Vagina Perih dan 7 Penyebabnya yang Harus Diwaspadai

(0)
05 Oct 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Vagina perih dapat disebabkan oleh disfungsi dasar panggul hingga infeksi jamur.Berbagai macam penyakit dapat menyebabkan vagina perih.
Kondisi vagina perih dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi yang berbeda. Tak selamanya kondisi ini terjadi akibat masalah fisik, gangguan psikologis pun bisa menyebabkan vagina perih.Terkadang, wanita yang mengalaminya merasa takut atau ragu untuk datang ke dokter. Padahal, bantuan medis diperlukan untuk mengatasi vagina perih.

7 penyebab vagina perih

Jangan ragu untuk datang ke dokter, apalagi jika Anda sedang diterpa masalah pada alat kelamin seperti vagina perih. Sebab, semakin cepat ditangani, semakin baik juga hasil pengobatannya.Selain itu, kenalilah berbagai penyebab vagina perih ini agar Anda dapat mencegahnya di kemudian hari:

1. Infeksi jamur

Infeksi jamur dapat menyebabkan vagina perih
Hati-hati, infeksi jamur dapat sebabkan vagina perih
Infeksi jamur adalah penyebab vagina perih yang paling sering dialami. Sekitar 75 persen kaum hawa diprediksi pernah mengalami masalah ini.Tidak hanya vagina perih, infeksi jamur juga bisa menyebabkan sensasi terbakar, gatal-gatal, hingga keluarnya cairan berbau tak sedap.Infeksi vagina biasanya disebabkan oleh jamur Candida albicans. Saat jamur ini berkembang biak di lapisan sel vagina yang lebih dalam, gejala infeksi jamur akan mulai bermunculan.Biasanya, infeksi vagina karena jamur dapat diatasi dengan obat antijamur baik dalam bentuk tablet maupun salep, seperti miconazole dan terconazole.

2. Vaginosis bakterialis

Sama seperti infeksi jamur, vaginosis bakterialis merupakan infeksi vagina, tetapi disebabkan oleh bakteri. Biasanya, vaginosis bakterialis terjadi akibat adanya perubahan keseimbangan bakteri di vagina.Vaginosis bakterialis lebih sering dirasakan oleh wanita yang aktif secara seksual. Selain vagina perih, kondisi ini dapat menyebabkan gejala gatal, sensasi terbakar, bau tak sedap, hingga rasa tidak nyaman saat berhubungan intim.Dokter bisa memberikan obat-obatan antibiotik, seperti metronidazole, clindamycin, hingga tinidazole, dalam bentuk tablet atau obat topikal yang langsung dioles ke vagina.

3. Cedera fisik

Penyebab vagina perih selanjutnya adalah cedera fisik, yang biasanya disebabkan luka akibat mencukur bulu kemaluan. Selain itu, cedera fisik juga dapat terjadi saat menjalani proses persalinan.Perlu diketahui, saat wanita melahirkan, bagian vaginanya akan robek. Bahkan, robekannya itu bisa mencapai anus. Jadi tidak heran kalau vagina perih pun dirasakan.Dokter biasanya akan langsung menjahit bagian vagina yang robek itu. Seiring berjalannya waktu, jahitannya akan hilang dan tidak perlu dilepas.

4. Disfungsi dasar panggul

Vagina perih bisa disebabkan disfungsi dasar panggul
Disfungsi dasar panggul bisa menyebabkan vagina perih
Disfungsi dasar panggul merupakan kondisi yang menyebabkan wanita tak mampu mengontrol otot dasar panggul mereka. Situasi ini dapat menyebabkan vagina perih.Selain itu, jika otot dasar panggul mengalami cedera, rasa sakit pada vagina, perut, dan punggung pun juga bisa terasa.Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko disfungsi dasar panggul, seperti usia, kehamilan, cedera saat proses persalinan, hingga prosedur episiotomi (sayatan untuk memperbesar lubang vagina ke dalam perinium selama persalinan).

5. Vulvodynia

Vulvodynia adalah jenis rasa sakit kronis yang terjadi di bagian vulva atau vagina. Tingkatan sakitnya berbeda-beda di setiap wanita, tetapi kebanyakan dari mereka melaporkan rasa nyeri yang berkelanjutan. Apalagi saat sedang berhubungan badan dengan pasangan.Para ahli belum mengetahui penyebab vulvodynia. Siapa pun yang mengalami kondisi ini harus segera datang ke dokter untuk mendapatkan perawatan.Dokter dapat memberikan obat-obatan steroid, antidepresan trisiklik, hingga antikonvulsan untuk mengurangi rasa nyerinya. Sedangkan obat-obatan antihistamin juga dapat dikonsumsi guna mengatasi rasa gatalnya.

6. Kista Bartholin

Bartholin adalah kelenjar di dekat bibir vagina yang bertugas untuk melumaskan vagina. Jika salah satu kelenjar Bartholin tersumbat, kista Bartholin bisa muncul.Kista ini dapat menyebabkan rasa perih jika tersentuh, bahkan ukurannya dapat membesar dalam beberapa hari. Terkadang, kista Bartholin dapat mengalami infeksi dan menimbulkan rasa nyeri yang tak tertahankan.Biasanya, rasa nyeri yang ditimbulkan kistha Bartholin dapat diredam dengan berendam di dalam air hangat selama 10-15 menit. Selain itu, menempelkan kompres hangat juga bisa dilakukan.Jika memang belum berhasil juga, dokter bisa meresepkan obat pereda nyeri, seperti paracetamol dan ibuprofen.

7. Kekerasan seksual

Tidak selamanya penyebab vagina perih berasal dari masalah fisik. Terkadang, gangguan psikologis juga dapat menyebabkan vagina perih.Contohnya, saat seorang wanita pernah mengalami kekerasan atau pelecehan seksual, vagina perih bisa saja terjadi.

Cara mencegah vagina perih

Ada berbagai cara untuk mencegah kondisi vagina perih pada wanita, di antaranya:
  • Selalu menggunakan kondom saat berhubungan seksual
  • Selalu mengontrol kesehatan organ intim, terutama untuk mendiagnosis penyakit menular seksual
  • Selalu bertanya pada pasangan, apakah mereka mengidap penyakit menular seksual atau tidak
  • Hindari menggunakan celana yang basah guna mencegah datangnya perkembangbiakan jamur.
Dengan melakukan berbagai cara di atas, diharapkan vagina perih bisa dicegah. Apabila kondisi ini terlanjur muncul, periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Catatan dari SehatQ:

Vagina perih bukanlah kondisi medis yang dapat diremehkan karena ada sejumlah kondisi yang dapat menyebabkannya.Jika Anda mengalami vagina perih atau punya pertanyaan seputar alat kelamin wanita, jangan malu untuk tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store maupun Google Play.
kesehatan wanitakanker vaginavagina gatalkesehatan vagina
Healthline. https://www.healthline.com/health/vaginal-pain
Diakses pada 20 September 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326977
Diakses pada 20 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/yeast-infection/symptoms-causes/syc-20378999
Diakses pada 20 September 2020
Web MD. https://www.webmd.com/women/guide/what-is-bacterial-vaginosis
Diakses pada 20 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pelvic-floor-dysfunction
Diakses pada 20 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vulvodynia/diagnosis-treatment/drc-20353427
Diakses pada 20 September 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/bartholins-cyst/treatment/
Diakses pada 20 September 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait