Permasalahan vagina kering dapat diatasi dengan melakukan foreplay lebih lama untuk meningkatkan gairah bercinta
Lakukan foreplay lebih lama untuk meningkatkan gairah bercinta sekaligus mengatasi permasalahan vagina kering

Vagina kering umumnya dialami oleh wanita yang telah mengalami menopause, tetapi sebenarnya vagina kering juga dapat dialami oleh semua wanita. Vagina kering bukanlah hal yang dapat dianggap sepele.

Vagina kering dapat menimbulkan rasa sakit saat berhubungan seksual atau dispareunia. Tentunya, hal ini dapat mengganggu aktivitas seksual bersama pasangan. Namun, apa penyebab vagina kering?

mengatasi vagina kering

Bagaimana cara mengatasi vagina kering?

Penanganan vagina kering cukup mudah untuk dilakukan. Saat Anda ingin melakukan hubungan seksual dengan pasangan Anda, Anda dapat mencoba menggunakan pelumas yang berbahan dasar air yang dapat bertahan selama beberapa jam.

Pelumas berbahan dasar air dapat membantu untuk melembabkan vagina. Selain pelumas berbahan dasar air, Anda juga dapat mencoba menggunakan pelembab vagina yang dapat membantu meringankan vagina kering yang dialami.

Namun, cara yang paling sederhana adalah dengan meningkatkan foreplay saat melakukan hubungan seksual untuk meningkatkan gairah dan mencegah vagina kering.

Selain itu, hindari penggunaan sabun yang mengandung parfum karena dapat menyebabkan vagina kering. Anda sebaiknya menggunakan celana dalam berbahan katun yang dapat memberikan sirkulasi udara di vagina.

Salah satu makanan yang dapat dikonsumsi untuk mengurangi vagina kering adalah kacang kedelai. Kacang kedelai memiliki kandungan fitoestrogen yang menyerupai estrogen dan dapat membantu untuk mengatasi vagina kering yang dirasakan.

Penanganan vagina kering lainnya

Jika penanganan di atas tidak memberikan efek terhadap permasalahan vagina kering yang dialami, Anda dapat mencoba cara-cara di bawah ini:

  • Terapi hormon

Terapi hormon mungkin dapat menjadi alternatif bagi wanita yang mengalami menopause, tetapi perlu diketahui bahwa tidak semua wanita dapat mengikuti terapi hormon.

Terapi hormon juga memiliki beberapa efek samping yang berbahaya. Oleh karenanya, konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum mengikuti terapi hormon.

  • Tablet vagina

Penggunaan tablet vagina adalah dengan cara dimasukkan ke dalam vagina menggunakan alat khusus. Tablet dimasukkan ke dalam vagina sehari sekali selama dua minggu dan kemudian dikurangi menjadi dua kali dalam seminggu.

Namun, tablet bukanlah untuk jangka panjang karena penggunaan akan dihentikan ketika dirasa sudah tidak dibutuhkan lagi.

  • Krim vagina

Krim juga dimasukkan ke dalam vagina menggunakan alat khusus. Penggunaan krim dilakukan setiap hari selama 1-2 minggu.

Nantinya, dokter akan mengurangi penggunaan krim menjadi tiga kali dalam seminggu atau sesuai dengan instruksi yang diberikan.

  • Cincin vagina

Metode ini meliputi pemasukan cincin yang lembut dan fleksibel ke dalam vagina. Cincin dapat dimasukkan oleh Anda ataupun dokter dan diganti setiap tiga bulan sekali.

Saat sudah terpasang, cincin vagina akan mengeluarkan estrogen dalam dosis yang rendah ke jaringan di vagina.

penyebab vagina kering

Penyebab vagina kering

Penyebab vagina kering dapat diakibatkan oleh banyak hal. Vagina kering terutama disebabkan oleh perubahan hormon dalam tubuh yang memengaruhi cairan pada vagina.

Hal-hal yang dapat menyebabkan perubahan hormon adalah, menopause, kelahiran bayi dan masa menyusui, pengangkatan rahim (histerektomi), mengonsumsi pil kontrasepsi atau antidepresan, dan karena mengikuti penanganan kanker, seperti kemoterapi.

Selain itu, vagina kering juga dapat diakibatkan oleh merokok, penggunaan sabun ataupun pancuran pada vagina, serta pencucian vagina secara berulang. Kondisi medis tertentu, seperti diabetes, sindrom Sjogren, alergi, dan sebagainya dapat mengakibatkan vagina kering.

Terkadang penyebab vagina kering yang paling umum terjadi adalah karena kurangnya gairah saat melakukan hubungan seksual.

vagina kering pengaruh menopause

Vagina kering dan menopause

Vagina kering merupakan salah satu komplain dari menopause. Selain vagina kering, saat menopause, wanita akan merasakan efek-efek lain dari menopause, seperti lebih sering mengalami infeksi saluran kemih, tidak merasakan kenikmatan saat berhubungan seksual, dan sebagainya. Meskipun demikian, setiap wanita memiliki gejala menopause yang berbeda-beda.

Ciri-ciri vagina kering

Anda mungkin mengalami vagina kering jika Anda merasa sakit atau gatal di sekitar vagina, merasa sakit atau tidak nyaman saat melakukan hubungan seksual, mengalami infeksi saluran kemih secara terus-menerus, dan muncul keinginan buang air kecil lebih dari biasanya.

Konsultasikan ke dokter

Sebelum mengikuti terapi hormon ataupun menggunakan tablet, krim, dan cincin vagina, selalu konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Pemakaian atau penggunaan metode-metode di atas memiliki efek samping yang patut dipertimbangkan.

Anda juga perlu berkonsultasi ke dokter jika merasa terganggu dengan masalah vagina kering yang dialami.

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed