logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Wanita

Vaksin COVID-19 Bikin Siklus Menstruasi Kacau? Ini Faktanya

open-summary

Belum ada bukti kuat bahwa vaksin COVID-19 sebabkan gangguan siklus haid. Jika pun ada, itu hanya berlangsung sementara.


close-summary

16 Jun 2021

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Belum ada bukti kuat vaksin COVID-19 sebabkan gangguan siklus menstruasi

Belum ada bukti kuat vaksin COVID-19 sebabkan gangguan siklus menstruasi

Table of Content

  • Vaksin COVID-19 dan siklus menstruasi
  • Faktor yang mengubah siklus haid
  • Stres di masa pandemi COVID-19
  • Catatan dari SehatQ

Sejak awal tahun 2021, perbincangan seputar vaksin COVID-19 selalu menjadi topik utama. Banyak yang berharap bisa mendapat imunitas dari vaksin ini, namun di saat yang sama tak sedikit yang punya kekhawatiran akan efek sampingnya. Salah satunya khawatir dapat membuat siklus menstruasi berantakan.

Advertisement

Faktanya, hingga kini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa vaksin COVID dapat berdampak pada siklus haid seseorang. Jika ada perubahan pun, itu hanya berlangsung sementara.

Vaksin COVID-19 dan siklus menstruasi

Adanya temuan vaksin COVID-19 menjadi harapan untuk menciptakan kekebalan terhadap virus SARS-CoV-2. Inilah virus yang menggemparkan dunia secara global sejak awal tahun 2020 dan belum mereda hingga setahun berikutnya.

Mungkin vaksin yang masih terus dikembangkan ini tidak serta merta menciptakan kekebalan. Hanya saja, setidaknya ketika terinfeksi virus COVID-19, dampaknya tidak terlalu signifikan.

Orang yang sudah mendapatkan vaksin COVID-19 bisa mengalami Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI). Bentuknya beragam dan bisa berbeda-beda antara satu individu dan lainnya.

Hanya saja, penelitian tentang pengaruh vaksin COVID terhadap siklus menstruasi masih sangat terbatas. Belum ada yang menghubungkan secara langsung dan memasukkannya sebagai efek setelah mendapatkan vaksinasi.

Jika ada laporan siklus menstruasi berantakan pun, ini hanya berdasarkan tindakan individu saja dan bukan proses terstruktur. Keluhan yang pernah muncul seperti volume darah haid lebih banyak serta siklus menstruasi berantakan.

Lebih detail lagi, berikut faktanya seperti yang tercantum dalam British Medical Journal:

  • Sejak awal April 2021, terdapat 958 kasus perubahan siklus menstruasi yang dilaporkan pada British Medicine and Healthcare Products Regulatory Agency
  • Perubahan siklus menstruasi ini meliputi volume darah haid lebih banyak, flek di antara waktu haid, dan perdarahan vagina pada perempuan yang telah menopause
  • Umumnya, ini adalah efek dari vaksin AstraZeneca ketimbang Pfizer-BioNTech

Lagi-lagi, belum ada penelitian yang secara pasti menghubungkan perubahan siklus menstruasi dengan vaksin COVID-19. Terlebih, ada banyak faktor lain yang juga turut berdampak pada siklus menstruasi seseorang.

Faktor yang mengubah siklus haid

Terlepas dari vaksin, pada dasarnya sekitar 5-35% perempuan bisa saja merasakan hal tak biasa dari siklus menstruasi mereka. Tim peneliti asal Korea Selatan dalam jurnal PLoS One mencatat perubahan ini meliputi:

  • Siklus tidak teratur

Kondisi ini ditandai dengan siklus menstruasi lebih singkat atau lebih lama dari normal. Pemicunya bisa karena kondisi PCOS, radang panggul, obesitas, masalah tiroid, diabetes, gangguan makan, stres, aktivitas fisik berlebih, hingga penggunaan alat kontrasepsi seperti IUD.

  • Perubahan volume darah haid

Ada beberapa hal yang berpotensi menyebabkan volume darah haid berubah, baik menjadi lebih banyak maupun sedikit. Contohnya fibroid rahim, endometriosis, adenomiosis, komplikasi kehamilan, obesitas, kanker serviks, gangguan perdarahan, hingga konsumsi obat pengencer darah.

Baca Juga

  • Cara Melancarkan Haid Setelah KB Suntik 3 Bulan
  • Cara Menghentikan Haid Berkepanjangan, Perempuan Wajib Tahu
  • Terdaftar sebagai Calon Penerima Vaksin? Ini Alur Pelayanan Vaksinasi Covid-19

Stres di masa pandemi COVID-19

Selain itu, perhatikan pula bahwa stres akibat pandemi global juga sangat mungkin berpengaruh pada siklus menstruasi. Ada banyak hal yang bisa memicu stres ini, seperti:

  • Kesehatan pribadi
  • Kesehatan orang terdekat
  • Kesulitan menemani anak sekolah dari rumah
  • Kesulitan menemukan daycare di tengah pandemi
  • Bertahan di satu pekerjaan
  • Menjaga berat badan
  • Meningkatnya kecenderungan minum alkohol atau merokok
  • Isolasi sosial ketika harus menjaga jarak dengan orang lain

Berbeda dengan vaksin COVID-19, ada penelitian dan studi yang mengonfirmasi hubungan antara stres dengan tidak teraturnya siklus menstruasi. Contohnya studi dari Saudi Medical Journal menyebutkan bahwa stres tingkat tinggi bisa membuat siklus menstruasi terlewat, haid terasa lebih nyeri, hingga terjadinya gejala PMS.

Tak hanya itu. Sebelumnya studi oleh tim dari Australian Institute of Sport Female Performance & Health Initiative juga menemukan fakta serupa. Mereka meneliti perubahan siklus menstruasi pada atlet yang berpartisipasi dalam Olimpiade Tokyo 2021.

Dalam penelitian yang dilakukan sejak April 2020 ini, 1 dari tiap 5 atlet merasakan perubahan siklus haid di masa pandemi. Ada yang terjadi karena perubahan frekuensi dan intensitas latihan. Namun, tak menutup kemungkinan faktor psikologis seperti stres juga mengambil peran.

Catatan dari SehatQ

Bagi yang merasakan perubahan siklus menstruasi setelah mendapatkan vaksin COVID-19, jangan langsung panik. Biasanya, ini hanya perubahan yang berlangsung sementara dan akan kembali normal pada periode berikutnya.

Namun apabila siklus menstruasi berantakan terus terjadi, ada baiknya konsultasi langsung dengan ahlinya. Hanya saja perlu dicatat bahwa hingga kini tidak ada hubungan langsung antara pemberian vaksin COVID terhadap siklus menstruasi seseorang.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar faktor lain yang berpengaruh terhadap perubahan siklus haid seseorang, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

 

Advertisement

menstruasigangguan menstruasivaksin corona

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved