6 Jenis Vaksin yang Direkomendasikan untuk Orang Dewasa

Selain anak-anak, orang dewasa pun sebaiknya mendapatkan imunisasi MMR.
Vaksin MMR juga direkomendasikan untuk orang dewasa, selain anak-anak.

Selain anak-anak, orang dewasa harus melindungi diri dengan vaksin. Sebab, efek vaksin yang diterima pada usia kanak-kanak, akan berkurang seiring berjalannya waktu. Beberapa vaksin untuk penyakit tertentu pun hanya dapat diberikan ketika memasuki usia dewasa.

Jenis-jenis Vaksin untuk Usia Dewasa

Sebaiknya Anda mengetahui jenis vaksin untuk dewasa, agar bisa membentengi diri dari berbagai penyakit. Berikut ini enam jenis vaksin yang direkomendasikan untuk orang dewasa.

1. Vaksin HPV

Vaksin ini diberikan untuk melindungi tubuh dari Human Papillomavirus (HPV). Virus ini dapat menyebabkan kanker serviks, kanker anus, serta penyakit kelamin. Vaksin HPV direkomendasikan untuk diberikan pada wanita berusia hingga 26 tahun, serta pria dengan usia maksimal 21 tahun.

2. Vaksin Hepatitis A dan Hepatitis B

Virus hepatitis A dan hepatitis B dapat menyebabkan gangguan pada hati. Vaksin ini memang bisa menjaga tubuh selama 25 tahun. Meski demikian, virus tersebut dapat menyerang siapa saja, terlebih individu dalam kelompok berikut ini, yang lebih rentan terhadap penyakit hepatitis A dan hepatitis B.

  • Sering bepergian ke luar negeri
  • Pria yang melakukan hubungan seksual sesama jenis
  • Riwayat penyakit hati kronis
  • Sering melakukan kontak dengan penderita hepatitis A
  • Riwayat gangguan pembekuan darah seperti hemofilia
  • Pengguna obat-obatan terlarang

3. Vaksin Tetanus, Difteri, Pertusis (Tdap)

Anda perlu mendapatkan vaksin Tdap, apabila saat usia kanak-kanak belum pernah mendapatkannya. Vaksin ini perlu diberikan setidaknya satu kali, untuk melindungi tubuh dari batuk pertusis.

Selanjutnya, vaksin booster Dt (difteri, tetanus) akan diberikan setiap sepuluh tahun. Wanita hamil juga disarankan untuk mendapatkan vaksin tdap pada saat usia kehamilan memasuki minggu ke-27 hingga ke-36.

4. Vaksin Pneumokokus

Vaksin pneumokokus dapat melindungi Anda dari infeksi pneumokokus yang berbahaya. Infeksi pneumonia disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae, dan bisa mengakibatkan penyakit:

  • Pneumonia
  • Septikemia (munculnya racun dalam darah)
  • Meningitis

Pada kondisi terparah, bakteri tersebut bahkan dapat menimbulkan kerusakan otak permanen, hingga menyebabkan kematian.

5. Vaksin Measles, Mumps, Rubella (MMR)

Vaksin ini akan melindungi tubuh Anda dari infeksi tiga penyakit menular, yaitu campak (measles), gondongan (mumps) dan rubella. Vaksin MMR perlu diberikan kepada mahasiswa, guru, pekerja kesehatan, serta individu kerap bepergian ke luar negeri.

Namun, jika sedang dalam masa kehamilan, maka Anda tidak disarankan untuk menjalani imunisasi MMR. Selain wanita hamil, individu dengan kondisi di bawah ini juga sebaiknya tidak menerima atau menunda vaksinasi MMR.

  • Menderita HIV/AIDS
  • Sedang mengonsumsi obat untuk kanker
  • Memiliki riwayat kelainan darah
  • Baru saja mendapatkan vaksin, dalam jangka waktu empat minggu terakhir
  • Baru saja melakukan donor darah

6. Vaksin Cacar Ular (Shingles)

Risiko untuk terserang cacar ular akan meningkat seiring dengan pertambahan usia. Oleh sebab itu, vaksin ini penting untuk diberikan, terutama pada orang yang berusia di atas 50 tahun.

Cacar ular disebabkan oleh virus yang sama dengan cacar air, yaitu varicella zoster. Sehingga, jika sudah pernah mengalami cacar air, risiko Anda terkena penyakit ini juga akan meningkat.

Mendapatkan berbagai jenis vaksin untuk dewasa penting Anda lakukan sebagai langkah pencegahan yang efektif. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter ,agar pemberian vaksin dapat berjalan dengan tepat dan efektif.

NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/vaccinations/pneumococcal-vaccination/
Diakses pada 16 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/vaccines/features/adult-immunizations-boosters#1
Diakses pada 16 April 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health-news/should-you-get-the-new-shingles-vaccine#1
Diakses pada 16 April 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed