logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Lebih Bahaya Vape atau Rokok? Ini Fakta dan Mitosnya

open-summary

Vape vs rokok memiliki bahaya bagi kesehatan, baik pada paru-paru, jantung, hingga organ lain di seluruh tubuh. Namun, adakah yang lebih aman di antara keduanya?


close-summary

7 Okt 2020

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

bahaya vape atau rokok sama-sama tidak baik untuk kesehatan

Vape vs rokok ternyata sama-sama mempunyai efek negatif bagi kesehatan.

Table of Content

  • Lebih bahaya vape atau rokok biasa?
  • Mitos dan fakta seputar vape vs rokok
  • Pesan dari SehatQ

Pembahasan tentang lebih bahaya vape atau rokok, seperti tidak ada habisnya. Ada yang bilang rokok lebih berbahaya dari vape. Namun tidak sedikit juga yang mengatakan sebaliknya. Lalu, mana yang benar?

Advertisement

Merokok vape (vaping) atau rokok elektronik kerap dijadikan alternatif banyak orang untuk menghindari rokok. Vaping bukanlah mengisap tembakau seperti merokok secara konvensional, melainkan mengisap aerosol yang diberi perasa dengan alat khusus (rokok elektrik, pulpen vape, dan lain-lain).

Penelitian tentang bahaya vape untuk kesehatan memang belum sebanyak penelitian yang menyatakan bahaya merokok. Kendati demikian, bukan berarti pertempuran vape vs rokok mutlak dimenangkan oleh si rokok kekinian.

Baca Juga

  • Batuk Sampai Muntah, Ini Daftar Penyebab dan Pemicunya
  • Cara Menghilangkan Nikotin di Gigi yang Ampuh
  • Keracunan Nikotin, Apa Penyebab dan Gejalanya?

Lebih bahaya vape atau rokok biasa?

Vaping memang tidak menggunakan tembakau, tapi cairan aerosol yang digunakan pada vape juga mengandung nikotin. Zat kimia berbahaya ini juga ditemukan pada tembakau di rokok konvensional serta sudah terbukti dapat merusak jantung, paru-paru, hingga meningkatkan risiko Anda terkena kanker.

no caption
Vape tetap berdampak buruk bagi kesehatan.

Nikotin adalah zat kimia stimulan dari tembakau serta memiliki sifat adiktif yang hampir sama dengan kokain maupun heroin. Ketika seseorang menghirup asap rokok yang mengandung nikotin, zat kimia tersebut dengan cepat terserap ke dalam darah dan memengaruhi kinerja otak hanya dalam waktu 10 detik.

Di saat itulah, perokok konvensional maupun vape sama-sama merasakan kenikmatan dan rasa lega selama beberapa saat. Adrenaline juga akan terpompa sehingga muncul semangat dan enerjik dalam beraktivitas.

Meskipun demikian, nikotin dapat mengakibatkan efek buruk bagi kesehatan fisik maupun mental, seperti:

  • Mengurangi nafsu makan
  • Meningkatkan irama jantung sekaligus tekanan darah
  • Merangsang aktivitas berlebihan di saluran cerna
  • Merangsang produksi air liur dan lendir
  • Membuat mood naik-turun
  • Merangsang keringat keluar berlebihan
  • Mual
  • Diare

Selain daftar di atas, bahaya vape dan rokok biasa juga terbukti secara penelitian memiliki efek kesehatan yang berbeda-beda. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), merokok secara konvensional membuat Anda berisiko lebih tinggi menderita penyakit jantung, stroke, dan kanker paru-paru.

Merokok juga terbukti dapat membuat pria maupun wanita mengalami masalah fertilitas (termasuk impotensi) serta menurunkan imunitas tubuh. Pada ibu hamil, merokok juga meningkatkan risiko terjadinya keguguran serta dapat mengakibatkan janin terlahir dengan cacat bawaan, bahkan meninggal dunia.

Baca juga: Mengenal 10 Penyakit Akibat Merokok yang Perlu Diwaspadai

Mitos dan fakta seputar vape vs rokok

Terdapat beberapa anggapan mengenai bahaya vape atau rokok. Berikut ini beberapa di antaranya beserta penjelasan ilmiahnya.

1. Vape lebih sehat dibanding merokok konvensional?

Peneliti dari Pusat Kesehatan John Hopkins Amerika Serikat, Michael Blaha, mengamini bahwa vape mengandung bahaya untuk kesehatan lebih sedikit dibanding merokok konvensional. Kendati demikian, bukan berarti vape lebih sehat karena cairan yang digunakan juga berisiko menimbulkan masalah kesehatan yang fatal.

CDC menyatakan perokok vape berisiko mengalami cedera paru-paru yang dinamakan EVALI. Kondisi ini terutama bisa menimpa perokok yang menggunakan cairan vape dengan kandungan zat kimia berupa tetrahidrocannabiol (THC).

CDC juga memperingatkan perokok vape untuk mewaspadai penggunaan zat pengental cairan vape bernama vitamin E asetat. Pasalnya, zat kimia inilah yang paling banyak ditemukan di paru-paru penderita EVALI yang diteliti oleh CDC.

Tidak ada yang lebih baik antara vape dan rokok, keduanya berisiko merusak organ jantung.

2. Vape tidak merusak jantung dan paru-paru?

Data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah penderita penyakit paru-paru kronis dan asma pada pengguna rokok vape. Namun, para peneliti belum bisa memastikan mekanisme terjadinya penyakit ini maupun frekuensi merokok yang mengakibatkan penyakit ini.

Yang jelas, vape vs rokok sama-sama bisa mengakibatkan terjadinya gangguan napas yang dimulai dari rasa sesak di dada setelah merokok. Rasa sesak ini juga tidak ada hubungannya dengan rasa vape tertentu karena semua jenis cairan vape bisa menimbulkan masalah bagi kesehatan jantung maupun paru-paru.

3. Vape dapat membantu Anda berhenti merokok?

no caption
Rokok konvensional pun berisiko menimbulkan kecanduan.

Beberapa orang mengklaim vape tidak menimbulkan ketergantungan, bahkan mampu membantu Anda untuk berhenti merokok. Harvard Health pun menyatakan hal serupa. Hanya saja, efektivitas penggunaan vape sebagai salah satu usaha berhenti merokok belum memiliki bukti yang cukup secara ilmiah.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pun hingga kini belum memberi lampu hijau tentang penggunaan vape sebagai metode yang aman untuk melepaskan diri dari candu rokok konvensional.

Cairan yang digunakan untuk vape juga ada yang mengandung nikotin, maka akan memiliki efek candu yang sama dengan rokok, dan berbahaya untuk segala jenis umur, baik anak-anak maupun orang dewasa. 

Baca juga: Rokok Herbal Sama Bahayanya dengan Rokok Biasa, Ini Buktinya!

Pesan dari SehatQ

Jika Anda ingin menggunakan vape sebagai pengganti rokok atau usaha untuk tidak lagi merokok, pertimbangkan juga mengenai efek buruknya bagi kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang. Masih banyak cara lain untuk hidup sehat dan berhenti merokok selain menggunakan vape.

Untuk mengetahui lebih banyak bahaya vape atau rokok untuk kesehatan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

berhenti merokokbahaya rokok elektrikbahaya asap rokok

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved