logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Efek Samping Vaksin Booster Menggunakan Pfizer dan Cara Mengatasinya

open-summary

Vaksin Covid-19 buatan Pfizer dibuat dengan metode mRNA dan sejauh ini memiliki efikasi yang tinggi yaitu 95%. Efikasi menurun ketika dihadapkan pada infeksi akibat varian delta, namun masih tetap bisa mencegah Covid-19 yang parah.


close-summary

2 Des 2020

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Vaksin Covid-19 buatan Pfizer dipakai untuk booster vaksin Sinovac dan Astrazeneca

Vaksin Covid-19 Pfizer digunakan sebagai salah satu pilihan vaksin booster (sumber foto: shutterstock.com/malazzama)

Table of Content

  • Efek samping vaksin booster dengan Pfizer dan cara mengatasinya
  • Seberapa efektif vaksin Pfizer untuk mencegah Covid-19?
  • Metode pembuatan vaksin Pfizer
  • Mekanisme pemberian vaksin Pfizer
  • Efek samping vaksin Pfizer sebagai vaksin primer

Selain sebagai vaksin primer, vaksin Pfizer juga digunakan sebagai salah satu pilihan vaksin booster (vaksin dosis ketiga) bagi orang yang menerima vaksin Sinovac dan AstraZeneca sebagai vaksin primer (vaksin dosis pertama dan kedua). 

Advertisement

Untuk orang yang mendapatkan vaksin Sinovac dan AstraZeneca sebagai vaksin primer akan mendapatkan setengah dosis vaksin Pfizer atau 0,15 ml. Sama seperti pada pemberian dosis pertama dan kedua, Anda bisa merasakan efek samping. Ini bukanlah hal yang berbahaya dan akan reda dalam beberapa hari.

Efek samping vaksin booster dengan Pfizer dan cara mengatasinya

Setelah menerima suntikan vaksin booster, Anda bisa merasakan efek samping layaknya pada suntikan pertama dan kedua. Efek samping yang muncul tidaklah berbahaya dan bisa reda setelah beberapa hari. Berikut ini beberapa kondisi yang bisa Anda rasakan sebagai efek samping dari suntikan booster menggunakan vaksin Pfizer:

  • Nyeri di area bekas penyuntikkan
  • Nyeri otot
  • Demam
  • Lemas
  • Tidak enak badan
  • Sakit kepala

Beberapa orang mungkin saja mengalami alergi, tapi hal ini sangat jarang terjadi. Efek samping di atas juga bisa reda dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, jika gejalanya dirasa cukup mengganggu, Anda bisa melakukan langkah-langkah di bawah ini untuk meredakannya:

  • Kompres area bekas penyuntikkan dengan kompres dingin dan gerakkan tangan perlahan
  • Banyak minum air putih
  • Jangan gunakan pakaian yang terlalu tebal jika sedang demam
  • Konsumsi obat penurun panas dan pereda nyeri seperti paracetamol 

Seberapa efektif vaksin Pfizer untuk mencegah Covid-19?

Berdasarkan pernyataan Centers of Disease Control and Prevention (CDC), vaksin Pfizer memiliki efikasi sebesar 95%. Angka ini didapat dari penelitian dan uji klinis yang dilakukan pada orang usia 16 tahun ke atas. Vaksin ini terbukti efektif untuk mengurangi risiko seseorang mengalami Covid-19 yang parah hingga 90%.

Sementara itu, efikasi vaksin Pfizer dalam melawan varian Delta hingga saat ini masih terus diteliti. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris, efektivias vaksin Pfizer sedikit menurun untuk menghalau varian delta, yaitu 88% setelah pemberian dua dosis.

Namun, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk benar-benar memastikan efektivitas vaksin ini terhadap berbagai varian corona yang kini sudah berkembang, termasuk varian Omicron.

Baca Juga: Berbagai Informasi Terbaru Seputar Vaksin Covid-19

Metode pembuatan vaksin Pfizer

Bekerjasama dengan BioNTech, Pfizer membuat vaksin corona dengan metode mRNA. Artinya, di vaksin tersebut terdapat potongan dari kode genetik virus penyebab Covid-19. Metode pembuatan ini juga dipakai pada produksi vaksin Moderna.

Saat disuntikkan ke tubuh, kode genetik tersebut tidak akan memicu infeksi, tapi akan bisa “mengajarkan” sistem imun di tubuh untuk mengenalinya sebagai hal yang berbahaya dan harus dilawan. Oleh karena itu, apabila suatu saat

Anda terpapar virus corona, kemungkinan Anda akan terjadinya infeksi yang parah hingga kematian, akan berkurang.
Sejauh ini, belum ada efek samping berbahaya yang dilaporkan dari penggunaan vaksin corona buatan Pfizer.

Kekurangannya, karena vaksin ini mengandung mRNA yang sangat sensitif terhadap suhu dan bisa rusak apabila tidak disimpan pada suhu yang tepat, maka distribusinya membutuhkan banyak persiapan.

Vaksin corona Pfizer harus disimpan di suhu -70 derajat Celcius agar mRNA yang ada di dalamnya tidak rusak. Jika kandungan yang ada di dalam vaksin sampai rusak, maka efektivitasnya pun dikhawatirkan juga akan berkurang.

Mekanisme pemberian vaksin Pfizer

Berikut ini syarat-syarat penerima vaksin Pfizer.

• Orang yang boleh menerima vaksin Pfizer

Vaksin Pfizer bisa diberikan untuk orang berusia 12 tahun ke atas, termasuk orang dengan riwayat penyakit seperti:

  • Hipertensi
  • Diabetes
  • Asma
  • Gangguan paru-paru
  • Penyakit hati atau ginjal
  • Infeksi kronis

Pemberian vaksin bisa diberikan selama kondisi penyakit terkontrol atau stabil. Untuk mengetahui kondisi Anda stabil atau tidak, berkonsultasilah kepada dokter.

Anda juga perlu memberitahu dokter atau petugas vaksin sebelum vaksin dilakukan apabila mengalami kondisi-kondisi di bawah ini.

  • Alergi, termasuk terhadap obat dan makanan
  • Demam
  • Punya riwayat gangguan pembekuan darah atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah
  • Punya riwayat gangguan imun atau sedang mengonsumsi obat yang dapat memengaruhi kondisi imun tubuh
  • Sedang hamil, berencana untuk hamil, atau menyusui
  • Sudah mendapatkan vaksin Covid-19 jenis lain

• Orang yang tidak boleh menerima vaksin Pfizer

Berikut ini daftar orang yang tidak boleh menerima vaksin Pfizer:

  • Pernah mengalami alergi terhadap bahan baku apapun yang terkandung dalam vaksin mRNA
  • Pernah mengalami alergi setelah menerima suntikan vaksin Pfizer tahap pertama
  • Memiliki riwayat alergi parah hingga memerlukan penanganan medis menggunakan epinefrin

• Berapa kali vaksin Pfizer perlu diberikan?

Sama seperti jenis vaksin corona lainnya, vaksin ini juga perlu disuntikkan sebanyak dua kali. Suntikan kedua akan diberikan 21 hari setelah suntikan pertama diterima.

Baca Juga

  • Kumur Air Garam Bisa Cegah Virus Corona, Apakah Benar Terbukti?
  • 13 Cara Mengatasi Sesak Napas yang Efektif dan Ampuh
  • Social Bubble, Lingkaran Interaksi Terdekat Saat Pandemi COVID-19

Efek samping vaksin Pfizer sebagai vaksin primer

Sejauh ini belum ditemukan efek samping vaksin Pfizer yang berbahaya. Beberapa efek samping yang muncul tidak jauh berbeda dari efek samping vaksin lain, seperti:

  • Nyeri, merah, dan sedikit bengkak di area penyuntikan
  • Badan lemas
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Demam
  • Menggigil
  • Mual

Efek samping di atas bisa hilang dengan sendirinya dalam satu atau dua hari. Sehingga, Anda tidak perlu terlalu khawatir.

Beberapa orang juga bisa mengalami alergi. Alergi biasanya terjadi dalam empat jam pertama setelah penyuntikan dengan gejala:

  • Gatal-gatal
  • Bengkak
  • Napas pendek-pendek

Jika gejala ini muncul, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar vaksin corona maupun Covid-19 secara keseluruhan, tanyakan langsung pada dokter melalui fitur Chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play

Advertisement

covid-19vaksin corona

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved