Vaksin Polio, Garda Terdepan Perlindungan Anak dari Penyakit Polio

Vaksin polio merupakan cara paling efektif mencegah tubuh terinfeksi virus polio
Penyakit polio bisa dicegah dengan vaksin polio

Sebelum vaksin polio ditemukan pada tahun 1955, penyakit polio menyebabkan lumpuh layu pada anak-anak yang terinfeksi virus. Kini, dengan adanya vaksin, kelumpuhan tersebut dapat dicegah sepenuhnya. Vaksin polio memberikan perlindungan tubuh terhadap virus polio yang menjadi penyebab dari penyakit ini.

Polio umumnya dialami oleh anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Akan tetapi, orang dewasa dengan kekebalan tubuh yang lemah juga dapat terserang virus polio. Virus ini menular pada orang lain melalui tinja orang yang terinfeksi. Virus masuk ke dalam tubuh melalui mulut, lalu menyerang sistem saraf pusat sehingga menyebabkan lumpuh otot hingga kematian. Terdapat tiga tipe virus polio, yaitu virus polio 1, 2, dan 3. 

Vaksin polio merupakan cara paling efektif untuk mencegah tubuh terinfeksi ketiga tipe virus tersebut. Vaksin ini menjadi salah satu imunisasi dasar sejak tahun 1980. Pada tahun 2007, vaksin polio dalam bentuk suntik mulai diberikan di Indonesia.

Tipe-tipe vaksin polio

Saat bayi baru lahir, mereka akan mendapatkan vaksin polio yang diberikan dengan cara diteteskan pada mulut. Pada bayi berusia yang lebih tua, vaksin polio akan diberikan melalui suntikan pada paha.

Vaksin polio yang diteteskan disebut juga dengan oral polio vaccine (OPV), sedangkan vaksin yang disuntikkan dikenal dengan inactivated polio vaccine (IPV). Berikut adalah perbedaan dari kedua vaksin tersebut: 

1. Oral Polio Vaccine (OPV)

Vaksin polio oral atau tetes berasal dari virus polio hidup yang dilemahkan. Vaksin polio tetes akan merangsang pembentukkan antibodi dalam tubuh tanpa menyebabkan penyakit.

Kelebihan dari vaksin polio tetes adalah perlindungan yang diberikan tidak hanya terbentuk pada bayi yang menerima vaksin, tetapi memberikan perlindungan pada lingkungan sekitarnya.

Hal ini terjadi karena virus akan menyebar melalui air dan makanan sehingga seluruh keluarga dalam rumah, bahkan satu komunitas dapat terlindungi dari polio karena pembentukan antibodi terhadap polio yang menyeluruh.

Vaksin polio tetes sangat jarang menyebabkan terjadinya reaksi. Bayi boleh mendapatkan makan dan minum seperti biasa setelah mendapat vaksin polio. Apabila bayi muntah dalam 30 menit setelah pemberian vaksin polio tetes, maka mereka perlu mendapatkan dosis ulangan.

2. Inactivated Polio Vaccine (IPV)

Vaksin polio melalui suntikan tidak dapat memberikan kekebalan pada lingkungan. Kekebalan tubuh yang terjadi akibat vaksin polio suntik hanya efektif bagi orang yang mendapatkan vaksinasi.

IPV dapat menjadi pilihan untuk pencegahan polio pada bayi dan anak dengan kekebalan tubuh yang lemah, atau bila OPV tidak dianjurkan. Namun, vaksin polio ini tidak dapat diberikan ketika bayi mengalami demam, penyakit akut, atau penyakit kronis yang progresif. Bayi bisa menerima vaksin polio setelah sembuh dari penyakitnya.

Selain itu, bayi yang mengalami alergi terhadap streptomisin tidak dapat menerima vaksin polio. Hal ini dikarenakan dalam vaksin polio mengandung antibiotik streptomisin sebagai pengawet.

Seperti vaksin lainnya, bayi yang menerima suntikan vaksin polio berpotensi mengalami reaksi di tempat suntikan, seperti nyeri, kemerahan, dan bengkak dalam waktu 48 jam setelah penyuntikan. Kondisi ini mampu bertahan selama satu atau dua hari.

Jika hal ini terjadi, berikan lebih banyak ASI pada bayi Anda. Selain itu, kompres bekas suntikkan dengan air dingin. Berikan obat penurun demam seperti parasetamol bila diperlukan.

[[artikel-terkait]]

Kapan perlu diberikan vaksin polio?

Seorang bayi yang memperoleh imunisasi lengkap akan mendapatkan empat dosis vaksin polio. Dosis pertama berupa OPV yang diberikan pertama kali saat bayi baru lahir bersamaan dengan vaksin hepatitis B.

Setelahnya, tiga dosis vaksin polio berikutnya akan diberikan pada bulan ke 2, 3, dan 4. Pada usia 4 bulan, bayi akan mendapatkan vaksin polio tetes dan suntikkan (IPV).

CDC. https://www.cdc.gov/vaccines/pubs/pinkbook/polio.html
Diakses pada Mei 2019

BabyCenter. https://www.babycenter.in/a1011663/the-polio-vaccine-drops-or-injection
Diakses pada Mei 2019

Buku Ajar Imunisasi. Kementrian Kesehatan Indonesia. 2014

Pedoman Imunisasi di Indonesia Edisi Keenam Tahun 2017. IDAI

Artikel Terkait

Banner Telemed