Mengenal Vaksin mRNA dan Cara Kerjanya untuk Cegah Infeksi Virus


Vaksin mRNA adalah vaksin yang dibuat dengan menempatkan mRNA untuk membentuk spike protein virus di sel tubuh. Ini akan memicu pembentukan antibodi terhadap virus tersebut.

0,0
09 Nov 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Vaksin mRNA adalah salah satu jenis vaksin untuk mencegah atau mengurangi risiko keparahan infeksi virus. mRNA merupakan vaksin jenis baru yang pertama kali digunakan secara luas untuk Covid-19.
Contoh vaksin yang dibuat dengan metode ini adalah vaksin Covid-19 produksi Pfizer dan Moderna. Sejauh ini, efikasi dari vaksin mRNA lebih tinggi daripada vaksin Covid-19 yang dibuat dengan metode lain, seperti metode virus inaktif maupun adenovirus.

Cara kerja vaksin mRNA

Vaksin merupakan zat yang dimasukkan ke tubuh dengan tujuan agar sistem imun mengenal penyebab penyakit. Jadi, ketika ada virus atau bakteri yang memicu infeksi, sistem pertahanan tubuh kita sudah mengenal patogen tersebut.Ini memungkinkan tubuh untuk melawan bakteri maupun virus tersebut. Hasilnya, infeksi bisa dicegah atau meski terjadi, infeksi yang dialami tidak parah.Biasanya, untuk mengenalkan virus ke tubuh, vaksin yang diberikan pada manusia berisi virus yang sudah tidak aktif, lemah, bahkan mati. Karena itu, sistem imun tetap bisa mengenali bentuk, karakteristik, dan ciri khas virus lainnya dan membangun daya tahan tanpa tubuh perlu mengalami infeksi.Pada vaksin mRNA, yang dipakai untuk mengenalkan virus ke tubuh bukanlah virus utuh yang sudah dilemahkan atau mati, melainkan molekul messenger ribonucleic acid atau disingkat mRNA. Molekul ini mengandung informasi seputar karakteristik virus yang bersangkutan.Berikut ini tahapan cara kerja vaksin mRNA saat disuntikkan ke tubuh:
  • Vaksin mRNA disuntikkan ke otot di bagian lengan atas.
  • MRNA kemudian masuk ke sel otot dan menginstruksikan sel untuk membuat spike protein (yang terlihat tajam seperti jarum di bagian permukaan pada gambar virus corona).
  • Spike protein lalu dikenali oleh sistem imun sebagai virus Covid-19, sehingga sistem kekebalan membuat imunitas atau antibodi dan mengaktifkan sel-sel kekebalan lain untuk mengalahkannya.
  • Ketika seseorang benar-benar terinfeksi oleh virus Covid-19, tubuhnya telah mengenali bentuknya dan memiliki antibodi untuk melawan virus tersebut. Dengan ini, risiko infeksi yang parah bisa menurun.
Baca Juga: Informasi Terbaru tentang Vaksin Covid-19

Kelebihan dan kekurangan vaksin MRNA

Vaksin mRNA memang baru pertama kali digunakan secara luas pada masa pandemi Covid-19. Namun, penelitian mengenai teknologi pembuatannya sudah dimulai sejak beberapa dekade lalu.Sebelum dipakai dalam pembuatan vaksin Covid-19, vaksin mRNA pernah diteliti untuk membuat vaksin flu, zika, rabies, dan cytomegalovirus (CMV). Karena itu, para peneliti sudah cukup memahami konstruksi yang dibutuhkan guna memproduksi vaksin ini.Begitu informasi mengenai virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 tersedia, pembuatan vaksin dengan metode mRNA bisa dilakukan dengan cepat.Meski begitu, selain kelebihan yang mampu diberikan, vaksin ini juga masih memiliki beberapa kekurangan. Berikut penjelasannya:
  • Kelebihan vaksin mRNA

Kelebihan vaksin mRNA adalah proses pembuatannya yang cenderung lebih cepat dibandingkan vaksin yang dibuat dengan metode lain. Ini memungkinkan vaksin diproduksi dalam jumlah besar dalam waktu singkat, sehingga ideal untuk mempercepat distribusi di kala pandemi.
  • Kekurangan vaksin mRNA

Kekurangannya, vaksin mRNA lebih tidak stabil daripada vaksin yang dibuat dengan metode lain. Vaksin ini harus disimpan di suhu yang sangat rendah, bahkan hingga -70°C.Karena itu, vaksin mRNA menjadi tidak ideal untuk didistribusikan ke area-area yang lebih terpencil sebab perlu kulkas khusus. Sementara vaksin inaktif bisa disimpan di freezer kulkas biasa.Baca Juga: Informasi Terkini Tentang Covid-19

Efek samping vaksin MRNA

Vaksin mRNA aman digunakan dan hanya menimbulkan efek samping ringan pada sebagian besar orang yang menerimanya. Kini, tak hanya orang dewasa berusia di atas 18 tahun yang boleh menjalaninya, ibu hamil dan anak berusia 12-17 tahun pun sudah boleh menerima vaksin.Sementara itu, ada pula sederet efek samping yang mungkin terjadi akibat vaksinasi Covid-19 dengan metode mRNA. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Nyeri, merah, dan bengkak di area penyuntikan
  • Demam
  • Kelelalahan
  • Menggigil
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Nyeri otot
Beberapa orang mungkin saja memiliki alergi terhadap bahan yang ada dalam vaksin tersebut. Itu sebabnya Anda akan diminta menunggu selama 30 menit untuk observasi setelah menerima vaksin.Gejala alergi akibat vaksin tidak jauh berbeda dengan gejala alergi bahan lain. Segera hubungi dokter apabila timbul reaksi alergi, seperti gatal-gatal, bengkak, atau sesak napas setelah menerima vaksin.Apabila Anda masih punya pertanyaan seputar vaksin mRNA maupun vaksin Covid-19 jenis lain, diskusikan langsung dengan dokter lewat fitur Chat Dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Unduh secara gratis di Appstore dan Google Play.
coronavirusvaksin corona
CDC. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/different-vaccines/mrna.html
Diakses pada 25 Oktober 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/genetics/understanding/therapy/mrnavaccines/
Diakses pada 25 Oktober 2021
World Economic Forum. https://www.weforum.org/agenda/2021/07/everything-you-need-to-know-about-mrna-vaccines/
Diakses pada 25 Oktober 2021
Healthy Children.https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/COVID-19/Pages/The-Science-Behind-the-COVID-19-Vaccine-Parent-FAQs.aspx
Diakses pada 25 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait