Video Game: Opsi Masa Depan Pengobatan Depresi

(0)
22 Aug 2020|Aby Rachman
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Video game bernama Neurogrow tengah dikembangkan sebagai pengobatan depresiVideo game tengah dikembangkan sebagai alternatif pengobatan depresi
Depresi adalah masalah mental yang terjadi pada banyak orang, termasuk di Indonesia. WHO mencatat lebih dari 264 juta orang terdampak oleh masalah mental ini. Sementara di Indonesia, diperkirakan sekitar 15,6 juta penduduk mengalami depresi.Saking seriusnya ancaman depresi, WHO menobatkan gangguan mental ini sebagai krisis global dalam Hari Kesehatan Mental Dunia pada 2012 silam. Walaupun dianggap berbahaya, depresi tetap dapat diobati, bahkan dalam kondisi yang tergolong parah sekalipun.Ada beberapa cara yang umumnya dilakukan untuk menangani depresi, di antaranya perubahan gaya hidup, obat-obatan, hingga beragam terapi psikologis.Di samping itu, ada opsi lain yang tengah dikembangkan oleh University of Utah, Amerika Serikat. Cara ini tergolong unik dan memiliki efektivitas yang bisa dibilang tinggi, yakni melalui video game.

Mengobati depresi dengan video game

Game yang tengah dikembangkan ini bukan sembarang game biasa, melainkan permainan yang secara khusus dibuat untuk menangani depresi, khususnya untuk lansia. Namanya adalah Neurogrow, yakni game yang mengajak pemainnya untuk mengurus taman virtual dengan permintaan dan kondisi yang berubah-ubah.Penciptanya juga bukan orang sembarangan. Beliau adalah Dr. Sarah Shizuko Morimoto, yang mendedikasikan lebih dari satu dekade dalam kariernya untuk mengeksplorasi bagaimana video game dapat memperbaiki kerusakan sirkuit dalam lobus frontal yang bisa menghalangi efektivitas obat-obatan antidepresan.Bagi Anda yang belum tahu, lobus frontal adalah bagian otak yang mengontrol beragam kemampuan kognitif manusia, seperti ekspresi emosional, memecahkan masalah, ingatan, bahasa, pengampilan keputusan, dan perilaku seksual. Kerusakan pada lobus frontal dapat membuat perubahan signifikan pada manusia, misalnya dalam aspek kepribadian, ekspresi wajah, hingga kesulitan dalam mengamati lingkungan di sekitarnya.Penelitian Morimoto berfokus pada temuan rekannya yang merupakan salah satu ilmuwan ngetop dalam ranah depresi geriatri, Dr. George Alexopoulos. Temuan tersebut menjabarkan bahwa kemampuan untuk bebas dari respons yang telah terprogram adalah kunci untuk pulih dari depresi.Neurogrow mengharuskan pemainnya menjadi fleksibel terhadap tantangan yang diberikan dalam game. Kesuksesan dalam memainkan game ini secara teori membentuk kembali sirkuit yang rusak dalam lobus frontal.Neurogrow memiliki tingkat kesulitan yang bisa menyesuaikan dengan pemainnya, artinya game ini dapat menjadi lebih mudah atau lebih sulit berdasarkan performa pemainnya.Dalam uji klinis perdananya, Neurogrow diadu dengan antidepresan pada pasien yang sebelumnya tidak menunjukkan respons terhadap obat-obatan. Hasilnya, sekitar 60-70 persen pasien melaporkan bahwa game tersebut setidaknya mampu memberikan beberapa keringanan terhadap gejala depresi yang mereka alami.Pada uji klinis lainnya, Morimoto menguji Neurogrow untuk diadu dengan program komputer yang memberikan stimulasi. Hasilnya, sekitar 60 sampai 70 persen pasien melaporkan penurunan 50 persen dari gejala-gejala depresi yang mereka alami.Hasil ini dianggap Morimoto sebagai pencapaian yang mengejutkan. Sebuah game yang sifatnya noninvasif, yang bukan perawatan dengan obat-obatan, ternyata memiliki potensi untuk mengatasi gangguan kognitif.Salah satu peserta dalam uji klinis ini, Laurie (nama yang disamarkan), menyatakan bahwa ingatannya menjadi lebih baik. Ia mulai bisa menyatakan kata-katanya dengan benar, setelah sebelumnya kesulitan dan harus berputar-putar untuk menemukannya. Ia juga menyadari bahwa depresi dan kecemasan yang dialami tidak sehebat sebelumnya.Laurie juga menambahkan bahwa memainkan Neurogrow menumbuhkan pengaruh positif pada kepercayaan dirinya. Ia merasa lebih baik dan menganggap dirinya dapat kembali bekerja lagi.

Neurogrow bukan satu-satunya game untuk pengobatan depresi

Tidak hanya obat-obatan yang bisa berevolusi menjadi lebih efektif, game pun demikian. EndeavorRx, game yang telah disetujui FDA (BPOM-nya Amerika Serikat), semula juga ditargetkan untuk lansia layaknya Neurogrow.Namun, ketika pengembangnya menjalankan uji klinis, mereka menemukan bahwa game ini ternyata lebih efektif pada anak-anak dan membantu mereka meraih kondisi mental yang  disebut sebagai flow dalam game Endeavor Rx ini.Flow adalah keselarasan antara tingkat kesulitan dalam game dan kemampuan pemain. Dalam kondisi flow, sang pemain akan tenggelam ke dalam permainan dan lupa akan waktu karena tingginya intensitas fokus mereka. Layaknya Neurogrow, Endeavor RX juga didesain untuk meningkatkan fungsi kognitif dengan menantang otak melalui rangsangan dan tantangan motorik.Meski terbukti efektif, Morimoto tidak menganggap game sebagai pengganti dari psikiatri. Namun, ia percaya bahwa game dapat menjadi pilihan bagi mereka yang tidak bisa mengakses perawatan atau jika perawatan yang diberikan tidak efektif.
mengatasi depresidepresi pada lansia
Salt Lake Tribune
https://www.sltrib.com/news/2020/08/09/university-utah-lab-is/
Diakses pada 12 Agustus 2020
Healthline.
https://www.healthline.com/human-body-maps/frontal-lobe#2
Diakses pada 12 Agustus 2020
WHO.
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/depression
Diakses pada 12 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait