Waspada! 7 Gejala Ini Dapat Menjadi Tanda Anda Terkena Radang Serviks

Salah satu gejala servisitis atau radang serviks adalah iritasi pada vagina atau leher rahim
Iritasi atau gatal pada vagina, bisa menandai adanya radang serviks atau servisitis

Servisitis adalah peradangan serviks atau leher rahim. Serviks merupakan saluran sempit, yang menghubungkan rahim dan vagina. Jika sesuatu mengiritasi leher rahim dan menjadi radang, maka kondisi itu disebut servisitis.

Sebagian wanita mungkin tidak mengalami gejala apapun saat terkena radang serviks. Bahkan mungkin Anda juga tidak menyadari telah terkena servisitis.

[[artikel-terkait]]

Gejala-gejala radang serviks yang dapat muncul

Biasanya, radang serviks diketahui setelah dokter melakukan pemeriksaan panggul. Akan tetapi, gejala-gejala berikut ini dapat menyertai servisitis.

1. Gatal atau iritasi pada vagina

Kondisi ini menjadi gejala umum pada masalah area kewanitaan. Namun ternyata, gatal atau iritasi pada vagina merupakan hal yang harus Anda waspadai, karena dapat menandai servisitis atau masalah kewanitaan lainnya.

2. Perdarahan setelah berhubungan seks atau di antara periode menstruasi

Serviks yang mengalami radang tentu akan bermasalah, bisa menimbulkan perdarahan. Jika perdarahan terjadi setelah berhubungan seks atau di antara periode menstruasi, Anda harus berhati-hati. Sebab, hal itu dapat menjadi tanda yang serius.

3. Sering buang kecil dan terasa menyakitkan

Jika merasa sakit saat buang air kecil dengan frekuensi yang sering, tentu Anda akan merasa terganggu. Jangan mengabaikan hal tersebut.

4. Sakit saat pemeriksaan serviks

Saat menjalani pemeriksaan serviks dan terasa menyakitkan, Anda perlu waspada. Bisa saja hal itu merupakan tanda radang leher rahim atau penyakit serius lainnya.

5. Nyeri punggung bawah

Nyeri punggung bawah seringkali diabaikan, karena hanya dianggap pegal atau salah posisi duduk. Akan tetapi, hal tersebut ternyata dapat menjadi tanda Anda terkena servisitis.

6. Sakit perut dan nyeri panggul

Banyak kondisi yang dapat menyebabkan Anda mengalami sakit perut. Namun, bila sakit perut terasa parah dan cukup sering, maka Anda perlu memperhatikannya.

Nyeri panggul juga merupakan gejala yang dapat disebabkan oleh banyak hal. Akan tetapi, saat panggul terasa nyeri seperti tertekan, bahkan terkadang tak tertahankan, maka Anda harus berhati-hati. Hal tersebut dapat menjadi gejala Anda terkena servisitis.

7. Keputihan berbau, dan berwarna abu-abu atau putih keruh

Keputihan merupakan bagian yang penting dalam menentukan masalah pada area kewanitaan Anda. Dokter akan menguji keputihan Anda untuk melakukan diagnosis.

Keputihan yang abnormal dapat menjadi tanda dari radang serviks maupun masalah lain. Radang leher rahim yang parah dapat menyebabkan keputihan tebal, berwarna kuning, atau hijau menyerupai nanah.

Berbagai penyebab radang serviks

Kondisi-kondisi berikut ini, bisa mengakibatkan terjadinya radang serviks atau servisitis.

1. Infeksi menular seksual

Seringkali servisitis disebabkan oleh infeksi menular seksual, seperti gonore, klamidia, mikoplasma, dan trikomoniasis.

2. Ketidakseimbangan bakteri

Ketidakseimbangan bakteri di vagina (bakteri jahat lebih banyak dari bakteri baik) dapat menyebabkan vaginosis bakteri. Vaginosis bakteri ini bisa memicu terjadinya radang serviks.

3. Alergi bahan kimia

Radang serviks juga dapat disebabkan oleh alergi bahan kimia, seperti bahan kimia dalam douche atau spermisida, serta alergi pada karet lateks seperti kondom.

4. Ketidakseimbangan hormon

Rendahnya kadar hormon estrogen maupun progesteron, bisa mengganggu kemampuan tubuh untuk menjaga kesehatan jaringan serviks. Akibatnya, tubuh rentan terkena servisitis.

5. Iritasi

Tampon dan alat kontrasepsi seperti diafragma, dapat menimbulkan iritasi dan menyebabkan radang leher rahim.

6. Kanker atau pengobatan kanker

Kanker atau terapi radiasi dapat menyebabkan perubahan pada serviks, sehingga memicu terjadinya servisitis. Akan tetapi, kasus ini jarang terjadi.

Jika mengalami gejala servisitis atau radang serviks di atas, segera periksakan diri Anda ke dokter. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi, dan agar Anda segera mendapatkan penanganan yang tepat.

WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/cervicitis
Diakses pada 12 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervicitis/symptoms-causes/syc-20370814
Diakses pada 12 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321573.php
Diakses pada 12 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed