Vagina Berbulu Lebat Ternyata Baik untuk Hubungan Seksual yang Lebih Sehat

Vagina berbulu lebat bisa melindungi alat reproduksi Anda dari infeksi bakteri dan jamur
Vagina berbulu lebat bisa mengurangi risiko iritasi akibat gesekan

Selama ini, banyak wanita yang tidak ingin memiliki vagina berbulu lebat. Selain karena persepsi estetika, suburnya rambut kemaluan yang tidak dipangkas dianggap bisa membuat vagina jadi kotor. Padahal, anggapan itu tidak sepenuhnya benar.

Vagina yang berbulu lebat justru memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan Anda, terutama dalam hal kesehatan seksual. Rambut kemaluan bisa mengurangi risiko seseorang terkena infeksi di area genital.

Di samping itu, sesi bercinta Anda dan pasangan pun bisa semakin hangat dan bergairah dengan adanya rambut kemaluan. Sebab, rambut ini dianggap bisa membuat hormon seks terperangkap di antaranya. Agar tidak semakin penasaran, berikut ini fakta menarik seputar manfaat memiliki vagina berbulu lebat untuk kesehatan Anda.

Manfaat vagina berbulu lebat untuk kehidupan seksual

Kebanyakan wanita mencukur, melakukan waxing, atau bahkan menjalani perawatan dengan laser untuk menghilangkan rambut kemaluannya karena alasan estetika dan seks. Bagi banyak wanita, memiliki vagina yang tidak berbulu bisa meningkatkan kepercayaan diri mereka saat harus berhadapan dengan pasangan di ranjang.

Hal tersebut tentu tidak ada salahnya. Sama halnya dengan memiliki vagina berbulu lebat. Sebab, tumbuhnya rambut di area kemaluan bukanlah tanpa alasan. Rambut ini memiliki fungsi tersendiri, yang berguna untuk kesehatan dan tentunya hubungan seksual, seperti di bawah ini.

1. Melindungi vagina dari bakteri dan penyebab penyakit lainnya

Memiliki vagina yang berbulu lebat, menandakan Anda punya penyaring kotoran ekstra di area kemaluan yang rentan infeksi. Rambut kemaluan akan membuat bakteri, debu, kotoran, dan mikroorganisme penyebab penyakit lain terperangkap dan tidak bisa masuk ke dalam vagina.

Tidak hanya itu, sebum yang diproduksi oleh folikel rambut kemaluan juga akan menghentikan reproduksi bakteri di area tersebut. Sehingga adanya rambut di vagina akan melindungi Anda dari beberapa penyakit di bawah ini.

2. Mengurangi dampak gesekan di vagina

Kulit yang ada di area vagina, lebih sensitif dibandingkan dengan kulit di area tubuh lainnya sehingga mudah mengalami iritasi. Iritasi biasanya timbul akibat gesekan kulit vagina dengan pakaian dalam yang terlalu ketat atau yang berbahan kasar.

Sehingga memiliki vagina yang berbulu lebat bisa memberikan bantalan tambahan agar dampak gesekan tidak mudah mengiritasi vagina. Adanya rambut kemaluan juga akan mengurangi risiko vagina terkena iritasi akibat aktivitas seks.

Sebab, rambut pubis ini bisa berperan sebagai lubrikan kering dan menjaga vagina tetap hangat. Hal ini akan meningkatkan gairah Anda dan pasangan saat berhubungan seks.

3. Menandakan usia subur

Rambut kemaluan tumbuh saat seorang perempuan masuk usia pubertas. Ini menandakan saat rambut kemaluan sudah muncul, maka kemampuan reproduksi wanita pun dimulai.

4. Memfasilitasi penyebaran hormon seks

Feromon dianggap sebagai salah satu hormon seksual karena hormon ini berperan untuk meningkatkan daya tarik seksual seseorang. Feromon diproduksi di kelenjar keringat apokrin yang banyak terdapat di area tumbuhnya rambut kemaluan.

Hormon itu bisa terperangkap di antara rambut kemaluan yang tumbuh dan membuat daya tarik seksual seseorang meningkat dimata pasangannya.

Bagaimana cara menjaga vagina berbulu lebat agar tetap bersih?

Menganggap vagina berbulu lebat adalah vagina yang kotor merupakan kesalahpahaman yang masih sangat sering terjadi. Sebab, ada atau tidaknya rambut di kemaluan, vagina tetap saja bisa kotor atau malah bersih.

Memang, akan sulit menjaga area vagina tetap kering jika berbulu tebal. Akibatnya, risiko bau tak sedap pun bisa muncul. Namun pada vagina yang tidak memiliki bulu sama sekali, risiko bau juga tetap ada karena bakteri jadi lebih mudah masuk.

Karena itu, kuncinya bukanlah pada dicukur atau tidak, tapi pada cara menjaganya agar tetap bersih. Berikut ini, beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk membuat vagina tetap bersih, meski berbulu lebat.

  • Bilaslah dengan air hangat dan sabun setiap Anda mandi
  • Hindari penggunaan produk yang mengandung parfum untuk membersihkan vagina karena bisa menyebabkan gangguan keseimbangan pH di area tersebut
  • Selalu keringkan area vagina setelah selesai buang air
  • Bersihkan vagina secara rutin dengan tisu atau handuk lembap
  • Selalu keringkan rambut kemaluan setiap selesai mandi

Bagi Anda yang tetap ingin memiliki bulu kemaluan tapi tidak ingin terlihat berantakan, tidak ada salahnya untuk memangkas sedikit rambut vagina. Namun, jangan memotongnya sampai habis. Ini juga akan mengurangi risiko Anda diganggu oleh kutu kemaluan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/purpose-of-pubic-hair
Diakses pada 17 April 2020

Health. https://www.health.com/condition/sexual-health/pubic-hair-facts
Diakses pada 17 April 2020

Health. https://www.health.com/condition/sexual-health/healthiest-pubic-hair-grooming
Diakses pada 17 April 2020

Artikel Terkait