Venting Adalah Cara Meluapkan Emosi dengan Sehat, Yuk Dicoba!


Semua emosi itu tidak salah untuk dirasakan, termasuk marah. Namun menyalurkan atau mengekspresikannya secara tepat dapat membuat kesehatan mental tetap terjaga.

(0)
21 Feb 2021|Azelia Trifiana
Venting atau melampiaskan emosi dapat berdampak baik bagi kesehatanVenting atau melampiaskan emosi dapat berdampak baik bagi kesehatan
Setiap emosi itu baik. Termasuk ketika merasa marah karena situasi berjalan tidak sesuai ekspektasi, itu pun wajar. Menjadi menantang ketika tidak tahu bagaimana cara meluapkan emosi dengan tepat. Venting adalah cara untuk menyalurkan rasa marah atau emosi apapun, agar tak berujung pada penyesalan hingga stres.Bukan hanya dongeng belaka bahwa kemarahan yang terlalu meluap-luap bisa menyebabkan penyesalan pada akhirnya. Tak hanya itu, hubungan dengan orang lain baik secara personal maupun profesional pun menjadi taruhannya.

Cara meluapkan emosi dengan sehat

Mencurahkan emosi atau venting bisa dilakukan dengan cara yang sehat. Memang benar bahwa ketika rasa marah memenuhi pikiran, rasanya sulit berpikir jernih. Pikiran kalut. Jantung berdebar-debar. Rasanya seperti akan meledak.Ketika ini terjadi, coba ingat beberapa cara sehat untuk venting berikut ini, seperti:

1. Tarik napas panjang

menghirup napas
Tarik napas panjang bisa perbaiki suasana hati
Sebagian besar olahraga akan dimulai dengan pemanasan serta pendinginan yang melibatkan pernapasan. Anda akan diminta menarik napas panjang kemudian menghembuskannya. Ketika merasa marah, coba teknik bernapas perlahan dan terkendali.Cara melakukannya adalah:
  • Tarik napas dari perut hingga mengembang
  • Tarik napas dengan sangat perlahan dan terkendali
  • Buang napas lewat mulut
  • Lakukan sambil duduk agar leher dan pundak bisa rileks
  • Lakukan 3 kali sehari selama 5-10 menit sesuai kebutuhan

2. Mengulang mantra yang menenangkan

Siapa sangka, mengulang kalimat yang Anda anggap sebagai mantra bisa menjadi cara venting dengan positif. Terlebih, metode ini juga bisa membantu mengekspresikan emosi yang sulit seperti frustrasi.Mantranya apa saja. Contohnya seperti “Take it easy” atau “Semuanya akan baik-baik saja” setiap kali merasa kewalahan dengan sebuah situasi. Bisa dilafalkan dengan keras, bersamaan dengan menghembuskan napas, atau di dalam hati.

3. Visualisasi

Ketika merasa marah, coba alihkan pikiran dengan melakukan visuaslisasi hal menenangkan. Cara ini bekerja seperti trik bagi mental agar tubuh sekaligus otak merasa lebih tenang.Beberapa contoh visualisasinya seperti:
  • Tempat khayalan atau nyata yang bisa membuat Anda bahagia, tenang, dan merasa aman
  • Fokus pada detail sensori ketika berada di tempat itu, mulai dari suara, aroma, hingga pemandangan
  • Selalu bernapas dengan sungguh-sungguh hingga rasa cemas atau marah perlahan memudar

4. Selipkan humor

Mungkin tidak semua orang bisa piawai melakukan hal ini. Hanya saja, menemukan humor ketika situasi sedang panas dapat menyeimbangkan sudut pandang. Artinya tentu bukan selalu menyepelekan atau menertawakan masalah, tapi melihatnya dengan kepala dingin.Skenarionya adalah ketika merasa meluap-luap, bayangkan apa yang akan orang lain pikirkan melihat kasus ini? Apakah ada hal yang menggelitik dan justru dianggap sebagai humor? Dengan tidak berpikir terlalu serius, Anda perlahan akan terlatih tidak membesar-besarkan masalah sepele.

5. Cari waktu sendiri

mendengarkan musik
Cari waktu untuk menyendiri untuk menenangkan hati
Coba cari waktu sendiri dengan meninggalkan tempat pemicu terjadinya kemarahan. Contohnya ketika terjadi di rumah atau kantor, coba berjalan kaki mencari udara segar atau sekadar menyetir sejenak. Dengan cara ini, Anda akan merasa lebih tenang ketika kembali lagi ke tempat itu.

6. Menggerakkan tubuh

Terkadang, hanya duduk diam justru bisa membuat seseorang merasa kesabarannya sudah habis. Untuk itu, coba gerakkan tubuh dengan seutuhnya seperti melakukan peregangan otot hingga yoga sehingga otot tidak lagi terasa tegang.Ketika merasa berada di situasi memicu stres, coba berjalan kaki juga bisa membantu meredakan pikiran. Jika Anda suka menari, itu juga bisa dicoba.

7. Kenali pemicunya

Terkadang, pemicu kemarahan adalah hal yang itu-itu saja. Sebut saja orang yang berbicara sangat keras ketika berada dalam kereta. Jika sudah tahu pemicunya, cari cara untuk menghindarinya. Bisa dengan menegur sopan atau membeli headphone yang dapat menghalau suara dari luar.Ide utamanya adalah memahami apa yang memicu kemarahan Anda. Hal yang membuat Anda jadi sumbu pendek. Jika sudah disadari, maka bisa dicari langkah agar Anda tidak selalu terjebak di lingkaran yang sama.

Beberapa hal di atas bisa dilatih agar cara venting menjadi lebih sehat. Cari mana yang paling efektif. Wajar jika tidak langsung berhasil, dan itu tidak apa-apa.Namun apabila rasa marah ini terus mendominasi setiap harinya dan menyebabkan kewalahan, tak ada salahnya mencari bantuan dari ahlinya.Jika Anda ingin tahu lebih banyak seputar kapan kemarahan ini dikatakan sudah mengganggu, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mental
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-release-anger
Diakses pada 8 Februari 2021
HHS Public Access. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2831051/
Diakses pada 8 Februari 2021
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/heal-the-mind-heal-the-body/201805/7-creative-ways-express-hot-anger
Diakses pada 8 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait