Varikokel adalah pembesaran pembuluh darah di bagian kantung pelir
Varikokel mirip dengan varises, hanya saja muncul di bagian kantung pelir

Varises tidak hanya terjadi pada kaki saja, kondisi ini pun bisa muncul di tempat yang tidak diduga-duga, yaitu kantung zakar. Para pria bisa mengalami varikokel atau pembengkakan pembuluh darah pada bagian skrotum (kantung pelir). Penampilannya serupa dengan varises yang terjadi di kaki, di mana pembuluh darah jadi terlihat jelas.

Varikokel sangat mudah dideteksi karena terlihat secara fisik, tetapi terkadang kondisi ini dapat memicu penurunan produksi dan kualitas sperma, serta mampu menghambat perkembangan testis atau membuatnya menciut. Lantas, apakah ada obat varikokel?

Apa obat varikokel?

Untungnya, varikokel merupakan kondisi yang dapat disembuhkan. Hanya saja, penanganan varikokel tidak melibatkan obat-obatan tertentu, melainkan serangkaian prosedur atau bedah.

Jika kondisi tersebut tidak mengakibatkan rasa sakit, mengecilnya ukuran testis, kemandulan, kualitas air mani yang tidak normal, atau salah satu testis memiliki ukuran yang berbeda, kondisi ini tidak memerlukan penanganan medis.

Meskipun demikian, obat varikokel biasanya hanya berupa obat antinyeri untuk menanggulangi rasa sakit akibat gangguan tersebut. Acetaminophen dan ibuprofen adalah beberapa obat antinyeri yang digunakan sebagai obat untuk mengatasi rasa nyeri akibat varikokel.

Jenis Bedah untuk Mengatasi Varikokel

Satu-satunya jalan untuk mengatasi varikokel adalah dengan operasi bedah

Bedah dilakukan untuk menyegel pembuluh darah yang mengalami varikokel dan mengubah arah aliran darah ke pembuluh darah normal lainnya. Berikut adalah jenis -operasi yang dapat dijalankan untuk menanggulangi varikokel

  • Bedah terbuka

Saat menjalani bedah terbuka, Anda akan diberikan obat bius secara umum atau lokal. Setelahnya, ahli bedah akan memulai bedah dengan membuat sayatan di alat kelamin, perut atau di bawah alat kelamin.

Ahli bedah dapat menggunakan mikroskop bedah untuk melihat daerah yang mengalami varikokel saat operasi atau memakai USG Doppler untuk memandu ahli bedah sementara operasi.

  • Embolisasi perkutan

Berbeda dengan bedah terbuka, embolisasi perkutan jarang dilakukan dan membutuhkan waktu 45 menit sampai satu jam. Prosedur ini meliputi pemasukan tabung ke dalam pembuluh darah melalui alat kelamin atau leher.

Tabung tersebut digunakan untuk memantau pembuluh darah yang membesar melalui monitor. Terkadang, cairan tertentu yang dapat memunculkan warna di x-ray akan disuntikkan melalui tabung untuk melihat pembuluh darah yang bermasalah di x-ray.

Dokter akan mengeluarkan kumparan atau larutan dari tabung yang menyebabkan luka atau kemunculan jaringan parut di pembuluh darah yang bermasalah. Jaringan parut tersebut akan menghalangi pembuluh darah testis dan aliran darah, serta mengobati varikokel.

  • Bedah laparoskopik

Bedah laparoskopi hanya membuat sayatan kecil pada bagian perut dan memasukkan alat kecil yang digunakan untuk melihat dan memperbaiki varikokel. Selama bedah berlangsung, Anda akan diberikan anestesi umum.

  • Microscopic varicocelectomy

Bedah dengan metode ini membutuhkan waktu dua sampai tiga jam. Ahli bedah akan membuat sayatan selebar satu sentimeter di atas skrotum dan menutup semua pembuluh darah kecil di testis.

Apa yang terjadi setelah operasi varikokel?

Bila Anda memutuskan menjalani bedah, dokter akan meminta Anda untuk tidak berolahraga atau melakukan aktivitas yang berat dalam jangka waktu dua hari sampai dua minggu. Anda dapat bekerja seperti biasa lima sampai tujuh hari setelah bedah berlangsung.

Dokter akan menyarankan Anda untuk tidak melakukan hubungan intim selama beberapa bulan.

Nyeri akibat bedah biasanya ringan, tetapi dapat berlangsung beberapa hari hingga berminggu-minggu. Dokter bisa memberikan obat berupa obat antinyeri untuk mengatasi rasa sakit tersebut.

Sementara itu, jika Anda menjalani embolisasi perkutan, Anda dapat bekerja seperti biasa dalam kurun waktu satu atau dua hari setelah prosedur dijalankan dan bisa berolahraga setelah tujuh sampai 10 hari seusai embolisasi perkutan dilakukan.

Risiko di balik penanganan varikokel

Sama seperti obat, bedah dan prosedur lainnya yang dilakukan untuk mengatasi varikokel memiliki beberapa risiko tertentu.

Pada operasi, Anda berisiko mengalami infeksi, penumpukan cairan di sekitar testis atau hidrokel, munculnya varikokel kembali, dan kerusakan pada pembuluh darah arteri.

Embolisasi perkutan berpotensi menyebabkan infeksi saat tabung dipasang, kumparan berganti posisi dari yang seharusnya, dan kemunculan varikokel atau varikokel tidak sembuh total. Namun dokter akan melakukan tindakan setelah mempertimbangkan lebih banyak manfaat yang akan didapatkan dibandingkan besar risikonya.

Catatan dari SehatQ

Meskipun tidak ada obat varikokel, Anda perlu tetap menjalani penanganan untuk kondisi ini jika varikokel mengganggu atau memberikan dampak secara fisik atau emosional pada Anda.

Anda dapat berkonsultasi ke dokter untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan yang tepat dalam mengobati varikokel yang dimiliki.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/varicocele/symptoms-causes/syc-20378771
Diakses pada 21 Februari 2020

Urology Care Foundation. https://www.urologyhealth.org/urologic-conditions/varicoceles
Diakses pada 21 Februari 2020

Artikel Terkait