Vagina Kering Terasa Mengganggu? 6 Suplemen Ini Bisa Membantu


Vagina kering dapat menyerang wanita di usia berapa saja. Penyebab paling umumnya adalah kurangnya hormon estrogen secara drastis di dalam tubuh. Atasi dengan suplemen peningkat estrogen seperti vitamin E dan D.

(0)
04 Apr 2021|Azelia Trifiana
Vagina kering dapat menyerang wanita di usia berapa sajaVagina kering dapat menyerang wanita di usia berapa saja
Bukan hanya menopause yang menyebabkan vagina kering. Perempuan di usia berapa pun bisa merasakan hal yang sama. Pemicu utamanya adalah hormon estrogen yang turun drastis. Apabila diperlukan, ada obat vagina kering berupa suplemen yang mengandung vitamin D hingga minyak ikan.Namun sebelum menambahkan suplemen dalam keseharian, pastikan tidak ada interaksi dengan suplemen lain yang dikonsumsi. Utamanya, apabila ada konsumsi obat karena kondisi medis lainnya.

Suplemen dan obat vagina kering

Kondisi yang juga berpengaruh terhadap keringnya vagina adalah perubahan hormonal, stres, kecemasan berlebih, sirkulasi darah tidak lancar, hingga dehidrasi. Namun untungnya, ada beberapa suplemen yang terbukti bisa mencegah vagina kering serta menambah lubrikasi alaminya.Lalu, apa saja vitamin dan suplemen yang dapat membantu lubrikasi vagina?

1. Vitamin E

Jenis vitamin larut lemak yang bisa meningkatkan lubrikasi sehingga kondisi vagina kering pun berkurang. Menurut studi terhadap 52 perempuan, mengonsumsi vitamin E selama 12 pekan dapat meredakan gejala atrofi vagina yaitu menipisnya dinding vagina.Dalam studi itu, suplemen diberikan lewat supositoria atau pemberian obat lewat tabung pipa khusus yang dimasukkan ke vagina. Ini adalah jenis obat yang lunak, mudah meleleh, serta cepat larut.Tak hanya itu, studi lain seputar supositoria yang mengandung tambahan berupa vitamin A dan vitamin D juga memberikan dampak positif pada perempuan yang menjalani pengobatan kanker.Meski ada hasil yang menjanjikan, masih perlu penelitian lebih mendalam lagi sebagai evaluasi apakah vitamin E dalam bentuk suplemen oral juga memiliki manfaat serupa.

2. Vitamin D

kuning telur
Kuning telur sumber vitamin D
Sel-sel tubuh akan memproduksi vitamin D ketika terpapar sinar matahari. Bukan hanya populer berkat khasiatnya untuk kesehatan tulang, rupanya vitamin D juga bermanfaat untuk meningkatkan lubrikasi vagina.Lebih detail lagi, ada sebuah studi terhadap 44 perempuan yang telah menopause. Mereka mendapatkan supositoria suplemen vitamin D selama 8 pekan. Secara signifikan, kondisi vagina kering menjadi jauh lebih baik. Bukan hanya itu, meningkatnya level vitamin D dalam darah juga menyebabkan vagina menjadi lembap.

3. Minyak sea buckthorn

Kerap dijadikan bahan dalam produk skincare, minyak sea buckthorn merupakan suplemen alami dari daun, biji, serta buah tanaman sea buckthorn. Zat ini kaya akan asam lemak esensial seperti asam linoleat yang bisa memperkuat lapisan kulit serta menjaganya dari kekurangan cairan.Oleh sebab itu, konsumsi suplemen ini bisa membuat vagina lebih lembap dan elastis. Namun, secara statistik hasil ini tidak terlalu signifikan.Bonusnya, minyak sea buckthorn ini juga baik untuk kesehatan kulit. Mulai dari menyembuhkan luka, stimulasi regenerasi jaringan, dan meningkatkan produksi kolagen. Adanya kolagen ini merupakan protein yang memberikan kekuatan dan elastisitas pada kulit.

4. Asam hialuronat

Asam hialuronat atau hyaluronic acid adalah molekul yang diproduksi tubuh dan berperan penting untuk kesehatan kulit. Meski populer digunakan sebagai kandungan dalam kosmetik, asam hialuronat juga merupakan suplemen yang bisa jadi obat vagina kering.Mengonsumsi 5 miligram garam sodium yang mengandung asam hialuronat selama 8 pekan menunjukkan hasil positif. Perempuan menopause yang mengalami atrofi vagina merasakan gejalanya membaik.Lebih jauh lagi, penggunannya bisa dalam bentuk gel oles (topikal) dan juga supositoria. Baik saat digunakan sendiri maupun dicampurkan dengan zat lain seperti vitamin A dan vitamin E, sama-sama berkhasiat meningkatkan lubrikasi vagina.Namun, masih perlu penelitian lebih jauh apakah suplemen dalam bentuk tablet minum juga memberikan manfaat serupa.

5. Minyak ikan

Tubuh memerlukan asam lemak omega-3, salah satunya untuk meningkatkan lubrikasi vagina. Terlebih, ketika sedang berada di fase menopause.Ditambah lagi, asam lemak omega-3 juga meningkatkan hidrasi kulit serta mengurangi kondisi kekeringan. Namun, masih perlu penelitian lebih jauh untuk menentukan bagaimana minyak ikan bisa berpengaruh secara spesifik terhadap lubrikasi vagina.

6. DHEA

DHEA atau dehydroepiandrosterone adalah jenis hormon steroid yang penting dalam produksi estrogen. Mengingat produksi DHEA ini secara alami akan menurun seiring dengan bertambahnya usia, terkadang perlu tambahan dalam bentuk suplemen.Tujuan konsumsi suplemen DHEA adalah untuk menyeimbangkan hormon sekaligus meredakan keluhan saat menopause. Bukan tidak mungkin, konsumsi suplemen ini juga dapat mengoptimalkan fungsi seksual.

Catatan dari SehatQ

Suplemen manapun yang sekiranya Anda pilih untuk mengatasi vagina kering, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter. Tujuannya untuk tahu dosis yang tepat serta ada tidaknya kemungkinan interaksi dengan obat atau suplemen lain.Apabila keluhan vagina kering ini berdampak signifikan pada kehidupan seksual bersama pasangan, jangan risau. Ada banyak cara agar seks setelah menopause tetap bergelora, tanpa harus berhubungan seksual.Temukan kembali makna libido yang bukan hanya seputar gairah seksual. Tentunya, libatkan pasangan untuk mendiskusikan hal ini agar sama-sama menemukan jalan tengah. Komunikasi tetap menjadi kunci.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar keluhan vagina kering dan kondisi kesehatan secara umum, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan wanitahidup sehatorgan intim wanita
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/vitamins-to-increase-female-lubrication
Diakses pada 19 Maret 2021
Minerva Obstetrics and Gynecology. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26788875/
Diakses pada 19 Maret 2021
Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4387645/
Diakses pada 19 Maret 2021
Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5114791/
Diakses pada 19 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait