Mengenal Vasodilator, Obat Pelebar Pembuluh Darah untuk Atasi Gangguan Kardiovaskuler


Obat golongan vasodilator bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah. Dengan begitu, aliran darah menjadi lebih lancar. Golongan obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi masalah kardiovaskuler.

0,0
Obat vasodilator berguna untuk mengatasi sakit stroke dan jantungObat vasodilator berfungsi membantu memperlancar peredaran darah pada orang dengan masalah kardiovaskuler
Vasodilator adalah obat pelebar pembuluh darah yang membuat aliran darah mengalir lebih lancar. Itu sebabnya, golongan obat ini disebut juga obat kardiovaskuler.Obat ini bekerja dengan melebarkan diameter bagian dalam pembuluh darah, atau disebut lumen. Vasodilator bekerja dengan cara merelaksasi otot polos pembuluh darah sehingga meringankan kerja jantung dalam memompa darah dan melancarkan peredaran darah.Apa saja manfaat obat vasodilator? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Manfaat obat vasodilator

Obat golongan vasodilator berfungsi untuk mengatasi permasalahan kardiovaskuler, seperti sakit jantung
Obat golongan vasodilator berfungsi untuk mengatasi permasalahan kardiovaskuler, seperti sakit jantung
Obat vasodilator biasa digunakan untuk menangani berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan sistem kardiovaskuler (pembuluh darah dan jantung), seperti:
  • Penyakit jantung (angina, gagal jantung)
  • Mencegah stroke
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Preeklampsia (tekanan darah tinggi pada ibu hamil)
  • Hipertensi pulmonal (tekanan darah tinggi di paru-paru)
  • Hipertensi sistemik
  • Nefropati diabetik
  • Sindrom Raynaud
  • Perdarahan subaraknoid
  • Kardiomiopati (lemah jantung)
Golongan obat ini dapat melebarkan atau membuka pembuluh darah (arteri dan vena) sehingga jantung dapat memompa darah dan oksigen ke seluruh tubuh lebih efisien. Itu sebabnya, golongan vasodilator kerap diresepkan dalam obat hipertensi ataupun penyakit jantung.Dalam hal ini, pembuluh darah memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga metabolisme dan fungsi tubuh, termasuk mengatur tekanan darah dan aliran darah ke organ tubuh.Vasodilator juga dapat digunakan pada anak-anak untuk mengontrol tekanan darah selama dan setelah operasi. Penggunaan jenis obat vasodilator pada anak-anak maupun dewasa perlu anjuran dan resep dari dokter. 

Jenis dan mekanisme kerja obat vasodilator

Setidaknya, terdapat empat jenis obat vasodilator yang juga dapat mengatasi hipertensi
Setidaknya, terdapat empat jenis obat vasodilator yang juga dapat mengatasi hipertensi
Berikut ini adalah 4 kelompok obat golongan vasodilator beserta cara kerjanya. 

1. Angiotensin Converting Enzyme (ACE) inhibitor

ACE inhibitor (obat penghambat enzim pengubah angiotensin) bekerja dengan cara menghambat atau memperlambat aktivitas enzim ACE yang menurunkan produksi angiotensin. Angiotensin inilah yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah.Dengan begitu, pembuluh darah akan melebar dan tekanan darah pun akan turun. Beberapa contoh vasodilator golongan ACE inhibitor adalah benazepril, captopril, enalapril, dan trandolapril.

2. Calcium Channel Blockers (CCB)

Obat golongan calcium channel blockers atau CCB (antagonis kalsium) bekerja dengan cara menghalangi kalsium agar tidak masuk ke sel-sel halus. Dengan begitu, otot-otot pembuluh darah arteri jadi mengendur.Mengapa kalsium perlu dihalangi? Sel otot polos pembuluh arteri menggunakan kalsium untuk melakukan kontraksi otot. Dengan terhalangnya kalsium, otot arteri dapat mengendur dan melebar sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.  Contoh obat calcium channel blockers, antara lain amlodipine, clevidipine, diltiazem, verapamil.

3. Angiotensin Receptor Blocker (ARB)

ARB (penghambat reseptor angiotensin II) bekerja dengan cara menghalangi angiotensin agar tidak menempel pada otot polos pembuluh darah. Dengan begitu, akan terjadi vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah. Contoh obat vasodilator jenis ini antara lain azilsartan, candesartan, eprosartan, dan valsartan.

4. Nitrat

Obat vasodilator jenis nitrat ini akan diubah menjadi oksida nitrat untuk mengaktifkan bahan kimia lain yang membantu pembuluh darah dan arteri terbuka atau melebar. Sebuah penelitian dalam jurnal Pharmacology and Therapeutics for Dentistry menyatakan bahwa obat jenis nitrat dan hidralazin dapat mengurangi beban pada jantung, meningkatkan perfusi jaringan pada gagal jantung, dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien.Obat jenis ini biasa diresepkan oleh dokter sebagai obat kardiovaskuler untuk mengobati angina atau sakit jantung. Contoh obat jenis ini antara lain nitrogliserin, isosorbide mononitrate, minoxidil, fenoldopam.  

Efek samping obat vasodilator

Pusing bisa menjadi salah satu efek samping obat kardiovaskuler
Pusing bisa menjadi salah satu efek samping obat kardiovaskuler
Sesuai dengan fungsinya, obat vasodilator ini dapat mengurangi tekanan darah. Selama Anda mengikuti anjuran dari dokter untuk pemakaiannya, risiko efek samping pun dapat diminimalisir.Meski begitu, seperti obat lainnya, obat golongan vasodilator juga mungkin saja memiliki efek samping. Penggunaan yang kurang tepat justru dapat membuat Anda memiliki tekanan darah yang terlalu rendah (hipotensi). Pusing merupakan salah satu gejala umum dari hipotensi.Efek samping lain yang mungkin muncul akibat obat vasodilator, antara lain:
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Retensi cairan (edema)
  • Glukosa darah rendah
  • Mual
  • Pusing
  • Jantung berdebar tidak beraturan (palpitasi)
  • Sakit perut
  • Gagal ginjal
  • Batuk
  • Kulit wajah memerah
  • Impotensi.
Jika Anda memiliki salah satu atau beberapa gejala di atas setelah mengonsumsi obat vasodilator atau obat kardiovaskuler, segera periksakan diri ke dokter. Mengingat ada kemungkinan efek samping seperti pusing, hindari beraktivitas seorang diri atau aktivitas lain yang membutukan kewaspadaan, seperti menyetir, setelah minum obat ini.

Catatan dari SehatQ 

Obat kardiovaskuler golongan vasodilator mungkin saja memiliki efek samping seperti obat lainnya. Namun, sebaiknya Anda tidak langsung berhenti begitu saja begitu merasakan sesuatu yang tidak diharapkan.Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Pasalnya, obat ini tentu diresepkan dengan memperhatikan kondisi medis Anda. Itu sebabnya, Anda tak bisa tiba-tiba berhenti.Diskusikanlah dengan dokter Anda mengenai kemungkinan alternatif obat lainnya yang lebih minim efek samping. Dokter nantinya akan membantu mengevaluasi untuk menemukan solusi yang tepat.Anda juga bisa menggunakan fitur chat dokter untuk berkonsultasi secara online melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
penyakitpenyakit jantunghipertensitekanan darah tinggistrokedarah tinggivasodilator
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/vasodilators_drug_class_side_effects_list_of_names/article.htm
Diakses pada 14 Juni 2021
Pharmacology and Therapeutics for Dentistry. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B9780323393072000205
Diakses pada 14 Juni 2021
Vasodilator Agent. https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/vasodilator-agent
Diakses pada 14 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait