Vape Vs Rokok, Mana yang Lebih Berbahaya?

(0)
15 Oct 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Vape vs rokok sama-sama memiliki bahaya tersendiri.Vape vs rokok ternyata sama-sama mempunyai efek negatif bagi kesehatan.
Pembahasan tentang vape vs rokok, terutama soal yang lebih berbahaya, seperti tidak ada habisnya. Ada yang bilang rokok lebih berbahaya dari vape. Namun tidak sedikit juga yang mengatakan sebaliknya. Lalu, mana yang benar?Merokok vape (vaping) kerap dijadikan alternatif banyak orang untuk menghindari rokok. Vaping bukanlah mengisap tembakau seperti merokok secara konvensional, melainkan mengisap aerosol yang diberi perasa dengan alat khusus (rokok elektrik, pulpen vape, dan lain-lain).Penelitian tentang bahaya vape untuk kesehatan memang belum sebanyak penelitian yang menyatakan bahaya merokok. Kendati demikian, bukan berarti pertempuran vape vs rokok mutlak dimenangkan oleh si rokok kekinian.

Persamaan bahaya vape vs rokok

Vaping memang tidak menggunakan tembakau, tapi cairan aerosol yang digunakan pada vape juga mengandung nikotin. Zat kimia berbahaya ini juga ditemukan pada tembakau di rokok konvensional serta sudah terbukti dapat merusak jantung, paru-paru, hingga meningkatkan risiko Anda terkena kanker.
Vape tetap berdampak buruk bagi kesehatan.
Nikotin adalah zat kimia stimulan dari tembakau serta memiliki sifat adiktif yang hampir sama dengan kokain maupun heroin. Ketika seseorang menghirup asap rokok yang mengandung nikotin, zat kimia tersebut dengan cepat terserap ke dalam darah dan memengaruhi kinerja otak hanya dalam waktu 10 detik.Di saat itulah, perokok konvensional maupun vape sama-sama merasakan kenikmatan dan rasa lega selama beberapa saat. Adrenaline juga akan terpompa sehingga muncul semangat dan enerjik dalam beraktivitas.Meskipun demikian, nikotin dapat mengakibatkan efek buruk bagi kesehatan fisik maupun mental, seperti:
  • Mengurangi nafsu makan
  • Meningkatkan irama jantung sekaligus tekanan darah
  • Merangsang aktivitas berlebihan di saluran cerna
  • Merangsang produksi air liur dan lendir
  • Membuat mood naik-turun
  • Merangsang keringat keluar berlebihan
  • Mual
  • Diare
Selain daftar di atas, vape vs rokok juga terbukti secara penelitian memiliki efek kesehatan yang berbeda-beda. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), merokok secara konvensional membuat Anda berisiko lebih tinggi menderita penyakit jantung, stroke, dan kanker paru-paru.Merokok juga terbukti dapat membuat pria maupun wanita mengalami masalah fertilitas (termasuk impotensi) serta menurunkan imunitas tubuh. Pada ibu hamil, merokok juga meningkatkan risiko terjadinya keguguran serta dapat mengakibatkan janin terlahir dengan cacat bawaan, bahkan meninggal dunia.

Mitos dan fakta seputar vape vs rokok

Terdapat beberapa anggapan mengenai bahaya vape vs rokok. Berikut ini beberapa di antaranya beserta penjelasan ilmiahnya.

1. Vape lebih sehat dibanding merokok konvensional?

Peneliti dari Pusat Kesehatan John Hopkins Amerika Serikat, Michael Blaha, mengamini bahwa vape mengandung bahaya untuk kesehatan lebih sedikit dibanding merokok konvensional. Kendati demikian, bukan berarti vape lebih sehat karena cairan yang digunakan juga berisiko menimbulkan masalah kesehatan yang fatal.CDC menyatakan perokok vape berisiko mengalami cedera paru-paru yang dinamakan EVALI. Kondisi ini terutama bisa menimpa perokok yang menggunakan cairan vape dengan kandungan zat kimia berupa tetrahidrocanabiol (THC).CDC juga memperingatkan perokok vape untuk mewaspadai penggunaan zat pengental cairan vape bernama vitamin E asetat. Pasalnya, zat kimia inilah yang paling banyak ditemukan di paru-paru penderita EVALI yang diteliti oleh CDC.Tidak ada yang lebih baik antara vape dan rokok, keduanya berisiko merusak organ jantung.

2. Vape tidak merusak jantung dan paru-paru?

Data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah penderita penyakit paru-paru kronis dan asma pada pengguna rokok vape. Namun, para peneliti belum bisa memastikan mekanisme terjadinya penyakit ini maupun frekuensi merokok yang mengakibatkan penyakit ini.Yang jelas, vape vs rokok sama-sama bisa mengakibatkan terjadinya gangguan napas yang dimulai dari rasa sesak di dada setelah merokok. Rasa sesak ini juga tidak ada hubungannya dengan rasa vape tertentu karena semua jenis cairan vape bisa menimbulkan masalah bagi kesehatan jantung maupun paru-paru.

3. Vape dapat membantu Anda berhenti merokok?

Rokok konvensional pun berisiko menimbulkan kecanduan.
Beberapa orang mengklaim vape tidak menimbulkan ketergantungan, bahkan mampu membantu Anda untuk berhenti merokok. Harvard Health pun menyatakan hal serupa. Hanya saja, efektivitas penggunaan vape sebagai salah satu usaha berhenti merokok belum memiliki bukti yang cukup secara ilmiah.Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pun hingga kini belum memberi lampu hijau tentang penggunaan vape sebagai metode yang aman untuk melepaskan diri dari candu rokok konvensional.Cairan yang digunakan untuk vape juga ada yang mengandung nikotin, maka akan memiliki efek candu yan sama dengan rokok.Jika Anda ingin menggunakan vape sebagai pengganti rokok atau usaha untuk tidak lagi merokok, pertimbangkan juga mengenai efek buruknya bagi kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang. Masih banyak cara lain untuk hidup sehat dan berhenti merokok selain menggunakan vape.Untuk mengetahui lebih banyak efek vape vs rokok bagi kesehatan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
berhenti merokokbahaya rokok elektrikbahaya asap rokok
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/vaping-vs-smoking
Diakses pada 2 Oktober 2020
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/nicotine-addiction-101-2825018
Diakses pada 2 Oktober 2020
CDC. https://www.cdc.gov/tobacco/data_statistics/fact_sheets/health_effects/effects_cig_smoking/index.htm
Diakses pada 2 Oktober 2020
John Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/5-truths-you-need-to-know-about-vaping
Diakses pada 2 Oktober 2020
Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/blog/can-vaping-damage-your-lungs-what-we-do-and-dont-know-2019090417734
Diakses pada 2 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait