Kondisi Vagina Sehat yang Penting Diketahui oleh Kaum Hawa


Vagina sehat dapat diidentifikasi melalui kondisi setiap bagiannya, mulai dari vulva, mons pubis, hingga perineum. Berubahnya warna kulit vagina menjadi gelap pun ternyata wajar terjadi, dan bukan karena kondisi tidak sehat.

(0)
Vagina sehat dapat dilihat dari kondisi bagian luarnyaBagian luar vagina dapat mengidentifikasikan kondisi kesehatan organ intim wanita ini
Vagina merupakan organ reproduksi berupa saluran yang menghubungkan serviks atau leher rahim dengan bagian luar tubuh atau vulva. Masalah pada vagina dapat memengaruhi kesuburan, kehidupan seksual, dan terganggunya proses reproduksi secara keseluruhan.Penting bagi wanita untuk menjaga kesehatan reproduksi termasuk kesehatan vagina. Yuk, kenali ciri vagina sehat dan cara perawatannya di sini!

Vagina sehat dan setiap bagiannya

Berbicara tentang ciri vagina sehat, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu bentuk vagina yang sehat. Berikut ini bagian-bagian luar vagina yang perlu Anda ketahui.
  • Vulva, yakni bagian terluar organ genital yang termasuk mons pubis, klitoris, uretra, labia, perineum, vagina.
  • Mons pubis, yakni bantalan yang berisi jaringan lemak tempat sebagian besar rambut kemaluan tumbuh. Kondisi rambut kemaluan yang rontok mengindikasikan adanya penyakit. Selain itu, pertumbuhan yang terlalu berlebihan juga mengindikasikan adanya kelainan hormonal.
  • Labia, yakni bagian yang melindungi klitoris, uretra, dan lubang vagina.
    Klitoris, yakni organ genital yang berfungsi sebagai organ sensorik dan berisi lebih dari 8.000 ujung saraf yang sensitif.
  • Uretra, yakni perpanjangan dari kandung kemih ke bagian luar tubuh yang mengeluarkan urine.
  • Perineum, yakni bagian sensitif yang terletak antara vagina dan anus.
  • Vagina, yakni saluran penghubung vulva dan serviks yang memiliki lapisan lembut serta sensitif.

Vagina sehat memiliki ciri-ciri ini

Vagina mengeluarkan cairan berbau ringan
Berdasarkan pemaparan sebelumnya, vagina memiliki bentuk yang kompleks dan sangat sensitif. Mengetahui ciri vagina yang sehat dapat membantu Anda mengetahui jika ada perubahan atau gejala yang tidak wajar pada bagian intim ini.Apa saja ciri-ciri vagina sehat?

1. Mempunyai bentuk dan warna seperti ini

Secara umum, vagina yang sehat memiliki warna pink tua, elastis, dan tampak lembap. Namun, perubahan bentuk dan warna dapat terjadi seiring dengan pertambahan usia.Menggelapnya warna vagina wajar terjadi karena adanya perubahan hormon seiring pertambahan usia. Selain itu, kadar estrogen yang semakin menurun juga dapat menyebabkan dinding vagina lebih tipis dan kering, atau disebut dengan atrofi vagina.

2. Mengeluarkan cairan putih atau bening

Pada umumnya, vagina dapat membersihkan diri sendiri dengan menghasilkan cairan putih atau bening. Jumlah cairan ini juga dipengaruhi oleh perubahan hormonal selama siklus haid. Dalam kondisi hamil, cairan ini mungkin akan lebih banyak dan berwarna seperti susu dan agak berbau ringan.Cairan vagina berwarna hijau, kuning, dan berbau tidak sedap atau amis menandakan infeksi pada vagina. Segera periksakan diri Anda jika menemukan gejala tersebut.

3. Tidak berbau

Pada umumnya, vagina memiliki aroma yang khas dan akan meningkat ketika telah aktif secara seksual atau ketika memasuki siklus haid. Anda patut mencurigai dan jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter jika vagina mengeluarkan bau yang tidak sedap atau amis.Selain itu, vagina sehat juga tidak menunjukkan gejala lain, seperti luka, benjolan, bintil, bercak, rasa terbakar, kemerahan, hingga nyeri.

Perawatan vagina agar senantiasa sehat

Lakukan senam kegel secara teratur
Vagina merupakan organ yang luar biasa dan berperan penting bagi kehidupan seksual dan reproduksi. Untuk itu, penting bagi Anda untuk melakukan perawatan vagina agar kondisinya tetap sehat dan normal, serta terhindar dari berbagai penyakit seksual.Beberapa cara perawatan vagina adalah sebagai berikut ini.
  • Lakukan pemeriksaan vagina dan organ reproduksi ke dokter secara rutin, termasuk melakukan skrining serviks.
  • Dapatkan vaksinasi yang melindungi Anda dari infeksi HPV atau virus lain.
  • Lakukan hubungan seksual yang sehat dan aman dengan satu pasangan (monogami) yang terbebas dari penyakit menular seksual, jika Anda telah aktif secara seksual.
  • Segera buang air kecil setelah berhubungan seksual untuk membantu mengeluarkan bakteri dari vagina.
  • Hindari menyentuh vagina dengan benda yang kasar dan tajam, atau dalam kondisi kotor.
  • Lakukan senam kegel secara rutin untuk mengencangkan otot panggul.
  • Hindari pemakaian douche, produk pembersih vagina, atau cairan maupun krim yang beraroma,
  • Hindari penggunaan antibiotik yang dapat meningkatkan risiko infeksi jamur vagina. Konsultasi dengan dokter untuk penggunaan antibiotik dan obat-obatan yang aman.
  • Hindari rokok dan minuman beralkohol, karena keduanya dapat mengganggu fungsi seksual.
  • Hindari stres.
  • Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter jika menemukan kelainan bentuk atau gejala lain pada vagina atau organ genital.

Catatan dari SehatQ

Itulah beberapa hal tentang ciri vagina sehat dan cara perawatannya yang penting untuk Anda ketahui. Dengan mengetahui hal tersebut, Anda bisa lebih mengenali dan lebih peka terhadap kondisi kesehatan organ intim, sekaligus mencegah berbagai penyakit yang mungkin terjadi. Yuk, sayangi diri mulai dari hal kecil dalam tubuh Anda.Jika masih ada pertanyaan terkait ciri vagina sehat dan cara perawatannya atau masalah kesehatan lain, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
masalah reproduksivagina gatalvaginitiskandidiasis vaginakesehatan vagina
WebMD.
https://www.webmd.com/women/guide/what-is-a-vaginal-self-exam
Diakses pada 22 April 2021
Healthline.
https://www.healthline.com/health/vaginal-health/what-you-need-to-know-about-vaginal-health-at-every-age
Diakses pada 22 April 2021
NCBI.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK547703/
Diakses pada 22 April 2021
Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/womens-health/in-depth/vagina/art-20046562
Diakses pada 22 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait