karena itu, meski orang tersebut sudah minum banyak, ia akan sadar lebih lama.Namun ini bukan berarti kafein mengurangi efek alkohol. Efek alkohol di tubuh tetap akan terjadi, hanya saja Anda akan lebih lambat menyadarinya.Hal ini berbahaya karena akan meningkatkan risiko seseorang merasakan efek buruk alkohol, seperti kecelakaan akibat menyetir di bawah pengaruh alkohol, muntah-muntah, atau bahkan kejang.Baca Juga: Ini Beragam Efek Buruk Alkohol Bagi Tubuh

Hal lain yang berbahaya jika dicampur minuman beralkohol

Obat yang dicampur dengan minuman beralkohol bisa berbahaya bagi kesehatan
Mencampur obat dengan alkohol bisa berbahaya 
Mencampurkan minuman beralkohol dengan bahan-bahan lain yang tidak tepat, bisa memicu gangguan kesehatan yang berbahaya. Berikut ini bahan lain yang sebaiknya tidak dicampur dengan minuman beralkohol.

1. Obat-obatan

Minum obat-obatan jenis tertentu bersamaan dengan alkohol bisa memicu berbagai efek berbahaya, seperti:
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Mengantuk
  • Kehilangan koordinasi
  • Meningkatkan risiko perdarahan organ dalam
  • Gangguan jantung
  • Sesak napas
Selain itu, obat dan alkohol yang diminum dalam waktu yang berdekatan juga akan membuat tingkat efektivitas obat menjadi menurun atau bahkan hilang sama sekali.Pada kondisi yang parah, alkohol dapat membalikkan fungsi obat menjadi bahan beracun bagi tubuh.Berikut ini beberapa jenis obat yang berbahaya jika dicampur dengan alkohol.
  • Obat flu atau alergi yang mengandung loratadine, diphenhydramine, dan cetirizine
  • Obat jantung yang mengandung isosorbide nitroglycerin
  • Obat epilepsi dan gangguan kecemasan yang mengandung lorazepam, diazepam, atau alprazolam
  • Obat radang yang mengandung naproxen, diklofenak, dan celecoxib
  • Obat batuk yang mengandung dextromethorpan atau guaifenesin, dan codein

2. Alkohol yang terbuat dari metanol

Di Indonesia, banyak kasus keracunan alkohol yang terjadi akibat miras oplosan yang dibuat sembarangan. Tidak jarang, kasus ini bahkan memakan korban jiwa.Secara medis, hal ini tidaklah mengherankan. Sebab, jenis minuman yang digunakan dalam oplosan terkadang memang bahan beracun yang sangat berbahaya bagi tubuh, seperti metanol.Perlu diketahui, tidak semua jenis alkohol bisa diminum. Pada minuman beralkohol yang memiliki lisensi resmi, alkohol yang ada di dalam terbuat dari etanol.Sementara itu pada beberapa kasus miras oplosan yang memakan korban jiwa, alkohol yang digunakan adalah jenis metanol.Metanol adalah jenis alkohol yang biasanya terdapat pada bahan bakar, pestisida, hingga pelarut industri. Jika sampai masuk ke tubuh, jenis alkohol ini bisa memicu berbagai gangguan berbahaya, seperti:
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Sesak napas
  • Penglihatan kabur
  • Kejang
  • Koma
Mengonsumsi minuman beralkohol, selama masih dalam batas wajar adalah pilihan yang bisa diambil seseorang. Namun mencampurkannya secara sembarangan dengan bahan-bahan lain yang berisiko memicu gangguan kesehatan, sebaiknya dihindari.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar bahaya miras oplosan maupun efek konsumsi alkohol pada tubuh, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
minuman tidak sehatalkoholkecanduan alkohol
CDC. https://www.cdc.gov/alcohol/fact-sheets/caffeine-and-alcohol.htm
Diakses pada 2 Februari 2021
National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism. https://www.niaaa.nih.gov/publications/brochures-and-fact-sheets/harmful-interactions-mixing-alcohol-with-medicines
Diakses pada 2 Februari 2021
Methanol Institute. http://www.methanol.org/wp-content/uploads/2017/02/FAQ-on-methanol-poisoning-treatment-20160322-EN-general.pdf
Diakses pada 2 Februari 2021
CDC. https://www.cdc.gov/niosh/ershdb/emergencyresponsecard_29750029.html
Diakses pada 2 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait