Vaksin HPV dapat mencegah kanker serviks dan kutil kelamin
Salah satu pencegahan infeksi HPV adalah melalui pemberian vaksin.

HPV atau Human Papilloma Virus merupakan kelompok virus yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari infeksi menular seksual hingga kanker. Terdapat 200 lebih jenis HPV, dan 40 di antaranya dapat menyebabkan penyakit di area genital seperti vulva, vagina, leher rahim, anus, hingga penis.

Hingga saat ini, belum ada perawatan yang dapat dilakukan untuk benar-benar membunuh HPV. Perawatan yang tersedia saat ini, bertujuan meningkatkan daya tahan tubuh agar dapat melawan infeksi virus dan membantu meredakan gejala, serta tanda yang muncul pada penyakit, yang disebabkan oleh HPV.

Meski begitu, infeksi yang disebabkan oleh HPV dapat dicegah. Salah satunya dengan vaksin. Bagi Anda yang belum mengetahui pentingnya imunisasi HPV, berikut ini penjelasannya.

Pemberian Vaksin HPV di Indonesia

HPV merupakan virus yang dapat menyebabkan infeksi menular seksual seperti kutil kelamin dan beberapa jenis kanker, seperti kanker serviks, vulva, dan vagina. Virus ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual secara vaginal, anal, maupun oral.

Dari beberapa tipe yang ditemukan, HPV tipe 16 dan 18 merupakan penyebab terjadinya 70 persen keganasan kasus kanker serviks. Sementara itu, HPV tipe 6 dan 11 diketahui sebagai virus yang menyebabkan 90 persen kasus kutil kelamin.

Selain dengan melakukan hubungan seksual secara bersih dan aman menggunakan alat kontrasepsi, infeksi HPV juga dapat dicegah dengan pemberian vaksin. Di Indonesia, terdapat 2 jenis vaksin HPV, yaitu vaksin HPV bivalen dan vaksin HPV tetravalen.

1. Vaksin HPV Bivalen

Vaksin inimengandung 2 tipe virus HPV, yaitu HPV tipe 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker serviks.

2. Vaksin HPV Tetravalen

Vaksin ini mengandung 4 tipe virus HPV, yaitu HPV tipe 6, 11, 16 dan 18 untuk mencegah kanker serviks, sekaligus kutil kelamin yang merupakan infeksi menular seksual.

Meski infeksi HPV umumnya menyerang orang dewasa, namun pemberian vaksin HPV disarankan untuk dilakukan sejak dini. Vaksin HPV direkomendasikan untuk mulai diberikan pada remaja perempuan berusia 10 tahun ke atas. Sebab, vaksin HPV akan lebih efektif apabila diberikan pada remaja yang belum aktif secara seksual.

Vaksin diberikan sebanyak tiga kali. Pemberian vaksin kedua, dilakukan dalam jangka waktu satu atau dua bulan setelah yang pertama. Selanjutnya, vaksin ketiga diberikan enam bulan setelah imunisasi pertama.

Tidak seperti beberapa jenis vaksin lain yang harus mengulang urutan pemberian vaksin apabila terlewat, pada vaksin HPV, Anda cukup melengkapi vaksin yang terlewat tanpa harus mengulang urutan pemberian dari awal.

Siapa yang Tidak Disarankan untuk Mendapatkan Vaksin HPV?

Tidak semua orang disarankan mendapatkan vaksin HPV. Berikut ini adalah kelompok individu yang sebaiknya menunda atau menghindari pemberian vaksin HPV.

  • Orang dengan alergi parah terhadap jamur, komponen-komponen yang terdapat dalam vaksin HPV, atau pernah mengalami alergi saat vaksin HPV sebelumnya
  • Wanita hamil. Meski saat ini masih dianggap cukup aman, tapi penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan untuk melihat keamanan vaksin ini untuk ibu hamil.
  • Orang yang sedang sakit berat saat jadwal vaksin tiba 

Sama seperti pemberian vaksin lainnya, vaksin HPV juga dapat menimbulkan beberapa efek samping seperti demam ringan, nyeri, kemerahan, serta gatal di area yang disuntik. Kondisi-kondisi tersebut akan hilang sendirinya dalam jangka waktu beberapa hari.

Setelah mengetahui lebih jauh seputar pemberian vaksin HPV, Anda diharapkan tidak menunda lagi untuk segera mendapatkannya. Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati, bukan?

Planned Parenthood. https://www.plannedparenthood.org/learn/stds-hiv-safer-sex/hpv
Diakses pada 2 April 2019

Centres for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/hpv/parents/whatishpv.html
Diakses pada 2 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hpv-infection/symptoms-causes/syc-20351596
Diakses pada 2 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/children/vaccines/hpv-vaccine-what-you-need-know#2
Diakses pada 2 April 2019

Ikatan Dokter Anak Indonesia. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/sekilas-tentang-vaksin-hpv
Diakses pada 2 April 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed