Seperti Apa Ciri-ciri Bakteri pada Vaginosis Bakteri yang Bisa Dialami Wanita?

Keputihan dengan warna kekuningan, bisa menjadi gejala vaginosis bakteri.
Vaginosis bakteri bisa menimbulkan gejala berupa keputihan berwana kekuningan.

Baik bakteri jahat maupun bakteri baik, hidup dan berada di vagina perempuan. Apabila keseimbangan antara bakteri jahat dan bakteri baik ini terganggu, maka akan timbul suatu kondisi infeksi yang dinamakan vaginosis bakteri.

Vaginosis bakteri adalah suatu kondisi peradangan pada vagina yang tidak spesifik. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri yang bernama Gardnerella vaginalis.

[[artikel-terkait]]

Ciri-ciri bakteri penyebab vaginosis bakteri

Baru-baru ini, vaginosis bakteri juga ditemukan terjadi akibat sejumlah spesies bakteri yang hidup secara alami di vagina. Misalnya, bakteri Lactobacillus, Bacteroides, Peptostreptococcus, Fusobacterium, Eubacterium dan bakteri lainnya.

Beberapa spesies bakteri tersebut beserta ciri-cirinya, dapat dikelompokkan menjadi bakteri aerob dan fakultatif, serta bakteri anaerob.

1. Bakteri aerob dan fakultatif

Bakteri aerob dan bakteri fakultatif, merupakan penyebab vaginosis bakteri.

Bakteri Gardnerella vaginalis yang merupakan golongan bakteri ini, berkontribusi terhadap 45-99% kasus terjadinya vaginosis bakterial.

Bakteri Gardnerella vaginalis ditemukan dalam jumlah yang banyak dan mendominasi, pada pemeriksaan penderita vaginosis bakteri Namun, masih ada kontroversi.

Namun terdapat kontroversi, ternyata bakteri Gardnella vaginalis mendominasi bukan hanya karena jumlahnya yang banyak saja. Terdapat bakteri lain yang menjadi penyebab vaginosis bakterial, yaitu bakteri Lactobacillus, tapi sulit untuk ditemukan. Hal ini membuat Gardnella vaginalis menjadi penyebab utama vaginosis bakteria.

Bakteri lain seperti Staphylococcus koagulase negatif dan Streptococcus, dapat juga ditemukan dengan kadar konsentrasi rendah hingga sedang, pada beberapa pasien dengan vaginosis bakteri.

Selain bakteri tersebut, bakteri seperti Eschericia coli, yang juga merupakan penyebab diare dan infeksi saluran kemih, juga ditemukan pada sekitar 25% wanita dengan vaginosis bakteri.

2. Bakteri anaerob

Bakteri anaerob adalah bakteri yang tidak membutuhkan oksigen. Pertumbuhan bakteri ini bisa terhenti, apabila terdapat oksigen di lingkungan sekitarnya.

Dalam kelompok ini, bakteri anaerob yang menunjukkan hasil positif pada tes pewarnaan Gram, merupakan tipe yang sering ditemukan pada penderita vaginosis bakteri.

Vaginosis bakteri bisa terjadi akibat infeksi lebih dari satu spesies bakteri ini, seperti  Peptostreptococcus asaccharolyticus, Peptostreptococcus prevotii, dan Peptostreptococcus anaerobius.

Beberapa tipe bakteri anaerob lainnya seperti spesies bakteri Prevotella dan Bacteroides, juga berkontribusi terhadap timbulnya vaginosis bakterial. Masih banyak tipe bakteri anaerob penyebab vaginosis bakteri, yang belum dapat diidentifikasi.

Penularan vaginosis bakteri

Lebih dari 50% wanita yang memiliki vaginosis bakteri, tidak mengalami gejala apapun. Namun, tetap bisa timbul gejala berupa keputihan berwarna kuning atau putih, dengan bau amis.

Hingga saat ini, penyebab pasti vaginosis bakteri belum dapat diketahui. Namun yang pasti, vaginosis bakteri lebih mudah ditemukan pada individu yang aktif secara seksual. Sebab, penyakit ini memang dikategorikan sebagai penyakit menular seksual oleh para ahli.

Namun pada beberapa kasus, vaginosis bakteri dapat dijumpai pada individu yang tidak aktif secara seksual, maupun mereka yang menjalani hubungan monogami.

Segera berkonsultasi dengan dokter, jika Anda merasakan tanda-tanda vaginosis bakteri, seperti keputihan abnormal. Meskipun tergolong ringan, vaginosis bakterial dapat berbahaya dan menyebabkan komplikasi pada kehamilan.

Harvard Medical School. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/bacterial-vaginosis-gardnerella-vaginitis-a-to-z
Diakses pada 15 Mei 2019

Hill Gale, B. The microbiology of bacterial vaginosis. Volume 169, Number 2, Part 2 Am J Obstet Gynecol.

Artikel Terkait

Banner Telemed