logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Wanita

Mengenal Usia Menopause Normal pada Wanita

open-summary

Menopause adalah berakhirnya siklus menstruasi yang ditandai dengan berhentinya menstruasi selama 12 bulan berturut-turut. Menopause normalnya terjadi di usia 45-55 tahun. Rata-rata usia menopause adalah 51 tahun. Jika menopause terjadi sebelum usia 45 tahun maka disebut menopause dini dan jika lebih dari 55 tahun disebut late onset menopause.


close-summary

17 Jun 2022

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Usia menopause biasanya adalah 45 - 55 tahun

Usia menopause biasanya adalah 45-55 tahun

Table of Content

  • Berapa usia menopause wanita?
  • Usia menopause wanita dipengaruhi apa saja?
  • Apa saja ciri-ciri menjelang menopause?
  • Apa yang terjadi setelah usia menopause terlewati?

Bagi wanita, memasuki usia menopause bisa dibilang menapaki babak baru kehidupan. Pada masa ini, berbagai perubahan secara fisik mulai terjadi. Selain tidak lagi menstruasi, Anda juga mungkin mengalami gejala lain seperti perubahan mood dan munculnya rasa gatal pada vagina. 

Advertisement

Sebenarnya, rentang usia menopause cukup besar. Tidak setiap wanita memasuki masa menopause di usia yang sama. Hal ini disebabkan berbagai faktor mulai dari gaya hidup hingga riwayat kesehatan bisa memengaruhinya.

Berapa usia menopause wanita?

Usia menopause wanita adalah 45-55 tahun
Usia menopause wanita adalah 45-55 tahun

Menopause adalah berakhirnya siklus menstruasi wanita yang ditandai dengan berhentinya menstruasi selama 12 bulan berturut-turut. Menopause biasanya mulai di usia 45-55 tahun. Meski begitu, rata-rata seorang wanita mengalami menopause saat berusia 51 tahun. Umumnya, usia menopause tidak akan jauh berbeda dari ibu atau saudara perempuan Anda.

Jika menopause terjadi di bawah usia 45 tahun, maka kondisi ini disebut sebagai menopause dini. Sementara jika menopause belum juga terjadi saat perempuan berusia di atas 55 tahun, maka kondisi ini termasuk sebagai late onset menopause.

Meski usia menopause seseorang biasanya tidak jauh berbeda dari keluarganya, tapi bukan berarti jika ibu atau saudara perempuan Anda mengalami menopause terlalu dini, seperti berusia di bawah 45 tahun, Anda akan mengalami hal yang sama. Kondisi menopause dini dapat disebabkan oleh kondisi gangguan tertentu, yang belum tentu juga Anda miliki.

Usia menopause wanita dipengaruhi apa saja?

Kebiasaan merokok bisa memengaruhi usia menopause
Kebiasaan merokok bisa memengaruhi usia menopause

Selain usia menopause ibu dan saudara perempuan, terdapat beberapa faktor lainnya yang bisa memengaruhi kondisi ini, yaitu:

1. Gaya hidup

Gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok bisa sangat memengaruhi usia menopause seorang wanita. Rokok dapat merusak ovarium atau indung telur, yang merupakan tempat terjadinya pembuahan.

Jika Anda memiliki kebiasaan merokok sedangkan ibu Anda tidak, maka Anda dapat memasuki usia menopause lebih cepat darinya, begitu juga sebaliknya.

2. Kemoterapi

Bahan-bahan yang digunakan dalam perawatan kemoterapi dapat berpengaruh buruk pada ovarium. Hal ini membuat wanita yang menjalani perawatan ini, mengalami menopause sementara.

3. Operasi ovarium

Semakin sering operasi dilakukan di ovarium, maka jaringan sehat yang berada di organ tersebut pun akan semakin rusak. Sehingga, operasi umumnya dijadikan jalan terakhir dari pengobatan penyakit seperti endometriosis.

4. Etnis

Etnis juga mungkin memengaruhi usia menopause seseorang. Wanita dari etnis Hispanik dan Afrika-Amerika, umumnya akan mengalami menopause lebih cepat, dibandingkan wanita dari Asia Timur seperti Tiongkok dan Jepang.

Baca Juga: Bisakah Wanita yang Mengalami Menopause Hamil Kembali?

Apa saja ciri-ciri menjelang menopause?

Ciri-ciri wanita mau menopause adalah perubahan siklus haid
Menjelang menopause, siklus menstruasi akan berubah

Gejala menopause pasti akan dicapai setelah melewati masa perimenopause, yaitu beberapa bulan atau beberapa tahun sebelum menstruasi berhenti. Durasi dan tingkat keparahan gejala menopause yang timbul bisa berbeda-beda pada tiap orang. Gejala atau tanda-tanda menopause umumnya:

1. Perubahan siklus menstruasi

Gejala menopause yang paling umum adalah menstruasi yang tidak teratur. Menstruasi menjadi tidak teratur dengan datang terlambat atau lebih awal dari biasanya (Oligomenorea). Darah yang keluar saat menstruasi pun biasanya lebih sedikit atau justru lebih banyak.

2. Perubahan penampilan fisik

Selain perubahan siklus menstruasi, gejala menopause yang selanjutnya adalah perubahan penampilan fisik. Hal ini meliputi rambut rontok, kulit kering, payudara kendur, dan berat badan yang bertambah.

3. Perubahan psikologis

Wanita yang akan mengalami masa menopause umumnya akan lebih sensitif dan memiliki suasana hati yang berubah-ubah atau moody. Waku istirahatnya pun sulit dikendalikan, bahkan terkadang akan mengalami masa-masa sulit untuk tidur. Efeknya, wanita yang akan memasuki masa menopause bisa merasa stres atau depresi karena perubahan-perubahan yang muncul.

4. Perubahan seksual

Wanita yang akan memasuki masa menopause umumnya akan mengalami perubahan di organ intim. Vagina biasanya akan menjadi kering, dan terjadi penurunan libido (gairah seksual) dalam hubungan seks.

5. Perubahan fisik

Perubahan fisik juga bisa menjadi tanda menopause. Umumnya, badan akan terasa panas atau gerah, sehingga mudah berkeringat. Kondisi ini disebut hot flashes.

Tak hanya itu, Anda juga bisa berkeringat berlebih di malam hari, pusing, merasakan jantung berdebar, dan infeksi berulang pada saluran kemih.

Selain mengalami berbagai perubahan di atas, wanita yang telah menopause menjadi lebih berisiko mengalami penyakit jantung dan osteoporosis.

Baca Juga: Ini Perbedaan Peradarahan Menjelang Menopause dan Haid Biasa

Apa yang terjadi setelah usia menopause terlewati?

Beberapa tahun setelah memasuki usia menopause, Anda akan memulai masa pascamenopause. Pada masa ini, gejala-gejala menopause yang sebelumnya dialami, akan mulai mereda.

Sayangnya, gejala yang mulai reda tersebut juga disertai dengan muculnya perubahan lain seperti menurunnya kadar hormon estrogen di tubuh. Wanita yang berada pada masa ini, juga lebih berisiko terkena beberapa penyakit seperti osteoporosis dan penyakit jantung.

Untuk menurunkan risiko terjadinya penyakit setelah menopause, Anda disarankan untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat, seperti mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang. Pastikan Anda mengonsumsi cukup kalsium dan vitamin D, agar kesehatan tulang senantiasa terjaga.

Baca Juga

  • Tips Memilih Pembalut yang Aman agar Tidak Iritasi
  • Cara Menghentikan Haid Berkepanjangan, Perempuan Wajib Tahu
  • Apa Perbedaan Obstetri dan Ginekologi?

Apabila Anda masih memiliki pertanyaan seputar usia menopause wanita, konsultasikan langsung pada dokter lewat fitur Chat Dokter yang ada di aplikasi kesehatan SehatQ. Unduh gratis di App Store dan Google Play.

Advertisement

menopausemenstruasipenyakit wanitakesehatan wanita

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved