Usia Menopause Setiap Wanita Bisa Berbeda, Apa yang Memengaruhi?

Etnis hingga gaya hidup bisa pengaruhi usia menopause seorang wanita
Usia menopause antarwanita bisa bersifat individual

Bagi wanita, memasuki usia menopause bisa dibilang menapaki babak baru kehidupan. Pada masa ini, berbagai perubahan secara fisik mulai terjadi. Selain tidak lagi menstruasi, Anda juga mungkin mengalami gejala lain seperti perubahan mood dan munculnya rasa gatal pada vagina.

Sebenarnya, tidak ada angka pasti untuk usia menopause. Tidak setiap wanita memasuki masa menopause di usia yang sama. Hal ini disebabkan, berbagai faktor mulai dari gaya hidup hingga riwayat kesehatan, bisa memengaruhinya.

[[artikel-terkait]]

Usia menopause tiap wanita bisa berbeda

Perlu diingat, bahwa menopause tidak terjadi begitu saja. Ada proses panjang yang menyertainya, dimulai dari perimenopause. Anda baru bisa dikatakan mengalami menopause ketika sudah tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan.

Usia menopause bisa sangat beragam, mulai dari 30 hingga 60 tahun. Meski begitu, rata-rata seorang wanita mengalami menopause saat berusia 51 tahun. Cepat atau lambatnya wanita memasuki masa ini, bisa dipengaruhi oleh beragam faktor. Umumnya, usia menopause tidak akan jauh berbeda dari ibu atau saudara perempuan Anda.

Tapi, bukan berarti jika ibu atau saudara perempuan Anda mengalami menopause terlalu dini, seperti berusia di bawah 45 tahun, Anda akan mengalami hal yang sama. Kondisi menopause dini dapat disebabkan oleh kondisi gangguan tertentu, yang belum tentu juga Anda miliki.

Usia menopause wanita dipengaruhi apa saja?

Selain usia menopause ibu dan saudara perempuan, terdapat beberapa faktor lainnya yang bisa memengaruhi kondisi ini, yaitu:

1. Gaya hidup

Gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok bisa sangat memengaruhi usia menopause seorang wanita. Rokok dapat merusak ovarium atau indung telur, yang merupakan tempat terjadinya pembuahan.

Jika Anda memiliki kebiasaan merokok sedangkan ibu Anda tidak, maka Anda dapat memasuki usia menopause lebih cepat darinya, begitu juga sebaliknya.

2. Kemoterapi

Bahan-bahan yang digunakan dalam perawatan kemoterapi dapat berpengaruh buruk pada ovarium. Hal ini membuat wanita yang menjalani perawatan ini, mengalami menopause sementara.

3. Operasi ovarium

Semakin sering operasi dilakukan di ovarium, maka jaringan sehat yang berada di organ tersebut pun akan semakin rusak. Sehingga, operasi umumnya dijadikan jalan terakhir dari pengobatan penyakit seperti endometriosis.

4. Etnis

Etnis juga mungkin memengaruhi usia menopause seseorang. Wanita dari etnis Hispanik dan Afrika-Amerika, umumnya akan mengalami menopause lebih cepat, dibandingkan wanita dari Asia Timur seperti Tiongkok dan Jepang.

Apa yang terjadi setelah usia menopause terlewati?

Beberapa tahun setelah memasuki usia menopause, Anda akan memulai masa pascamenopause. Pada masa ini, gejala-gejala menopause yang sebelumnya dialami, akan mulai mereda.

Sayangnya, gejala yang mulai reda tersebut juga disertai dengan muculnya perubahan lain seperti menurunnya kadar hormon estrogen di tubuh. Wanita yang berada pada masa ini, juga lebih berisiko terkena beberapa penyakit seperti osteoporosis dan penyakit jantung.

Jika sudah memasuki usia ini, Anda disarankan untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat, seperti mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang. Pastikan Anda mengonsumsi cukup kalsium dan vitamin D, agar kesehatan tulang senantiasa terjaga.

Artikel Terkait

Banner Telemed