Apa Pilihan Obat yang Ampuh untuk Mengatasi Varises di Testis (Varikokel)?


Obat varikokel yang biasa diberikan biasanya berfungsi sebagai pereda nyeri, seperti paracetamol. Lantas, bagaimana cara mengobati varikokel agar sembuh?

(0)
22 Feb 2020|Anita Djie
obat varikokel di apotek hanya membantu meredakan nyeriObat varikokel di apotek biasanya hanya berupa obat antinyeri
Varises tidak hanya terjadi pada kaki, tapi di tempat yang tidak diduga-duga, seperti kantong zakar (skrotum). Kondisi ini dikenal dengan nama varikokel. Beberapa juga menyebutnya varises pada testis. Jika tidak segera ditangani, varikokel bisa menyebabkan gangguan kesuburan pada pria. Lantas, apakah ada obat varikokel?

Apa obat varikokel?

Varikokel adalah kondisi ketika terjadi pembesaran pembuluh darah vena papiniform flexus di dalam skrotum, sekitar buah zakarnya (testis). Penyebab varikokel adalah adanya masalah pada katup pembuluh darah. Normalnya, pembuluh darah vena mengalirkan darah dari testis menuju skrotum, untuk kembali ke jantung. Namun, masalah katup ini membuat pembuluh darah tidak berfungsi dengan baik.Akibatnya, darah jadi menumpuk hingga menyebabkan pembuluh darah membesar. Belum dapat dipastikan mengapa hal tersebut bisa terjadi, terlepas dari anggapan adanya sejumlah faktor risiko seperti olahraga tertentu yang menyebabkan varikokel, hingga mengangkat beban terlalu berat.Kabar baiknya, varikokel merupakan kondisi yang dapat disembuhkan. Bahkan, penderitanya tidak memerlukan obat atau tindakan medis apa pun untuk mengobati varikokel selama tidak ada gejala atau keluhan yang muncul.Beberapa gejala yang biasanya muncul jika Anda mengalami varises pada testis, antara lain:
  • Nyeri pada skrotum
  • Buah zakar mengecil (atrofi testis)
  • Gangguan kesuburan
  • Bentuk air mani tidak normal
Apabila varises pada testis mulai disertai gejala di atas, Anda mungkin membutuhkan bantuan medis. Sayangnya, hingga kini, tidak ada obat-obatan medis yang dapat menyembuhkan varikokel tanpa operasi.Dokter mungkin saja memberikan obat pereda nyeri untuk meredakan sakit yang muncul akibat varikokel, seperti acetaminophen (paracetamol) atau ibuprofen, sebagaimana dilansir dari Medscape. Dokter juga mungkin menyarankan celana khusus untuk menyangga testis untuk mengurangi rasa sakit yang muncul.Kedua obat varikokel tersebut tersedia di apotek dan bisa dibeli tanpa resep dokter. Namun, fungsinya memang hanya sebatas meredakan nyeri, bukan mengobati dan menghilangkan pembesaran pembuluh darah yang terjadi.Selain itu, ada juga obat dan bahan herbal yang dipercaya ampuh meredakan gejala varikokel, seperti minyak lavender dan ekstrak biji anggur. Sayangnya, hal ini belum didukung oleh bukti ilmiah yang mencukupi sehingga penggunaan bahan-bahan alami tersebut sebagai obat varikokel alami tidak disarankan.

Operasi adalah 'obat' varikokel sesungguhnya

Satu-satunya jalan pengobatan varikokel adalah dengan operasi, alis prosedur bedah. Ya, operasi varikokel (varikokelektomi) adalah 'obat' varikokel yang sesungguhnya.Bedah dilakukan untuk menyegel pembuluh darah yang mengalami varikokel dan mengubah arah aliran darah ke pembuluh darah normal lainnya. Berikut adalah operasi yang biasa dilakukan untuk mengobati penyakit organ reproduksi pria yang satu ini:
  • Bedah terbuka
  • Embolisasi perkutan
  • Microscopic varicocelectomy

Apa yang terjadi setelah operasi varikokel?

Bila Anda diharuskan untuk menjalani operasi bedah untuk mengobati varikokel, dokter akan meminta Anda untuk tidak berolahraga atau melakukan aktivitas yang berat dalam jangka waktu dua hari sampai dua minggu. Sementara itu, Anda diperbolehkan untuk bekerja seperti biasa sekitar lima sampai tujuh hari setelah bedah berlangsung.Pantangan lain yang mungkin dokter anjurkan setelah operasi varikokel adalah tidak melakukan hubungan intim selama beberapa bulan.Jika Anda menjalani embolisasi perkutan, Anda dapat bekerja seperti biasa dalam kurun waktu satu atau dua hari setelah prosedur dijalankan dan bisa berolahraga setelah tujuh sampai 10 hari sesudahnya.

Risiko di balik penanganan varikokel

Sama seperti obat, bedah dan prosedur lainnya yang dilakukan untuk mengatasi varikokel memiliki beberapa risiko tertentu.Pada operasi, Anda berisiko mengalami infeksi, penumpukan cairan di sekitar testis atau hidrokel, kambuhnya varikokel, dan kerusakan pada pembuluh darah arteri.Embolisasi perkutan berpotensi menyebabkan infeksi saat tabung dipasang, kumparan berganti posisi dari yang seharusnya, dan varikokel tidak sembuh total. Namun dokter tetap akan melakukan tindakan ini apabila manfaat yang akan Anda dapatkan lebih besar dibandingkan risikonya. Itu sebabnya, berdiskusilah dengan dokter sejelas-jelasnya.

Catatan dari SehatQ

Memang obat medis untuk varikokel hingga kini belum ada. Akan tetapi, menjalani operasi untuk menyembuhkan varikokel dapat membantu Anda mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.Anda dapat berkonsultasi ke dokter untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan yang tepat dalam mengobati varikokel yang dimiliki. Gunakan fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk menemukan solusi pengobatan varikokel yang tepat. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitkesehatan organ intimkesehatan priamasalah reproduksivarikokelreproduksi pria
Archives of Medical Science. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4379365/ Diakses pada 21 Februari 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/varicocele/symptoms-causes/syc-20378771
Diakses pada 21 Februari 2020
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/438591-treatment Diakses pada 22 Februari 2021Urology Care Foundation. https://www.urologyhealth.org/urologic-conditions/varicoceles
Diakses pada 21 Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait