Vaksin Corona Pfizer Siap Digunakan Massal dalam Waktu Dekat


Vaksin Covid-19 buatan Pfizer sudah melalui uji klinis tahap III dan data menunjukkan bahwa vaksin ini efektif sekitar 90% untuk mencegah Covid-19. Vaksin ini dibuat dengan menggunakan metode mRNA.

(0)
02 Dec 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Vaksin Covid-19 buatan Pfizer akan digunakan massalVaksin Covid-19 buatan Pfizer siap digunakan massal
Inggris menjadi negara pertama di Eropa yang akan melakukan vaksinasi massal untuk memerangi Covid-19. Negara ini telah mantap menggunakan vaksin Covid-19 buatan Pfizer yang bekerjasama dengan BioNTech.Sebelumnya, pada hasil uji klinis tahap III yang dikeluarkan tanggal 9 November 2020, Pfizer menyatakan bahwa vaksin corona produksinya efektif mencegah penularan Covid-19 hingga 90%.

Informasi seputar vaksin Covid-19 buatan Pfizer

Vaksin buatan Pfizer adalah salah satu dari sedikit vaksin corona yang sudah masuk ke tahap akhir uji klinis. Berdasarkan data dari perusahaan farmasi asal Amerika Serikat ini, disebutkan bahwa vaksin buatan Pfizer ini bisa mencegah Covid-19 hingga 90%.Bekerjasama dengan BioNTech, Pfizer membuat vaksin corona dengan metode mRNA. Artinya, di vaksin tersebut terdapat potongan dari kode genetik virus penyebab Covid-19. Saat disuntikkan ke tubuh, kode genetik tersebut tidak akan memicu infeksi, tapi akan bisa “mengajarkan” sistem imun di tubuh untuk mengenalinya sebagai hal yang berbahaya dan harus dilawan. Oleh karena itu, apabila suatu saatAnda terpapar virus corona, kemungkinan Anda akan terinfeksi dan jatuh sakit, sangat kecil.
Sejauh ini, belum ada efek samping berbahaya yang dilaporkan dari penggunaan vaksin corona Pfizer pada subjek penelitian.
Kekurangannya, karena vaksin ini mengandung mRNA yang sangat sensitif terhadap suhu dan bisa rusak apabila tidak disimpan pada suhu yang tepat, maka distribusinya membutuhkan banyak persiapan.Vaksin corona Pfizer harus disimpan di suhu -70 derajat Celcius agar mRNA yang ada di dalamnya tidak rusak. Jika kandungan yang ada di dalam vaksin sampai rusak, maka efektivitasnya pun dikhawatirkan juga akan berkurang.Sama seperti jenis vaksin corona lainnya, vaksin ini juga perlu disuntikkan sebanyak dua kali. Suntikan kedua akan diberikan 21 hari setelah suntikan pertama diterima.

Rencana vaksinasi massal di Inggris menggunakan vaksin Pfizer

Inggris menjadi negara pertama di benua Eropa yang merencanakan vaksinasi massal. Dilansir dari laman resmi pemerintahnya, Inggris akan menggunakan vaksin dari Pfizer dan proses imunisasi tersebut akan dimulai minggu depan.Pelayanan kesehatan nasional Inggris (NHS) akan mulai memberikan vaksin kepada kelompok-kelompok yang berisiko tinggi, seperti para pekerja medis, lansia yang tinggal di panti jompo, hingga orang-orang usia muda yang memiliki riwayat penyakit tertentu.Negara kerajaan itu disebutkan telah memesan sebanyak 40 juta dosis vaksin, yang dapat digunakan untuk mengimunisasi 20 juta orang. Sebanyak 10 juta dosis vaksin akan diantarkan dalam waktu dekat, dan 800.000 dosis di antaranya tersedia dalam waktu beberapa hari ke depan.Selain itu, Inggris juga sudah mempersiapkan 50 rumah sakit besar maupun fasilitas lain yang dapat menampung banyak orang untuk memulai vaksinasi Covid-19 secara besar-besaran.

Akankah Indonesia menggunakan vaksin corona Pfizer?

Vaksin corona Pfizer belum masuk sebagai vaksin yang akan digunakan Indonesia. Sejauh ini, Indonesia masih mempercayai vaksin corona buatan Sinovac sebagai vaksin utama yang akan digunakan. Uji klinis tahap III masih terus dilakukan dan sejauh ini, penelitian yang dilakukan di Bandung dan bekerjasama dengan Bio Farma dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran ini berjalan dengan baik. Belum dilaporkan adanya subjek penelitian yang mengalami efek samping berbahaya.Meski begitu, vaksin Sinovac hingga saat ini belum mengeluarkan data efektivitas yang dapat digunakan sebagai acuan keamanan vaksin. Oleh karena itu, Indonesia belum dapat menggunakan vaksin tersebut secara massal.Sementara itu, jika ingin menggunakan vaksin corona buatan Pfizer, ada satu tantangan yang perlu dilalui, yaitu soal distribusi. Sebab, vaksin tersebut akan rusak jika tidak disimpan dengan baik pada suhu -70 derajat Celcius.
Informasi lengkap seputar vaksin Covid-19
• Konsep Imunitas: Benarkah Herd Immunity Dapat Hentikan Pandemi Corona?• Sekilas Info Covid-19: Sejumlah Politisi Lokal dan Mancanegara yang Terinfeksi Virus Corona, Siapa Saja?• Info Vaksin Covid-19: Menilik Kehalalan Vaksin Covid-19

Catatan dari SehatQ

Dengan mulai bermunculannya hasil uji klinis tahap III dari berbagai jenis vaksin corona, ujung dari pandemi ini terasa semakin dekat. Namun perlu diingat bahwa bukan berarti protokol kesehatan bisa diabaikan.Selama proses vaksinasi belum berjalan lengkap, dalam arti selesai dilakukan dua kali penyuntikan, maka risiko Anda tertular Covid-19 masih tetap tinggi. Oleh karena itu, jangan sampai lengah untuk selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak dari orang lain minimal 1 meter.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar vaksin corona maupun Covid-19 secara keseluruhan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di
coronavirusvaksin corona
Pfizer. https://www.pfizer.com/news/press-release/press-release-detail/pfizer-and-biontech-announce-vaccine-candidate-against
Diakses pada 2 Desember 2020
UK Government. https://www.gov.uk/government/news/uk-authorises-pfizer-biontech-covid-19-vaccine
Diakses pada 2 Desember 2020
New York Times. https://www.nytimes.com/interactive/2020/science/coronavirus-vaccine-tracker.html
Diakses pada 2 Desember 2020
BBC. https://www.bbc.com/news/health-55145696
Diakses pada 2 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
0

Artikel Terkait